(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Penyergapan II


Daffi membuka laptopnya dan mulai melakukan aksinya, Jarinya bergerak cepat seakan menari diatas keyboard, ia seperti asik dan tenggelam dalam dunianya, senyumnya tak lama mengembang.


Daffi mulai memadamkan listrik di rumah, jaringan telepon , jaringan satelit di sekitar lokasi vila dalam radius dua kilometer.


Semuanya terlihat begitu mudah bagi Daffi, hanya memerlukan waktu sepuluh menit dan


Booommm


Listrik sudah padam berserta jaringan telepon dan satelit.


Daffi mengangguk tanda semua sudah selesai


itulah keahlian Daffi, hacker.


Seat Daffi sedang beraksi dengan laptopnya Daffa mengeluarkan alatnya, sebuah senapan berisi obat bius dengan reaksi per-sekian detik.


Daffa memamerkan dengan bangga alat yang ia buat sementara Davina terkekeh geli.


Ia meminta Agatha membuka koper yang ia bawa dan Daffa terbengong melihat isinya


"Kau???? menyebalkan" ucap Daffa membuat Davina senang telah membungkam mulut sombong Daffa


"Ingat bocil, diatas langit masih ada langit, apa kau mengerti??"ucap Davina menepuk-nepuk pipi Daffa


"Kau lebih kecil"


"Tenang kakakku tampan, aku tetap akan bekerjasama denganmu. Punya ku berbeda, aku tak memakai obat bius sebagai amunisi" ucap Davina menyeringai


"Maksudmu?" Daffa terlihat bingung


"Racun" bisik Agatha lirih


Daffa menatap tak percaya, namun Agatha mengangguk penuh keyakinan


"Kau harus tahu bahwa organisasi kami spesialis racun" ucap Davina seolah mengatakan hal yang sepele sambil tertawa kecil


"Apa mereka akan mati jika terkena itu???" ucap Daffa bergidik, sementara Daffi seakan tak perduli dengan pembicaraan mereka


"Aku bukan pembunuh. Aku hanya melumpuhkan syaraf mereka" protes Davina


"Dasar devil" dengus Daffa pada adiknya


"Ah u right babe.


Om devil angel " ucap Davina mengedipkan sebelah matanya membuat Agatha dan Davina terkekeh.


Keduanya sama-sama devil


"Kau masih mau menikahi wanita itu om?" tanya Daffi lirih yang diikuti tatapan Daffa dan Vincent penasaran


"Aku terlanjut keracunan cinta Agatha, dia unik" ucap Willy dengan senyum dikulum membuat kedua anak kecil itu ingin muntah.


Ap ayang mereka tahu tentang cewek unik? mereka.baru tujuh tahun. Yang mereka tahu hanya bekerja, makan enak dan bermain.


"Kau akan mati di racun atau mungkin disiksa" ucap Daffa mencibir membuat Willy menelan Saliva nya dengan sulit.


Walau Willy merasa perkataan Daffa benar, ia menolak percaya


"Aku pikir kak Willy akan jadi anak manis dan tidak nakal lagi. Terutama ia pasti menjaga matanya untuk tidak jelalatan. Itu baik untuknya" timpal Vincent cekikikan diikuti Du anak kembar yang sok mengerti itu


"Apa itu doa atau menyumpahi ku?" Dengus Willy kesal.


Ia juga sempat memikirkan itu, dunia penuh warnanya nanti akan berubah.


Apa ia akan cepat tua sat menikah dengan Agatha??


Tapi ia sangat menyukai wanita itu.


Walau terlihat barbar dan genit, Agatha wanita yang lembut dan perhatian.


"Kami mendoakan mu agar tetap hidup sehat setelah menikah" ucap Vincent lagi yang di balas tawa Daffa dan Daffi hingga keduanya memegangi perut mereka


"Adik-adik, apa kalian serius mau ikut dalam penyergapan ini? ini bukan main-main" ucap seorang perwira polisi


"Tentu pak, kami siap" ucap mereka semua serentak karena sadar mereka melakukan kekonyolan di saat genting seperti ini.


Sang aparat hukum hanya mengangguk dengan pasrah.


"Beres, let's play" ucap Daffi setelah selesai dengan pekerjaannya


Sniper mulai beraksi, suasana menjelang senja menjadi momen penting penyergapan seorang pemain lama yang licin seperti belut.


Semua kejahatan Jimmy Chou masih dalam berkas orang di cari oleh kepolisian ataupun interpol.


Pria itu bukan hanya jahat, betis, licik, tapi juga seorang bandar besar.


namun hari ini semua permainan dan kekejian Jimmy harus di akhiri.


