(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Putusan Hakim


Sidang putusan berakhir, hakim ketok palu, akhirnya Lia di tetapkan sebagai tersangka dan Lia di jatuhi hukuman tiga tahun, dan denda lima puluh juta, lebih ringan dari tuntutan jaksa, Ayudia dan keluarganya kecewa.


Lia histeris berteriak dan pingsan, walau lebih ringan dari tuntutan jaksa, namun ia tak mau berada di balik jeruji besi.


Ayudia dan Khadijah yang tak merasa puas akhirnya mengajukan banding sekaligus mengajukan tuntutan baru, pembunuhan berencana.


Diluar dugaan semua orang,, Anehnya Jimmy chou benar-benar tak membantunya, entah apa yang terjadi, atau mungkin juga strategi dari pria licik itu.


Ia hanya hanya membebaskan Aurel, dan membuatkan Lia merasakan dinginnya jeruji besi.


Aurel yang ikut hadir dalam sidang itu menatap dingin putusan hakim tentang mamanya.


Aurel menghela nafas berat, ia sedih melihat wanita yang sudah melahirkannya itu terlihat muram dan sedih, namun saat mata mereka bertemu, Aurel bisa melihat tatapan kebencian di sana.


Tadinya Aurel merasa kasihan, namun begitu melihat Lia memandangnya penuh kebencian, hati Aurel membeku, Lia pantas mendapatkan hukumannya, walau batinnya berteriak.


Hidupnya kacau karena ulah Lia, kini ia juga harus melepas impiannya menikah dengan Arjuna karena Arjuna memutuskan pertunangan mereka saat Aurel masuk penjara.


Hal itu merupakan pukulan terberat untuk Aurel.


Aurel mencintai pria itu, bahkan ia rela melakukan apapun untuk bisa menikah dengan Arjuna.


Aurel merasa semua karena Ayudia kembali, jika saja wanita itu tak kembali, tentu Arjuna sudah menikah dengannya.


Yang membuatnya makin kesal adalah, kenyataan bahwa Ayudia kembali dengan tiga anak kembar, musibah yang mendatangkan anugrah untuk Ayudia.


Aurel dan Lia menjebaknya namun entah bagaimana Bellboy itu salah kamar dan malah menaruhnya di kamar Arjuna dan terjadilah percintaan satu malam.


seminggu kemudian Arjuna menikah dengan wanita yang sudah ia tiduri tanpa mereka ketahui satu sama lainnya.


Betapa takdir itu kejam.berputar diantara mereka.


Di sebuah rumah megah nampak dua orang pria dan wanita berbeda usia sedang makan siang.


suasana canggung dan sepi membuat acara makan siang itu seperti orang asing yang di paksa duduk bersamaan dalam satu meja, tapi kenyataannya memang begitu.


Aurel dan papanya adalah dua orang yang belum pernah bertemu, namun memiliki ikatan darah.


Aurel makan siang dengan pria yang menjadi papa kandungnya, tak pernah banyak obrolan yang keluar, sosok pria paruh baya di depannya terlalu sulit di dekati, bahkan oleh Aurel yang notabene nya adalah anak kandungnya sendiri.


Namun Aurel cukup bersyukur pria dingin ini mengeluarkannya dari penjara, Aurel merasa tindakan pria ini beralasan, Aurel takut ada maksud tersembunyi yang mendasari keputusannya.


Jimmy Chou yang Aurel kenal, tak pernah perduli padanya, bahkan di masa lalu saat Aurel ingin bertemu dengannya, ia menolak, jadi apa alasan yang melatarbelakangi ia mau membantu???


Jawabannya mungkin karena pria itu membutuhkan bantuannya.


Aurel merasa dadanya sesak, bagaimana ia memiliki dua orangtua yang bersikap dingin dan acuh tak acuh.


Bagaimana kedua orangtuanya memperlakukan Aurel hanya sebagai alat.


hidup Aurel sudah kelam sejak kecil.


memiliki ibu yang kejam dan memanfaatkannya, lalu memiliki ayah yang dingin dan tak berperasaan.


