(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Misteri


Setelah perkenalan singkat Ayudia dan Arjuna, mereka menyukai Axel, terlebih setelah tahu Axel adalah pengusaha muda sukses, Arjuna salut pada pria muda itu, tanpa mereka ketahui jika putra mereka lah pengusaha sukses di usia masih seumur ****** jambu, ya buah yang masih se upil, itulah perumpamaan yang tepat untuk usia mereka.


Jika saja mereka tahu bahwa putra-putra mereka sangat luar biasa bisa memiliki perusahaan mereka sendiri-sendiri bisa di pastikan mereka akan muntah darah dan pingsan.


Daffi menghampiri kakaknya yang terlihat sedang memeriksa laporan keuangan perusahaanya.


Ia juga memiliki perusahaannya sendiri, perusahaan bidang jasa yang hanya kamuflase, sebenarnya perusahaan itu bergerak di bidang informasi, bisa di katakan tak ada yang tidak di ketahui ya.


"Kakek dalam masalah, apa kita perlu turun tangan??" tanya Daffi masih mengenakan kacamatanya.


kacamata yang bisa berfungsi sebagai layar monitor, sehingga ia tak perlu membuka laptop atau komputer, semuanya bisa ia kerjakan dengan mudah karena ia hanya cukup berucap, smart teknologi langsung melakukan tugasnya.


"Apa boleh buat, aku punya rencana" ucap Daffa langsung membisikan sesuatu, Daffi terlihat mengangguk dengan wajah serius, kedua anak itu terlihat sangat menggemaskan, namun tidaka Danyang tahu apa yang mereka rencanakan sebenarnya.


beberapa saat kemudian Daffi tersenyum licik dan kejam, ya Daffi bos dari sebuah organisasi bawah tanah yang mengumpulkan informasi dan menjualnya pada pihak tertentu.


"Baik kak, akan ku jalankan sesuai instruksi kakak"


"Bagus, sekarang pergilah.


Axel sedang mengerjakan memberikan semua laporan ini, padahal aku sudah memintanya memeriksa terlebih dahulu.


Aku menyesal ia mengenal orangtua kita, ia sekarang punya alasan untuk menentang ku, bukankah itu menyebalkan" ucap Daffi mendengus kesal.


Biasanya ia akan menekan Axel atau mengerjainya dengan memberi pekerjaan yang lebih, namun kini jika ia menekan Axel, pria muda itu tiba-tiba datang tak terduga membuat Daffa tertekan.


Axel sungguh licik menggunakan kedekatannya dengan orangtua Daffa untuk menekan balik Daffa, menyebalkan


"Selamat bekerja kak, makannya lain kali sama anak buah jangan terlalu menekan, kini kau dapat balasannya" ucap Daffi tertawa terkekeh melihat kesulitan kakaknya gara-gara Axel


"Tunggu saja saat Vincen melakukan hal yang sama padamu" ucap Daffa kesal.


Vincen adalah asisten pribadi Daffi, namun Daffi berbeda dengan kakaknya, ia menghormati vincen walau pada kenyataanya vincen adalah bawahannya, Daffi tetap memanggil kakak pada vincen dan selalu bertukar pikiran untuk setiap keputusan.


Sangat berbeda dengan Daffa yang otoriter.


Jadi tak mungkin vincen mengerjainya seperti yang Axel lakukan, itu sebuah misi bales dendam terselubung.


"Itu tak akan terjadi kak, aku pemimpin yang mengerti bawahan tidak seperti kau, hahahhaa"


"Pemimpin?? bawahan??? apa maksudmu nak?"tanya Ayudia yang sudah berdiri di depan pintu kamar si kembar dengan membawa dua gelas susu putih, Daffi langsung membeku di tempat, ia benci meminum susu.


begitu juga Daffa. Namun ia selalu di paksa Daffa menghabiskan jatahnya, itulah mengapa ia membenci susu putih yang biasa di bawa Ayudia.


Karena ia korban pemaksaan kehendak Daffa kakaknya.


jadi tak salah jika saat ini ia sangat senang mengetahui Axel gantian menekannya.


Tapi kesenangan itu sekejap, karena Daffa akan memaksanya minum susu jatahnya lagi


Daffa melirik ke arah Daffi sambil tersenyum puas.


Ia bisa mengerjai adiknya lagi dan yang terpenting mamanya senang karena menjadi anak yang penurut.


Daffi menelan Saliva nya dengan sulit,, ia akan kembung karena harus meminum susu dua gelas


"Mama, bisakah mama tunggu sebentar, kamu akan meminumnya sekarang jadi mama tidak usah bolak baik hanya untuk mengambil gelas yang kotor bekas susu kami" ucap Daffi polos dengan senyum lebar


Daffi mengabaikan tatapan tajam Daffa yang seakan ingin membunuhnya


"Ya Allah anak kesayangan mama, baiklah.


cepat kalian minum.


