(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Vera


"Sudah mau pulang???" tanya Arjuna melihat Jovanka merapihkan tas nya


"Iya pak kalau boleh, saya juga sudah kenyang hehehe" ucap Jovanka malu


"Ok kamu bisa pulang, kasian pasti ada yang tak sabar menantimu" ucap Arjun menyindir, entah mengapa Arjuna menjadi tak senang, apa iya cemburu??? pada istri orang???


"Astaga pikiran macam apa ini, sudah gila aku menyukai istri orang, sementara di luar sana banyak wanita mengantre untukku, termasuk kakak tiri mantan istriku yang terus saja mendesak menikahi ku, jika bukan karena mama mendesak ku, kau tak akan mau bertunangan dengan wanita penuh topeng itu, menyebalkan" gerutu Arjuna dalam hati, wajahnya langsung berubah kelam jika membayangkan tunangannya


"Pa, bapak marah saya pulang duluan??? maaf ya pak, anak saya sudah menanti, saya gak bisa meninggalkan mereka" ucap Jovanka bagaikan palu menghantam kepala Arjuna, ia makin pusing


"Astaga dia sudah punya anak???? wanita ini??? apa dia mengerjai ku? ah rasanya gak mungkin, beberapa waktu lalu juga ia mengatakan sudah punya anak, hanya aku saja yang tidak menyimak baik-baik.


Bodoh-bodoh, Arjuna loe makan malam sama istri orang yang sudah punya anak, apa kata orang jika melihatnya????"Arjuna sibuk dengan pemikirannya sendiri, terkadang ia berdecak Kesal, menggeleng, alisnya mengkerut berubah-ubah ekspresi


"Apa nih orang???? sehat kaga ??? ekspresinya aneh gitu, mikir apa dia??? dasar manusia aneh" ucap Jovanka lirih karena Arjuna masih melamun


"Pak,.bapak baik-baik aja???"


"Eh iya, maaf, ngomong apa tadi??? oh pulang ya, ok hati-hati di jalan" ucap Arjuna


"Saya masih tunggu pesanan yang di take away untuk anak saya pak, gak apa-apa kan saya tunggu disini???


yang ini saya bayar sendiri, makasih ya pak sudah traktir saya makan”


"Biar saya bayar semua" ucap Arjun kemudian


"Gak usah pak, saya beli untuk anak- anak saya" ucap Jovanka melarang, ia malu jika harus di bayari lagi


"Its ok Jovanka, sudah biar saya yang bayar"


"Baik pak terima kasih banyak" jawab Jovanka malu-malu.


Tak lama kemudian pesanan Jovanka sampai, ia langsung segera pamit karena jam sudah menunjukkan pukul Setengah sembilan malam


Sebelumnya Jovanka sudah memesan taxi online sehingga ia bisa cepat pulang.


Sementara Arjuna masih terdiam di tempatnya


"Anak-anak???, berapa banyak dia punya anak???? sepertinya belakangan ini otakku Belu sehingga tidak bisa mencerna informasi yang ku terima


Arjuna bangkit setelah membayar tagihan makan malam mereka lalu ia segera menuju mobilnya, sebelum pergi, ia mengetik pesan pada Wiliam, memintanya mengirim data Jovanka yang sebelumnya sudah minta ia selidiki


tiba-tiba ponselnya bergetar, telepon masuk


Mama calling......


"Arrgghhh mau apa sih mama telepon terus???" gerutu Arjuna, ia sedang tidak mood meladeni ucapan mamanya yang super super bawel, walaupun ibu tiri, mamanya sangat menyayanginya


"Assalamu'alaikum ma" salam Arjuna


"Wa'alaikum salam nak, sibuk sekali ya sampai telepon mama gak diangkat-angkat" ucap mama tiri Arjuna


"Maaf ma, tadi Arjun meeting penting, hape di silent"ucap Arjun


"Ah baiklah, apa kabarmu nak, ap kamu tidak kangen mama??? ya Tuhan apa kamu sudah melupakan mamamu ini???" ucap Mama tiri Arjun terdengar sedih


"Mana mungkin ma, Arjuna akhir-akhir ini sangat sibuk, kan mau buat cottage di daerah Bali, jadi ya begini deh.


Mama apa kabar?"


"Mama baik-baik saja, hanya merindukan anak mama yang lupa pada mamanya" sindirnya


"Maaa, Arjun bukan lupa tapi sedang sibuk, jangan seperti Arjun anak durhaka.


