(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Kenyataan II


"Aku minta data wanita itu, bukan mantan istriku William, atau kau dengan Willy ku kirim ke cabang pelosok" ucap Arjuna hampir berteriak


"Itulah mengapa aku bilang kau butuh penjelasan, wanita itu, maksud saya wanita yang bos tiduri dengan istri bos adalah wanita yang sama"


"Apaaaaaa" ucap Arjuna berteriak membuat ponsel William terjatuh karena terkejut, ia meniup-niup kupingnya yang terasa berdenging


"Wiliam, ap informasi mu benar??? atau ku bosan bekerja denganku dan mengada-ngada?????" bentar Arjuna di ujung telepon


"Williaaaaammmmm" teriak Arjuna karena tak mendengar suara anak buahnya itu


"Bos, saya dengar bos, suara bos kaya spiker aktif buat kuping saya berdengung, yang ada saya lama-lama jadi pasien THT gegara bos teriakin terus" gerutu Wiliam lirih


"Temui saya sekarang di rumah, dua puluh menit saya tunggu, klik.....


Tut Tut Tut, panggilan berakhir


Arjuna berjalan mondar-mandir, a menggigit jari tangannya sambil berfikir, masalahnya ia tak melihat wajah istrinya ketika papanya menyodorkan fotonya, bahkan ketika mereka menikah, Arjuna tak memperhatikan wajahnya, setelah menikah dia langsung pergi urusan bisnis, sehingga ia tak bertemu dengan wanita yang sudah sah jadi istrinya.


"Ah foto, ya foto pernikahannya"


Arjuna berjalan menuju rak buku, dimana ia meletakkan kerdus berisi foto pernikahannya dengan Ayudia, ia tak pernah membukanya sejak pertama kali dua itu sampai ke apartemennya, ditambah ketika kembali istrinya itu sudah pergi tanpa kabar sehingga ia tak punya alasan untuk membukanya.


Awalnya Arjuna berfikir jika Ayudia kabur karena ia memiliki kekasih seperti di ucapkan mamanya, namun ada yang terasa janggal dengan kepergiannya, karena pakaian Ayudia masih di lemari pakaian mereka yang berada di kediaman Orangtua Arjuna,


Ia pernah meminta menyelidiki, namun akhirnya ia membatalkan penyelidikan itu dan sibuk dengan bisnisnya, kini ia merutuki kebodohannya, bagaimana dia tidak tahu jika wanita itu adalah Ayudia????


Dua puluh menit kemudian,


Terdengar suara bel, tak lama terdengar suara Vera berbicara, mungkin Willian yang sampai, Arjuna tak berminat menyambutnya, ia duduk di sofa yang berada dalam ruangan itu, menyimpangkan kakinya dan bersedekap dada sambil menatap dokumen yang dinkirim Wiliam yang kini sudah ia print


Tok Tok Tok


"Masuk" teriak Arjuna


Lalu muncullah Wiliam dengan penampilan yang acak-acakan dan keringat yang membasahi wajah dan bajunya


"Apa kau habis olah raga malam William???" tanya Arjuna datar tanpa rasa bersalah sedikitpun


"Ya, sedikit berolah raga karena seekor singa mengaum padaku" cibir Wiliam membuat Arjuna tergelak tertawa dengan sindiran William


"Come on William, aku yakin kau sudah lama tak olah raga, sekali-kali baik untuk kesehatanmu" goda Arjuna yang di balas dengusan William


"Sepertinya itu kau bos, aku tiap akhir pekan sellau ke gym" ucap William yang memang memiliki tubuh atletis di banding Arjuna


"Ya, ya, ya" ucap Arjuna malas


"Apa aku tak di persilahkan duduk???" tanya Wiliam tak menunggu jawaban Arjuna langsung duduk di sofa yang berada di depan Arjuna


"Cih belum dijawab sudah duduk" cibir Arjuna


Tok tok tok


"Apa da party nona cantik???" goda William membuat Arjuna melotot, bisa-bisanya William menggoda adiknya di depannya, mau di pecat dia


"Berhenti genit didepan anak buah ku Vera, dan segera keluar , tutup pintunya"