Mama tunggu kalian" ucap Ayudia penuh semangat


Daffi langsung meneguk susunya dengan cepat, dan dalam sekejap habis. kini tinggal Daffi yng menatap kecil gelas berisi susu di tangannya


"Cepat minum susumu sayang, lihat adikmu sudah habis.


ayo cepat habiskan sayang, biar kamu tambah tinggi dan pintar" ucap Ayudia


Daffa meminum susunya dengan menahan nafas, dan akhirnya habis juga


"Anak mama pintar-pintar, mama sayang kalian" ucap ayudia mencium pipi putranya bergantian lalu meninggalkan kamar tersebut.


"Huek, huek" Daffa langsung mual dan muntah di kamar mandi, ia menekan suaranya karena takut mamanya akan kembali


"Dafiiiii" teriak Daffa marah


"Maaf kak aku ada perlu dengan Davina" ucap Daffi langsung kabur sebelum kena semprot oleh Daffa


Keesokan harinya


Sidang ke dua di mulai, Lia terlihat muram dan kecewa, ia marah pada pengacara itu karena pergi di tengah-tengah sidang kasusnya.


Kini ia sendirian tanpa di temani pengacaranya.


Entah mengapa pengacara itu tiba-tiba mengundurkan diri menjadi pengacaranya dan menghilang bagai di telan bumi.


"Apa kamu bilang??? pengacara itu kabur?


Bagaimana mungkin? apa dia sudah bosan hidup


Ancam dengan..." ucap Jimmy dengan suara lirih.


kalau saja ia tidak sedang di rumah ini sudah pasti ia akan menghancurkan apa saja yang ada di dekatnya, namun ia tak bisa melakukan itu.


demi wanita yang sangat ia cintai dan putri cantik hasil pernikahan mereka


"Maaf bos, putri pengacara itu juga menghilang dari rumah sakit dan anak buah kita di robohkan semalam.


sepertinya ada orang yang merencanakan semuanya" ucap pria berjas hitam itu menundukkan kepalanya takut.


Kegagalan artinya mati. Ia sudah menjadi anak buah Jimmy selama lebih dari sepuluh tahun, ia sangat mengenal tabiat buruk bos nya itu.


" Temukan dia, aku akan mempertimbangkan nyawa kalian" ucap Jimmy memijit pelipisnya yang berdenyut.


ia mendengar langkah mendekat dan langsung merubah aksen suaranya menjadi lemah lembut dan berwibawa


"Apa tugas mengawasi bawaan mu terlalu sulit untukmu??? bagaiman bisa tender itu lepas dari kita?"


mereka tahu jika Jimmy sangat mencintai wanita yang tinggal di kediaman keduanya ini, dan menutupi semua kebobrokan dirinya di depan wanita ini.


"Baiklah, pergi" ucap Jimmy singkat


Ketiga anak buahnya langsung pamit pergi, mereka.bersyukur setidaknya selamat karena wanita itu secara tak langsung, jika mereka melaporkan kegagalan itu di tempat lain, sudah pasti mereka sudah meregang nyawa.


Seorang wanita cantik membawa nampan berisi kopi untuk suaminya, ia tersenyum lembut dan meletakkan cangkir kopi dan beberapa potong kue di meja


"Kau mulai memarahi lagi anak buahnya??"


"Tidak, tidak sayang, aku hanya sedikit kecewa, mereka gagal menjalankan tugasnya" ucap Jimmy langsung merubah mimik wajahnya menjadi melembut.


"Bersikaplah lunak pada anak buah mu???, kasian mereka sudah berusaha maksimal, jika hasilnya tidak maksimal kan bisa ada lain waktu hmmm???"


"Aku menuruti perkataan istriku tercinta" ucap Jimmy memeluk erat istrinya tersebut.


"Maaaaa, mamaaaa" suara melengking mendekat ke ruangan tersebut, terlihat sosok cantik dengan mata sipit memanyunkan bibirnya


"Mama sama papa bisa gak sih jangan pamer kemesraan di depanku??? bikin iri aja" ucpa gadis cantik itu langsung meringsek diantara mama dan papanya


"Sania, kenapa kau tidak cari pacar saja sana, menganggu saja" ucap Jimmy kesal


"Boleh pa???"


"Boleh tapi harus lawan papa dulu" ucap Jimmy mencubit hidung mancung putrinya


"Huh, menyebalkan.


itu sama saja membuat aku gak dapat pacar.


lagian ini cari pacar pa, bukan kompetensi.


lihat ma pria tersayang mama sungguh kaku seperti kayu rotan, susah di belokkan" ucap Sania bersedekap dada


"Mas, kau jangan seperti itu.