Semua penjaga di atas vila sudah di lumpuhkan, Daffa meminta Daffi mengoperasikan tank, ia memegang satu dan Daffi memegang satu.


Dalam waktu singkat mereka sudah melumpuhkan penjaga di depan villa.


Agatha mengisyaratkan team nya maju, membuka jalan mereka masuk dan membersikan line nya.


Dalam sekejap mereka sudah mengamankan para penjaga tersebut


Untuk menghilangkan kecurigaan anggota Agatha berlagak menjadi penjaga di luar.


Kini mereka sudah berada di depan pintu.


Team menyebar menjadi empat kelompok.


Masing-masing di dampingi oleh petugas kepolisian.


Davina dari depan, Vincent dan Daffi dari sisi kanan, Agatha Adan Willy dari kiri mereka mencongkel jendela rumah dan masuk perlahan.


Sementara Daffa dari arah belakang. Rumah itu terkepung, mereka membereskan satu persatu dan merapihkan nya, tanpa suara gaduh.


penegak hukum yang ikut terkagum kagum dengan kinerja team tersebut, tepat, cepat dan rapih.


Bahkan mereka kalah jauh.


mereka hanya bisa membidik satu orang sementara team itu dapat bergerak cepat membidik dan berguling melompat. seperti team ahli yang sangat terlatih di Medan perang. Sehingga hanya dalam beberapa menit para penjaga sudah di lumpuhkan semua


Mereka sudah menyisir rumah, tapi anehnya mereka tidak menemukan keberadaan Jimmy Chou, seakan ada ruangan tersembunyi pada rumah ini.


"Agatha pinta anak buah kita pindai semua sudut dan temukan ruangan tersembunyi itu" ucap Davina lalu berjalan menuju ruang kerja


"Davina?"


" Ikut aku.


aku yakin di ruang kerja" ucap Davina diikuti oleh Daffa


"Daffi kau amankan luar, aku Agatha dan Daffa akan memeriksa dalam" ucap Davina yang tahu keahlian Daffi dalam beladiri kurang


"Baik" ucapnya patuh, Daffi mulai membuka tas nya lagi, ia lalu mulai meretas kamera CCTV di rumah tersebut.


Senyum Daffi mengembang, semua seperti permainan yang sangat mudah , dalam sekejap Daffi langsung menghubungi Davina melalui alat komunikasi yang terpasang. Ia sudah tahu letak kunci ruang rahasia di rumah tersebut.


" De, tombol rahasia ada Di rak buku, baris ke dua pintu rahasianya, tapi hati-hati, mereka empat orang yang masuk, aku yakin masih ada beberapa di dalam sana.


Aku sedang mencoba melihat CCTV di dalam ruangan tersebut"


"Aku mengerti" ucap Davina.


"Kita masuk perlahan" ucap Davina membuka pintu rahasia sedikit.


Sementara Daffa menggunakan drone capungnya lagi.


Seperti dugaan Daffi, ada ruangan luas di bawah sana.


Ini seperti di dalam film action.


Sungguh sepertinya Jimmy terinsipirasi dari film tersebut.


Mereka menembakkan obat bius satu persatu pada penjaga di ruangan bawah tersebut.


ternyata di sana kegiatan pencucian uang Jimmy di lakukan. Terdapat banyak komputer dan beberapa pekerja.


Bahkan transaksi ilegalnya di sana terpusat.


Lantai tersebut sudah dilumpuhkan tanpa membuat kegaduhan, semua di ikat dan di sumpal mulutnya.


sudah sampai sejauh ini Jimmy Chou belum di temukan. Jelas sekali jika mereka melihat Jimmy Chou masuk ke dalam rumah ini.


Apa masih ada ruangan lain dalam villa ini??? atau dalam villa ini ada lantai bawah berikutnya???


sementara di lantai dua hanya ada beberapa kamar dan lantai paling atas berisi sebuah ruangan besar mungkin di pakai sebagai ruang meeting dan kamar pribadi yang luas di duga adalah kamar Jimmy Chou. di lantai paling atas ada kolam renang lengkap dengan bar


Hai....


Gimana Minggu kalian???


semoga terhibur ya, author akan upload dua chapter karena ada waktu senggang.


Jangan minta up banyak ya, author gak sanggup hehehe


karena sulit membagi jam kerja dan menulis.


Untuk yang sudah mendukung author terima kasih ya


karena novel ini sebentar lagi tamat, maka author sedang persiapan novel terbaru yang ceritanya agak-agak mengharukan, mengaduk emosi, pokoknya ikutin terus ya,


terima kasih


pooh