
Seminggu sudah berlalu.
Sejak Baskoro pulang dari lapas, ia mengurung diri di kamarnya, bahkan makan pun harus diantar ke kamarnya.
Baskoro jarang berbicara, ia hanya duduk di kursi malas memandang taman di samping kamarnya dengan pandangan kosong.
Semua kenyataan yang datang bertubi-tubi membuat batinnya shock.
Terkadang terdengar tangis lirih Baskoro, Vera dan Sarah yang melihat keadaan papa mereka sangat sedih.
mereka tak tahu harus melakukan apa untuk menghibur Baskoro, yang jelas Baskoro tak mau di ganggu, tak mau bicara jika tak perlu, membuat Sarah dan Vera sangat khawatir.
Akhirnya atas kesepakatan semua orang ,mereka mendatangkan dokter psikolog untuk memeriksa kejiwaan Baskoro.
Dokter tersebut memberikan diagnosa awal jika kejiwaan Baskoro terguncang hebat, ia depresi berat sehingga dokter menyarankan membawanya ke rumah alit untuk di periksa lebih lanjut agar mereka tahu penanganan yang tepat untuk kondisinya
Akhirnya semua sepakat membawa Baskoro ke rumah sakit, Baskoro yang awalnya tak mau akhirnya mengalah, ia menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan, sehingga mengharuskan ya di rawat di rumah sakit, namun setelah kondisinya memungkinkan ia meminta di bawa pulang ke rumah.
Angelo sedang mengangguk dan tersenyum melihat sebuah kertas berisi laporan yang di berikan oleh Jack.
Seperti yang di harapkan dari cicit keluarga Benedito, ketiganya berkolaborasi mendukung satu sama lain.
Langkah pertama yang mereka lakukan adalah membatalkan kontrak kerja perusahan kakeknya dengan perusahaan milik Jimmy Chou.
Mereka tak gegabah memutuskan begitu saja kontrak kerja tersebut, mereka mencari kecurangan dan membuat seolah perusahaan milik Jimmy Chou cidera janji, sehingga dalam kontrak pihak pertama berhak memutuskan secara sepihak.
Selama ini kerjasama dengan Benedito corp adalah income yang sangat besar, mengingat hal tersebut juga menaikan saham mereka akibat kerjasama itu.
Perusahaan benedito menggelar peryataan bahwa perusahan mereka sudah tak bekerjasama lagi dengan perusahaan milik Jimmy, dengan cepat berita itu menyebar dan dalam hitungan jam saham milik Jimmi Chou Ancol dan di perparah dengan para investor yang menarik dana mereka di perusahaanya.
Jimmy Chou yang dihubungi oleh asistennya terkejut, ia sendiri yang langsung terbang menuju Portugal karena berfikir Angelo berada di Portugal.
Angelo sengaja menonaktifkan ponselnya agar tidak di ganggu oleh Jimmy Chou
"Kakek sialan itu malah menonaktifkan ponselnya, apa dia mau mati????" teriak Jimmy pada asistennya
"Maaf bos, sepertinya ia sengaja melakukanya, ini semua ulah staf kita mencari untung dengan menurunkan kualitas barang.
Jadi kita tak punya celah untuk menuntun, karena dalam perjanjian tertulis jelas" ucap si asisten lirih
"Silakan, kemana b*j*Ngan itu sekarang, dia membuat perusahaan ku bermasalah lalu pergi
Temukan orang itu, sekalipun harus mematahkan semua anggota tubuhnya aku ingin melihat dia di depan mataku segera!!!!!!"
"Baik bos" ucap asisten tersebut ketakutan.
Orang yang membuat maslaah tersebut baru dua bulan bekerja di perusahaan mereka, karena pengalaman dan kinerjanya luar biasa dalam sebulan pertamanya sudah bisa memenangkan beberapa tender, maka Juan sendiri yang mempromosikannya, tapi siapa yang tahu bahwa pria itu justru orang yang menjerumuskan perusahaanya sampai begini.
Tanpa mereka ketahui, orang itu adalah Daffa yang menyamar, ia menggunakan pil buatan Davina dan melalui koneksi orang mereka Daffa bisa masuk ke dalam perusahaan Jimmy Chou sekaligus Merauke keuntungan.
Terkadang Daffa berganti peran dengan Daffi, tugas Daffi meretas informasi perusahaan dengan kelihaiannya, tak ada yang curiga karena keduanya kembar identik, hanya mata mereka yang sedikit berbeda, namun siapa yang bisa membedakan, terutama karena mereka karyawan baru di perusahaan itu.
Jika ingin menghancurkan seseorang yang berkuasa, maka hancurkan lah sumber pemasukan mereka.
Tanpa uang mana ada kekuasaan.
karena kekuatan dan kekuasaan mengikuti uang!!!.
Daffa dan Daffi harus mengucapkan terima kasih atas usulan Davina, mereka kini mengakui jika saudarinya memiliki otak dan rencana cemerlang.
Semuanya berjalan sesuai rencana mereka.
Jika mereka ingin mengusut dan mencari pelakunya, mereka tak akan pernah menemukanya, karena mereka sesungguhnya adalah Daffa dan Daffi.
Satu perusahaan sudah teratasi, mereka masih harus menangani empat perusahaan lagi, rencana sudah berjalan.
Dalam hitungan Minggu di pastikan Jimmy Chou akan bangkrut.