"Huh dasar orangtua suka menggerutu" ucap Vera langsung meletakkan nampannya tak lupa ia melemparkan senyum manis ke arah Willian lalu segera keluar dari ruang kerja


"Gadis kecil itu cepat sekali tumbuh besar dan cantik"


"Jangan jadi pedofil William, aku tak akan membiarkan dekat dengan adik ku"


"Kalau adikmu yang mendekatiku, artinya boleh " ucap William santai,


Sebuah minuman kaleng melesat kearah Wiliam, namun berhasil ditangkap oleh William,


"Bosan Hidup" ucap Arjuna namun William menanggapinya dengan tawa sambil membuka Kareng cola yang di lempar Arjun tadi


"Jadi, jelaskan semuanya, prihal Ayudia dan wanita itu"


"Apa kau tidak membiarkan ku menikmati pizza hangat ini bos?"


"Sial William, aku memanggilmu kesini bukan untuk menikmati makan pizza" Dengus Arjuna kesal


Namun William yang sudah mengikuti Arjuna dari ia masih sekolah menengah pertama paham sifat Arjun, ia hanya terkekeh mendengar makian bos nya


"Jadi, malam itu sepertinya memang sudah di rencanakan oleh mama.dan kakak tiri nyonya Ayudia, mereka sebelumnya mengajak nyonya shopping hingga sore hari dan pulangnya makan malam, rupanya menurut informasi awalnya nyonya akan di berikan pada Tuan Burhan, anda pasti kenal kan???? biar saya ingatkan siapa tuan Burhan, dia adalah kepala bank cabang wilayah ini, ia juga terkenal sebagai lintah darat dan mama tiri nyonya Ayudia memiliki hutang yang banyak karena kalah judi, sehingga ingin mengorbankan nyonya Ayudia sekaligus agar rencana pernikahannya dengan bos gagal, setelah makanan nyonya Ayudia di beri obat perangsang dan obat tidur, nyonya di bawa masuk ke dalam kamar hotel, tapi siapa sangka jika room boy yang bekerjasama dengan Aurellia dan mama tirinya salah masukkan kamar dan berakhir di kamar bos, sisanya bos tahu sendiri"


"Arrgghh ini sungguh tidak masuk akal"


"Tapi itulah kenyataanya, kami sudah mengumpulkan semua bukti bahwa memang benar adanya itu ulah mamam mertua bos tunangan bos.


Setelah kembali nyonya Ayudia tak membatalkan pernikahannya dan tetap nikah, saya jadi merasa curiga dengan menghilangnya nyonya Ayudia, apa kita akan menyelidiki ini lagi bos?" tanya William sambil menggigit pizza-nya


Arjuna terlihat terdiam dan berfikir keras, kenyataan bahwa Ayudia dan wanita itu sama membuatnya sedikit lega, setidaknya ia sudah bertanggung jawab pada Wanita itu, namun kini yang mengganjal adalah apakah benar ucapan mamanya jika wanita itu, istrinya pergi dengan kekasihnya, terlalu banyak kejanggalan yang Arjun temukan


"Selidiki segera"


"Baik bos"


"Ah William, aku mau sebulan, sebulan datanya sudah ada diatas meja kerjaku, aku akan memberi kau dan Willy bonus sepuluh juta masing-masing dari kalian dan buatmu ku tambah lima juta karena sudah membuatmu berkeringat malam-malam, sekarang entahlah dari apartemenku!!!" usir Arjuna yang melihat Wiliam duduk santai menikmati pizza nya


"Huh, habis manis sepah di buang" gerutu Wiliam sambil menyomot satu slice pizza dan langsung cabut


"William kau memakan h habis pizza ku" teriak Arjuna dari dalam ruang kerja, Willian yang sudah bersiap pergi hanya tertawa senang


"Kau bos pelit dan menyebalkan" teriak William tak lupa mengedipkan matanya sebelah pad Vera lalu meninggalkan apartemen Arjuna


Sementara Arjuna di dalam masih terdengar ngomel-ngomel sendiri membuat Vera menggelengkan kepalanya


"Dasar perjaka tua" cibir Vera sambil cekikikan