Arjun sayang mama" ucap Arjun mengeluarkan kata pamungkasnya agar mama tirinya tidak merajuk lagi


"Baik ma, tapi Arjuna gak mau mama undang Aurellia datang, atau Arjun gak akan datang" ancam Arjuna mengingatkan mama nya


"Kenapa sih kalian itu gak pernah romantis gitu???


Bagaimanapun Aurel itu tunangan mu nak.


Buka sedikit saja hatimu untuknya, dia calon istrimu"


"Arjuna gak mau bahas dia ma, lagi pula Aurel kan calon istri yang mama pilih, bukan kemauan Arjun !!!"ucap Arjuna kesal jika teringat ia harus dipaksa tunangan dengan kakak tiri istrinya di saat belum genap sebulan Ayudia menghilang


"Ah ngomong-ngomong Ayudia, Wiliam juga belum mengabarkan informasi terbaru mengenai perkembangan pencarian wanita itu"


"Hallo, hallo kamu masih di sana Arjuna???" panggil Deswita karena tidak lagi mendengar suara Arjuna


"Iya ma" ucap Arjun terkejut


"Kamu bisa-bisanya ditelepon mama malah ngelamun ckckck, pusing kepala mama"


"Maaf ma, Arjun lagi di jalan bawa mobil" ucap Arjuna merasa bersalah


"Oh ya sudah, jangan lupa mama tunggu ya weekend.


Hati-hati dijalan, assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam"


"Semoga saja ulet bulu itu tidak ada ketika aku pulang kerumah, entah mengapa aku tidak pernah suka dengan wanita itu ataupun mama tiri Ayudia


Bisa-bisanya mereka memanfaatkan keadaan secepat itu menggantikan posisi Ayudia tanpa merasa sedih atau khawatir karena Ayudia pergi, sepertinya memang ada yang aneh, aku saja waktu itu terlalu sibuk karena sedang membangun karier dan mengembangkan perusahaan papa, kini aku harus tahu, penyebab Ayudia menghilang, kau takut menghilangnya Ayudia, tak sesederhana yang terlihat." gumam Arjuna. ia memarkirkan mobilnya di basemen apartemen, lalu seger naik lift menuju apartemennya


Baru saja ia hendak membuka pintu, ponselnya berdering lagi, kali ini dari rendy


"Hallo bro, apa apa?" tanya Arjuna to the point


"Sebaiknya loe segera ke club' nya Marcel sekarang juga, kalau gak adik loe bakal buat ulah" ucap Rendy serius


"Siapa adek gue?? Sarah??? apa Vera??"


"Siapa lagi kalau bukan Vera kayanya sih, ah loe liat sendiri bro, adek loe kan kembar, gue sampai sekarang susah bedainnya


"Ah gak pinter loe, gue segera kesana, loe jaga baik-baik adek gue, jangan sampai lecet.


Lecet dikit gue Gibas loe" ancam Arjuna segera menuju lift menuju basemen dimana mobilnya terpakai


"Tenang bro, paling gue *****-***** kwkwkkw" tawa Randy menggema menggoda sahabatnya itu, i tahu jika Arjun akan murka kalau adiknya kenapa-napa


"Loe mau gue pindahin ke Afrika ya!!!" bentak Arjun masih menyetir dengan kecepatan tinggi menuju club' malam Marcel sahabat Arjuna lainnya


Pletaaankk


"Aw, gila sakit kepala gue, geger otak nih" teriak Rendy di ujung telepon


Arjuna tersenyum sinis, ia tahu itu pasti ulah Marcel yang memberi pelajaran untuk mulut lancang Rendy


"Loe tenang aja bro, gue jagain nih pedofil" teriak Marcel di ujung telepon


"Cari mati loe" ucap Thomas sahabat Arjuna yang terkenal pendiam mengomentari kelakuan Rendy, lalu Arjuna memutuskan panggilan teleponnya


Randy memiliki tiga sahabat karib sejak di bangku sekolah menengah, mereka berasal dari keluarga kaya raya seperti dirinya, Marcel anak seorang pengusaha. yang bergerak di bidang hiburan dan restoran, sementara Thomas bergerak di bidang akuntan publik, dan dirinya bergerak di bidang produk makanan, properti, produk balita hingga elektronik, termasuk perusahaan pembuat game-game.ternama bekerjasama dengan beberapa perusahaan asing.


Sedangkan Rendy sebenarnya anak seorang pengusaha pertambangan, hanya saja ia tak pernah serius bekerja, sehingga papa nya mengusirnya dan meminta Arjuna mengajari putranya bagaimana berbisnis agar bisa menjadi pewarisnya kelak.