
Hai hai
mampir yuk ke novel author yang terbaru
menceritakan perjuangan seorang anak dalam mengobati penyakit mamanya hingga ia harus menyerahkan harga dirinya dan menjadi simpanan seorang pria brengsek
Kehidupanku yang sempurna langsung berubah drastis sejak meninggalnya papaku.
Aku yang terbiasa hidup serba kecukupan kini harus banting tulang demi menyambung hidup dan demi pengobatan mamaku
Disaat aku terpojok dan putus asa mencari uang untuk operasi mamaku, seorang pria asing dengan suka rela membiayai semua pengobatan mamaku.
Namun satu hal yang pasti, tak da yang gratis di dunia ini dan sejak saat itu pula hidupku sudah terjual.
aku menjadi budak pemuas *** pria itu.
Mampukah aku hidup dalam Kubang dosa??
Bagaimanakah aku menjalani hidupku???
Hai kucing liar ku, mengapa lama sekali mengangkatnya???" Tanya suara bas seorang pria. Davira menyipitkan matanya berusaha mengingat dimana ia pernah mendengar suara pria di ujung telepon itu
"siapa kau?????"
"Apa kau melupakan aku manis
Ya Tuhan sakit sekali hatiku.
Kita baru bertemu dua hari lalu....."
"Dasar orang gila, dari mana kau memiliki nomer ponselku????" Bentak Davira tak sadar
"Ckckck galak tapi aku suka
Baby semoga oeprasi mamamu berhasil ya"
"operasi????" Davira teringat ucapan suster Mila, ia lngsung bisa menebak jika pria itu ada sangkut pautnya
"Apa kau bernama Steven???"
"Astaga baby, pria setampan diriku kau lupakan???" Steven merasa sedih juga senang, ternyata wajah tampannya seolah tak berpengaruh bagi Davira.
Wanita itu bahkan melupakannya semudah itu.
"temui aku sekarang" ucap Davira lalu memutuskan panggilan teleponnya.
Davira lalu mengetikkan alamat cafe di sebrang rumah sakit.
Tak perlu waktu lama, pria itu tiba kali ini ia sendirian.
Harus Davira akui, pria itu memiliki magnet tersendiri yang membuat ia menjadi pusat perhatian para wanita
"Malam kucing liar ku
"Apa yang kau mau dariku sebenarnya???" Tanya Davira to the point tanpa membalas sapaan Steven.
"Aku suka gadis yang terang-terangan" ucap Steven sambil menjilat bibirnya sendiri.
ia sungguh makin menyukai Davira.
Ia menyukai tantangan, dan itu ia dapat dari Davira.
selama ini semua wanita yang mengejarnya untuk naik ke atas ranjang demi kehidupan nyaman, namun Davira berbeda
"enggak usah banyak basa-basi, Apa tujuanmu membiayai operasi mamaku????
Apa kau bermaksud memberi kebebasanku????
Atau kau memiliki motif lain dibalik kebaikanmu yang palsu itu???? Tanya Davira sinis menatap ke arah Steven
"Apa kau tak pernah mendapatkan kebaikan dari orang lain sehingga kau selalu berburuk sangka pada kebaikan orang lain???? Come on kucing liar, Aku hanya ingin membantumu tak lebih"
Steven tak terlihat marah iya malah tertawa dan dalam hati kagum dengan pendirian yang dimiliki oleh davira.
Ia tak mengira bahwa di zaman seperti ini masih bisa menemukan wanita setegar davira.
Entah mengapa tujuannya yang ingin memang ingin membeli Davira secara tak terlihat kini motifnya terlihat dan iya berubah pikiran.
Steven merasa tertantang ingin menaklukkan Davira. Senyum licik tersemat di wajahnya yang tampan.
"Apapun motifnya jika aku mengatakan ingin membantumu Apa aku salah??????"tanya Steven dengan senyum tersungging di bibirnya
"Salah,
karena aku tak mengenalmu.
Dan kita bukan teman dekat"
"Bukankah kita sudah berteman dua hari lalu????"tanya Steven
"Dalam mimpimu.
Aku tak ingin berhubungan denganmu jadi tuan Steven Gerard yang terhormat..
"Apa alasannya apa Kau pikir aku bodoh???? Kau pria Flamboyan yang biasa menghamburkan uangmu untuk membeli seorang wanita. Dan harus kau tahu sekalipun aku tak memiliki uang spesial pun aku tak ingin mengemis di bawah kakimu. Aku masih bisa mencari uang dengan kakiku sendiri"ucap Devira menatap tajam ke arah Steven.