(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Penyergapan


Davina segera menuju Apartemen Axel, seperti yang di laporkan oleh anak buahnya, apartemen itu porak poranda. Axel melakukan perlawanan sengit.


Sejak hari dimana Jimmy datang dan Axel menyinggungnya, Davina sudah memperingati Axel untuk berhati-hati, pasalnya tatapan Jimmy penuh dengan dendam kesumat.


Beruntung sebelumnya Ia sudah memberi tahu Axel bahwa Jimmy Chou tak akan melepaskannya, sehingga Davina meminta Daffi memasang beberapa kamera super mini yang di letakkan di lampu dan sudut tertentu.


Sementara kamera pengawas lama dalam kondisi rusak.


Axel mungkin dalam bahaya, tapi Davina yakin dia kuat menerima siksaan kejam Jimmy Chou.


Awalnya Davina ingin memindahkan Axel ke salah satu apartemennya, namun Axel menolak dan memaksakan diri nya menjadi umpan.


Axel tertawa terkekeh dan meyakinkan semua orang bahwa dengan ini Jimmy Chou akan mendekam di penjara tanpa adanya pengampunan lagi.


Walau Daffa sering bertengkar dengan Axel, namun ia juga khawatir karena rencana Axel itu dan kekhawatirannya bertambah saat ia melihat apartemen Axel yang porak poranda


"Tenanglah kak, Axel melakukan itu karena loyalitas nya padamu, di masa depan kau harus lebih baik lagi bersikap pada Axel.


Beri dia bonus tinggi dan liburan selama sebulan" ucap Davina yang tak pernah bersikap kasar pada anak buahnya. Davina terkenal kejam, namun ke anak Buahnya ia tegas sekaligus perhatian.


Davina tak segan-segan memberikan bonus tinggi saat apa yang ia targetkan tercapai.


"Baik" ucap Daffa singkat, ia masih memikirkan nasib Axel yang sudah ia anggap kakaknya sendiri


Agatha mendekati Davina dan segera memberi berita yang ia terima dari anak buahnya yang di tugaskan memantau Axel, mereka sudah menemukan lokasi dimana Axel di tahan, juga mengabarkan kondisinya.


Agatha kagum dengan anak kecil itu, ia seperti bisa tahu masa depan, betapa mengerikannya Davina.


Anak buah yang ia kirim untuk memantau Axel.mwngbaarkan Jika Axel melawan sepuluh orang, seperti dugaan Davina dan mereka mengikat Axel terbalik, di bawah Axel ada bak besar dengan air.


Jika Axel tidak menegakkan wajahnya maka wajahnya terendam air.


wajah tampan Axel juga babak belur.


Sementara kaki dan tangan Axel di ikat.


"Kau, bagaimana kau tahu mereka akan menyiksa Axel seperti itu??"


"Aku hanya menduga, mempelajarinya dari sifat Jimmy.


Jimmy seperti tokoh penjahat dalam film pembunuhan.


Jimmy psikopat berkedok intelektual.


Aku juga mempelajarinya dari cara ia menyiksa Sandy.


Itu sangat tak manusiawi, jadi ia pasti akan membuat Axel merasa berada di bawah dengan kata lain Axel harus merasakan bagaimana caranya menegakkan wajahnya agar Axel tahu bahwa Jimmy Chou lebih diatas dia, ya seperti itulah kira-kira" ucap Davina santai sambil mengangkat bahunya.


Semua orang mengangguk mendengar analisa Davina yang menurut mereka luar biasa, Agatha makin kagum dengan bos nya itu, bocah ingusan nan centil itu masih tujuh tahun, bagaimana dia besarnya nanti jika kecilnya saja seperti ini?????


Satu kata "Menyeramkan"


Semua orang sudah berkumpul di tempat dimana Axel di sekap, kali ini tempat penyekapan yang di pakai adalah sebuah rumah di pinggir kota yang jauh dari pemukiman Warga.


Namun pagar hitam tinggi seakan menandakan bahwa lokasi itu privat dan tidak boleh di masuki.


Terlihat beberapa pria berpakaian preman rapih menjaga vila tersebut. Di luar bahkan di dalam. Davina menggunakan drone kecil buatan Daffa untuk melihat dan penjaga di luar berjumlah empat orang.


Drone yang berbentuk capung itu lalu mengelilingi rumah, diatas juga terdapat empat penjaga di setiap sisi.