Gimana Sania mau punya teman pria kalau mas galak seperti itu???


Kita sudah tinggal di Indonesia lagi jadi mas harus memberi sedikit kebebasan untuk Sania.


aku sendiri yang akan mengawasi" ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu


"Baik sayang, kamu atur saja, tapi jika pria itu macam-macam, aku gak segan mematahkan kakinya atau tangannya"


"Kayu kali di patahkan.


papa nih aneh. papa pikir ini bukan negara hukum apa?


belajar jadi warga yang baik dong pa" ucap Sania memprotes papanya.


Jimmy cuma bisa nyengir, jika saja kedua orang yang amat ia sayangi tahu perbuatannya, sudah di pastikan jika mereka akan membencinya dan Jimmy tak mau itu terjadi. Itulah sebabnya ia membatasi diri terlibat urusan ilegal lagi, ia berusaha berada di aklan yang lurus hingga kabar penahanan Lia mantan istrinya dan anaknya terdengar, bagaimanapun Li adalah ibu dari anaknya dan Aurel adalah anak kandungnya, ia tak bisa begitu saja mengabaikan mereka.


Jimmy menggaruk kepalanya, rasanya ia sangat pusing menghadapi semuanya.


jangan sampai demi membela Lia dan Aurel, rumah tangga yang ia bina dua puluh empat tahun silam hancur. Ia tak sanggup kehilangan wanita itu, wanita yang amat ia puja dan cintai.


serta anak buah pernikahan mereka.


Sementara di ruang sidang


Lia sudah di putuskan menjadi tersangka, mengenai putusan akan menyusul di sidang selanjutnya.


semua bukti secara tak terduga menyudutkan Lia, bahkan bukti baru yang sudah lama ia hapus muncul kembali membayangi Lia .


"Om, terima kasih untuk hari ini" ucap ayudia puas dengan berjalanya sidang hari ini


"Itu, saya harus mengatakan sejujurnya, bahwa ada seseorang yang mengirimkan bukti terbaru yang saya bawa tadi dalam sidang, semua milik orang itu"


"Maksud om??? Ayudia gak ngerti" tanya ayudia menatap pengacara keluarganya


"Om kemarin mendapat paket yang isinya semua bukti kejahatan Lia terkait dengan mamamu.


dalam voice nya orang tersebut hanya mengatakan membantu dan tidak mau di ungkap identitasnya, jadi setelah saya menimbang dan berfikir serta sudah mengkonfirmasi hal tersebut pada kakek anda di Spanyol, beliau menyuruh saya menggunakannya."


"Apa... bukti ikut valid?, siapa yang berbaik hati pada kita???" tanya Ayudia penasaran


"Saya juga tak tahu, hanya ada inisial DD blanko surat yang dikirim .


Oh ya nak, kakekmu juga menerima surat yang sama.


permasalahan kakekmu di Spanyol juga selesai berkat orang misterius itu" ucap Santiago


"Maksud om?? apa orang itu juga membantu kakek??" tanya Ayudia tak percaya. melihat anggukan Santiago, bibir Ayudia menganga lebar, bagaimana mungkin.


siapa sebenarnya orang itu? Ayudia ingin mengucapkan permintaan terima kasih secara langsung.


"Sergio, keponakan kakekmu dari Alesandro, di penjara, ia terbukti menggelapkan uang perusahaan dan yang parahnya ia terbukti membunuh seorang asisten rumah tangga yang berusaha ia perkosa.


Alesandro, Adik kakekmu juga ikut terlibat, sehingga Alesandro juga di penjara.


parahnya pria itu yang membunuh istrinya sendiri karena kedapatan ingin membunuh Angelo dan istrinya menentangnya. ia takut istrinya memberitahukan pada Angelo sehingga Alesandro membunuhnya.


Kasian Andres mendapati kenyataan itu.


Angelo akan berada di negara itu setidaknya sebulan kedepan untuk menenangkan situasi dan berkabung atas meninggalnya adik iparnya.


Juga akan menuliskan wasiat.


ia akan memberikan beberapa warisan pada keponakannya yang lain dan beberapa kerabat dekat.


Angelo mewariskan perusahaan cabang pada mereka, sementara pada Andres anak kedua Alesandro,, Angelo membukakan sebuah perusahaan musik dibawah naungan Benedito corp, semuanya seperti jalan tol berkat bantuan orang misterius itu" terang Santiago


"Alhamdulillah, aku sempat khawatir pada kakek,nenek juga kedua orangtuaku .


kini aku bisa konsen pada sidang ini" ucap ayudia tersenyum cerah, satu persatu beban hidupnya berkurang.


Siapapun orang itu, Ayudia sangat bersyukur dan berterima kasih.