Baru tiga hari kemudian Angelo menyalahkan ponselnya dan Jimmy Chou menelponnya
"Mister Angelo, anda tidak bisa memutuskan kontrak kerjasama kita, tolong pertimbangkan, kita sudah bekerja selama lebih dari lima tahun" ucap Jimmy Chou memohon
"Sejak awal aku sudah mengatakan, aku benci orang yang curang" ucap Angelo dingin
"Tapi aku tidak melakukanya, itu individu saja.
Aku sudah mencari orang tersebut dan akan ku seret ke depan anda.
Tolong lihat hubungan baik kita.
Saya berjanji akan menaati perjanjian kerja kita"
"Maaf nak, aku sedang tidak dalam mood baik, kita bicarakan lain waktu" ucap Angelo memutuskan panggilan teleponnya.
Angelo tertawa licik di ikuti tiga anak kecil di sampingnya, Ernest yang melihat dari kejauhan menggelengkan kepalanya.
"Iblis tua dan iblis kecil, ya Tuhan, satu iblis tua saja merepotkan dan kini ada penerusnya tiga orang" ucap Ernest menghela nafas
Davina juga tak mau ketinggalan, ia juga menyuruh orang-orangnya bergerak.
Sementara Daffa dan Daffi fokus menjatuhkan perusahaan Jimmy lainnya.
Dalam satu Minggu semua perusahaan Jimmy bermasalah, Perusahaanya di bidang makanan di laporkan karena menggunakan bahan kimia di ambang batas yang di perbolehkan, Perusahaan lainnya di laporkan karena pencucian uang, ada pula yang di laporkan karena penggelapan pajak, dan rumah sakit miliknya di laporkan karena malpraktek.
Jimmy membanting laptop di depannya, ia sangat marah. Dalam beberapa Minggu ia sudah banyak kehilangan uang.
Yang parahnya lagi ia terancam jatuh miskin karena terlibat banyak skandal dan kariernya politiknya di ujung tanduk.
Jimmy menendang dan memukul beberapa orang kepercayaannya, ia tak percaya ia bisa hancur begitu mudah.
Semua perusahaan yang ia susah payah bangun terancam bangkrut.
Satu-satunya yang masih bertahan adalah organisasi yang bawah tanah yang ia miliki.
Beruntung ia tak menginvestasikan semua uangnya, ia pusatkan di dunia bawah tanah karena lebih menjanjikan.
Tanpa Jimmy ketahui, organisasi tersebut juga sedang di susup orang-orang Davina, mereka akan menghancurkan dari dalam.
"Siapa b*j*Ngan yang berani berurusan denganku????
Kenapa aku punya orang-orang tidak kompeten seperti kalian. Kalian semua hanya pandai menjilat, urusan begini saja kalian tak bisa urus, sial" teriak Jimmy emosi
Ratih merasa menggigil, ia untuk pertama kalinya melihat suaminya semarah ini, wajahnya yang bisanya lembut kini terlihat licik dan menyeramkan.
Apakah ini wajah sesungguhnya suaminya?????
Ratih dengan gemetaran berjalan menuju kamarnya, Sania yang melihat mamanya ketakutan terkejut dan langsung memeluk Ratih
"Ma, kenapa ma???
apa mama merasa sakit??" tanya Sania penuh perhatian
"Papamu...
Papamu" ucap Ratih lalu tak sadarkan diri.
Sejak kecelakaan ia tak bisa mendengar seseorang berbicara dengan intonasi tinggi, ia merasa jantungnya deg degan lalu nafasnya sulit, dan kali ini traumanya kembali,
"Maaaaa, mamaaa....
Papa tolong" teriak Sania panik menopang tubuh Ratih yang tak sadarkan diri
"Ratih, Ratih bangunan sayang" ucap Jimmy mengendong tubuh istrinya masuk ke kamar.
"Mama mu kenapa Bisa???
"Tadi mama cum nyebut nama papa sambil menggigil ketakutan, papa membuat mama ketakutan.
Sania saja mendengar papa berteriak kencang" ucap Sania menatap wajah papanya
Jimmy mengusap wajahnya kasar, ia lepas kontrol di kediamannya.
"Sial" maki Jimmy lirih membuat Sania menaikan sebelah alisnya terkejut.
Sepanjang hidupnya baru kali ini ia melihat papanya mengumpat.
"Ah maaf sayang, mama banyak masalah" ucap Jimmy sadar putrinya menatapnya bingung
Setelah di periksa dokter, Ratih di beri obat tidur.
Sania dengan setia menunggu di samping mamanya, sementara Jimmy kembali ke ruang kerja menemui anak buahnya
"Lain kali menyangkut pekerjaan, jangan pernah kalian melapor ke kediamanku.
Cukup beritahu aku, aku akan langsung menuju kediamanku di kota.
Apa ini ada hubungannya dengan keluarga Baskoro???" tanya Jimmy menatap satu persatu anak buahnya
"Tidak bos, sepertinya mereka tenang,
Mereka terlalu bodoh untuk melakukan hal seperti ini.
Lagi pula mereka tidak akan tahu jika ini perusahaan bos, karena semua atas nama orang lain"
"Kau benar Juan.
Orang kuat mana yang pernah ku singgung???
Setahuku aku tak pernah berurusan dengan siapapun setelah aku menjadi wakil rakyat.
Kau bereskan semuanya, aku tak mau ini jadi konsumsi paparazi. Dan satu hal lagi, panggil dokter Adrian.
aku ingin dia yang menangani istriku" ucap Jimmy langsung meninggalkan ruangan tersebut, sementara anak buahnya langsung pergi setelah itu.