Apa ini hanya sebuah Vila???


Mengapa pengamanannya sangat ketat?


Davina mencurigai sesuatu, bahwa vila ini bukan seperti Vila pada umumnya, mungkin adalah sebuah pusat organisasi melihat orang-orang yang berjaga terlihat sangat terlatih.


Mau tak mau ia meminta agatha memanggil team pasukan khusus di organisasinya.


"Penjagaan terlalu ketat. Kita tak bisa mendekati jika tak melumpuhkan penjaga di atas" ucap Davina berfikir keras


"Serahkan padaku" ucap Daffa lalu membuka kopernya lagi, kali ini dua mobil kecil berbentuk tank


"Solusi" ucap Daffa tersenyum lebar


"Maksudmu????, ada apa dengan benda itu???" tanya Davina kesal.


tank itu ada pelontarnya, dan kau bisa menaruh setidaknya dua sampai 3 jarum bius, bagaimana ???


apa kau berminat membeli peralatan ku ini adik manis???"


Davina mendengus kesal, tapi ia juga bangga pada kakaknya, hanya saja Daffa selalu arogan dan membuatnya marah


"Baik dan di mana jarum bius itu sebagai amunisinya kita dapat???" tanya Davina menghela nafas kesal


"Ini" ucap Agatha mengeluarkan kopernya


"Kau, kau bekerja denganku dan menerima perintah anak bau iler ini???" ucap Davina melotot pada Agatha, Agatha hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Bocah kecil, jangan galak-galak pada calon tanteku ucap Willy tiba-tiba datang


"Om mau apa kau datang?"


"Tentu saja menyelamatkan sahabatku Axel, ya kak Vincent?" tanya Willy yang di balas Vincent dengan mengangkat bahunya malas


"Sudah cepat,dan sniper sudah siap di posisi?" tanya Daffa mengambil alih komando


"Sudah di posisi"


"kita lumpuhkan atas baru bawah. Tapi saat Jimmy sudah di dalam"


"Siap bos kecil" ucap Agatha mencolek pipi Daffa


"Sayaaaang" Willy kesal melihat kekasihnya yang genit pada keponakanya


"Ish dasar tante-tante genit.


Om amankan kekasihku, aku masih di bawah umur" ucap Daffa mengelap pipinya dengan bahunya membuat Davina terpingkal-pingkal


"Rasakan kau" ucap Davina puas melihat Agatha yang cemberut


"Babe dia masih tujuh tahun dan kau cemburu???" tanya Agatha tak terima. Padahal ia tak menganggap Daffa berusia tujuh tahun saat ini


"Saat dia sebesar aku maka aku harus menganggapnya sainganku"


"Please om, lebih baik kalian berdua para bucin menyingkir, kita sedang urgent."ucap Daffi yang sejak tadi diam. Membuat semua orang kembali fokus pada tujuan awal.


Davina tersenyum melihat Daffi, dalam wujud dewasanya Daffi terlihat lebih matang dan dewasa.


Sedang Daffa terlihat dingin dan angkuh namun mendominasi.


Keduanya memiliki karakteristik yang bertolak belakang. namun sama-sama tampan.


Agatha sudah menghubungi pihak terkait dan beberapa menit kemudian mereka tiba


Davina menjelaskan situasinya dan mereka mengerti.


Walau mereka ingin bertanya lebih jauh, situasinya urgent sehingga mereka mengikuti rencana yang di buat oleh Davina.


_Ditambah dalam team tersebut terdapat salah seorang veteran Intel sehingga mereka percaya bahwa penyergapan ini akan berhasil.


Tinggal menunggu ikan memakan umpan.


Axel sudah berada ditangan Jimmy Chou, tinggal menunggu pria itu datang dan.....


Sebuah mobil hitam memasuki halaman diikuti satu mobil di belakang nya.


Seorang pria paruh baya keluar, pria itu adalah Jimmy Chou bersama pengacara dan beberapa anak buahnya.


Belum Jimmy masuk datang lagi dua mobil dan beberapa motor, rupanya ini merupakan markas Jimmy.


salah satu dari mereka adalah pemimpin dunia bawah tanah yang pernah menentang Davina


"Menarik, sepertinya ini juga markas Jimmy Chou.


Kita melewatkan informasi penting ini" ucap Davina melirik Agatha.


Sekarang ikan sudah datang , makan waktunya kita panen" ucap Davina menyeringai lebar.