(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Penghinaan


Aditya masih berusaha mencerna situasi.


Di depan mereka kini berdiri tiga pengusaha muda sukses yang di gadang-gadang sebagai miliader muda yang kekayaanya akan terus bertambah seiring kesuksesan mereka.


Axel dengan perusahan yang bergerak di bidang teknologi dan elektronik, sementara di sebelahnya Vincent yang memiliki perusahan di bidang informasi dan telekomunikasi dan wanita cantik yang berada di sebelah Vincent lebih multi talent lagi, selain memiliki saham di beberapa perusahaan perdagangan, ia memiliki rumah sakit dan farmasi terbesar di negara ini. Bahkan ia memiliki peusahaan kosmetik juga yang belakangan viral.


Sebuah terobosan baru di bidang kecantikan yang di gadang-gadang yang terbaik, cream anti Anging yang dalam peluncuran perdananya saja menembus angka fantastis, selain itu juga mereka memiliki produk kosmetik lainnya yang digandrungi banyak kau hawa., omsetnya tak terhitung jumlahnya.


Jika saja Aditya tahu kenyataanya bahwa ketiga orang itu hanya tangan kanan anak muda kembar di depannya, ia pasti akan jantungan dan muntah darah.


Memang dari ketiganya, kekayaan Davina lebih diatas kedua kakaknya. Itu karena Davina tidak fokus hanya pada satu bidang.


Jimmy harus menanamkan kesan baik, ia memang sedang mengincar tender yang di buka oleh ketiga perusahan tersebut karena Jimmy memiliki perusahan konstruksi dan perusahaan lainnya yang memungkinkan adanya kerjasama


Perusahaan yang di kira milik Vincent, Axel dan Agatha mereka sedang melebarkan sayang ke berbagai kota besar, bahkan di targetkan akan menempuh pasar internasional, potensinya sangat menjanjikan jika ia bisa menjalin kerjasama, Aditya tak akan khawatir masalah Keuangan.


"Tuan Axel, tuan Vincent, nona Agatha " sapa Aditya ramah, ia sudah sejak lama ingin bekerjasama dengan perusahaan mereka, namun persaingan sangat ketat dan mereka selalu main bersih.


Sulit bagi Aditya menjalin kerjasama jika harus bersaing dengan banyak perusahaan yang menginginkan tender yang di buka oleh ketiga anak muda di depannya ini.


"Siapa anda?" tanya Axel sinis dengan alis mata yang naik satu, kesan angkuh dan meremehkan mendominasi.


"Perkenalkan saya Aditya, saya wakil....."


"Maksud saya siapa anda sampai punya keberanian menegur kami?


Asal Anda tahu, kami tak perduli siapa Anda dan mengapa membuat kegaduhan di rumah sakit ini??


Apa anda sedang cari masalah??" tanya Axel dengan pandangan merendah.


Aditya merasa darahnya mendidih.


Niat hati ingin menyanjung ke tiga anak muda di depannya, namun baru baru mengucapkan sepatah kata , Axel langsung menyemprotnya dengan perkataan tajam dan merendahkan.


Sama sekali tak perduli siapa dirinya.


Aditya mendapat penghinaan yang seumur hidup tak pernah ia dapatkan.


Pria muda di depannya seolah mencoreng mukanya dengan kotoran, Aditya sangat membencinya sampai ke tulang sumsum.


"Anda tidak bisa tak sopan padanya, dia adalah Aditya seorang wakil rakyat, dia aparatur negara" ucap pengacara Aditya mengingatkan


"Aku gak perduli, kalian juga mengganggu kenyamanan fasilitas umum, jika aparatur negara yang baik seharusnya tahu hal dasar itu, terlebih kalian di pilih oleh kami. Rakyat.


Tanpa kami kalian bukan apa-apa" ucap Axel lagi


"Kau, ...." Aditya buru-buru menarik tangan pengacaranya, ia tak mau berurusan dengan ketiga anak muda di depannya.


Saat ini kondisinya sedang tidak stabil, Aditya tak mau mencari musuh., ia lalu mengisyaratkan anak buahnya untuk segera meninggalkan tempat itu, untuk saat ini yang penting adalah mundur dan ia akan kembali untuk pembalasan nanti.


"Aku akan kembali, jika aku masih belum bisa menemuinya sampai besok, maka maaf aku akan membawa hal ini kejalur hukum" ucap Aditya mengancam


"Apa kau berani??? setahuku wanita tua di dalam sana adalah nenek dari pemilik rumah sakit ini, dengan kata lain dia bukan istrimu. Jika kau berani maka lakukanlah.


Aku dan teman-temanku akan menunggumu" ucap Vincent dingin.


Aditya mengepalkan tangannya erat menahan emosinya. Ia tak pernah di permalukan sedemikian rupa seperti sat ini. Kejadian hari ini akan selalu ia lupa dan akan ia balas bekali-kali lipat dengan pembalasan yang lebih menyakitkan dari pada kematian.


Aditya bersama anak buahnya berjalan meninggalkan ruang perawatan VVIP dan masuk ke dalam lift.


Setelah lift Aditya tertutup, mereka semua tertawa senang, Aditya yang berada di dalam lift bisa mendengar tawa mereka.


"Sial, b*j*Ngan, anak yang sombong!!!


aku akan membuat pemuda tadi bertekuk lutut di kakiku, aku akan membuat Axel tak lagi bisa berjalan.


Siapkan rencana lalu bekuk dia.


Siksa dengan cara yang paling keji hingga ia berfikir untuk mati, tapi jangan bunuh dia. siksa obati lalu siksa lagi, sampai aku puas jangan habiskan anak itu" ucap Aditya dengan Majah merah padam.


"Baik bos, kami juga sangat marah, mereka sungguh keterlaluan." ucap si pengacara menimpali


"Sudahlah, ayo kita kembali ke kantor.


Masalah kita masih menumpuk" ucap Jimmy memijit kepalanya yang terasa berdenyut.


Ternyata kedatangan ketiga orang itu ingin melaporkan pekerjaan mereka pada masing-masing bos nya.


Akhirnya setelah berpamitan, pada keluarganya, si kembar langsung menuju ke sebuah ruangan khusus meeting di dalam rumah sakit itu.


Sementara si kembar sedang berdiskusi di ruangan lain.


Di ruang perawatan Samuel datang dengan istrinya dan Mama angkatnya, Ratna.


Ratna datang dengan mata yang memerah dan bengkak, ia langsung menangis begitu melihat keadaan Ratih.


Tempo hari waktu ia bertemu Ratih, Kakaknya itu masih belum siuman dan saat bertemu lagi kondisinya menyedihkan


Sania memberanikan diri mendekati Ratna, ia menenangkan Ratna. Mereka berpelukan.


Ratna juga sudah mendengar jika gadis cantik ini ternyata bukan keponakannya. Ratna sangat menyayangkan karena ia awalnya menduga jika Sania kembaran Sarah, tapi sayangnya bukan.


Hanya satu bapak beda ibu.


setelah Ratna dapat mengontrol emosinya, ia ingin masuk ke dalam ruang perawatan. Di sana masih ada Baskoro yang menatap sendu wanita yang di cintai nya.


Jika itu dulu saat ia belum tahu jika Baskoro menikah sirih dengan bi Atun alias Karen Chou, mungkin Ratna akan kasihan melihat pria yang pernah ia cintai begitu terpukul dengan semua yang terjadi.


Namun sayangnya rasa Kasian dan cintanya menguap untuk Baskoro, walau Ratna tahu bahwa kenyataanya Baskoro di hipnotis, dan di manipulasi pikirannya


Semua itu tak akan pernah terjadi andai saja Baskoro tidak mudah percaya.


Sayangnya Baskoro tak pernah mempercayai istrinya sendiri yang notabenenya adalah pasangan hidupnya, sehingga kejadian di hipnotis dan hancur nya rumah tangga Baskoro dan Ratih murni karena kesalahan Baskoro, karena kunci rumah tangga langgeng adalah "Kepercayaan"


Tatapan mata Baskoro bertemu dengan Ratna saat keluar dari dalam ruangan, Ratna membuang tatapan nya ke arah lain, ia menghindar


Tak ada yang bisa dan ingin ia katakan atau dengar.


Kini Baskoro dan dirinya adalah dua orang berbeda tanpa ikatan apapun, tanpa keinginan apapun.


Jika saat Ratih belum kembali dan Ratna belum tahu kebenarannya, Baskoro pernah melamarnya, Ratna anggap itu tak pernah terjadi.


Baskoro hanya mantan suami kakaknya, dan orang lain baginya.


Walau status Ratih hilang dan dianggap meninggal, namun Baskoro sudah menikah lagi secara hukum dan agama, bisa di katakan Ratih adalah mantan istrinya.


Masalah kedepannya langkah apa yang akan di ambil Ratih, Ratna hanya bisa mendukung sebagai saudari.


Tanpa William dan Willy minta, Ratna tak akan mau memiliki hubungan apapun dengan Baskoro.