Itulah mengapa ia merasa iri dengan Ayudia, ia mendapatkan kasih sayang yang lebih dari orang-orang sekitarnya, sementara ia harus mengemis perhatian dan kasih sayang orangtuanya, dengan menyenangkan dan menjilat, Aurel lelah dengan semua itu.


"Apa kau suka tinggal disini???" tanya Jimmy tiba-tiba memecah kesunyian yang membentang antara mereka tanpa menoleh pada Aurel, ia masih fokus makan dengan anginnya, aura dingin dan angkuh terpancar dari tubuhnya


"Suka pa" ucap Aurel datar


"Baguslah, anggap saja rumah sendiri.


Apa kau tidak sedih mamamu di penjara Tiga tahun sementara kau bebas?" tanya Jimmy, membuat tangan Aurel membeku, ia meneliti wajah papanya di depannya, perasaanya buruk mendengar perkataan Jimmy.


sebagai anak tentu saja ia merasa sedih, namun mengingat kelakuan Lia, Aurel memikirkan tak mau salah menjawab Aurel berfikir keras.


"Sedih dan senang" ucap Aurel menundukkan kepalanya. Anggap rumah sendiri??? perkataan Jimmy Chou seperti mengisyaratkan bahwa ia hanya tamu tidak lebih!!!!


"Bagaimana bisa dua perasaan itu ada?"


Jimmy menatap putri sulungnya, walau bagaimanapun anak ini sudah menderita hidup dengan Lia, namun juga merasa jika Lia seperti itu karena ulahnya.


Selama ini ia tak pernah perduli dengan orang lain, sekalipun itu wanitanya, namun Lia menemaninya saat ia kesusahan dulu, dan karena ia yang kala itu tempramental membuat Lia kabur membawa anak dalam kandungannya.


Jimmy memiliki emosi yang berbeda pada ibu dan anak ini.


"Sedih, walau bagaimanapun mama adalah mama kandungku, senang karena berharap dengan begini mama bisa sadar" ucap Aurel lirih.


terlihat Jimmy menaikan sebelah alisnya kemudian tersenyum aneh


"Hahahhaa Aurel, papa kira kamu tidak naif.


bukankah kamu melihat sorot kebencian di mata mamamu saat melihatmu?


Lia tipe orang yang berprinsip mata di bayar mata.


mungkin kau akan membayarnya suatu saat nanti" ucap Jimmy seolah ia bukan papa kandung Aurel


"Aku, aku sudah biasa menerima itu.


sekalipun dia tak pernah bangga pada diriku walaupun aku memberikannya emas sebesar gunung sekalipun" ucap Aurel dengan suara bergetar.


entah mengapa Jimmy merasa kasian pada putrinya itu


Apakah ia sudah tua sehingga sensitif akan sesuatu???


terakhir kali ia selalu saja mengalah pada wanita lain karena seorang anak juga.


Ia melunak dan memaafkan wanita itu walau jelas wanita itu sudah membuatnya sangat marah sampai ke ubun-ubun.


"Nikmati waktumu, aku akan keluar kota selama beberapa Minggu.


berprilaku lah yang baik dan jangan menimbulkan masalah" ucap Jimmy lalu bangkit


asisten kepercayaannya mengangguk


hormat lalu mengikuti Jimmy, tak lama terdengar suara mobil keluar dari halaman rumah, Jimmy pergi.


Jimmy baru saja tiba pagi tadi dan dia langsung pergi begitu saja, hanya makan siang singkat dan mengatakan beberapa kata lalu pergi lagi, Aurel jadi penasaran, kemana pria itu pergi???


Namun terkadang mencoba tak mau tahu lebih baik, karena terlalu banyak tahu akan mengantarkan nyawanya. Aurel tahu dengan jelas, siapa papa kandungnya itu.


Setelah kepergian Jimmy, Aurel melamun di beranda kamarnya,


Aurel masih ingat saat di pusat perbelanjaan ia melihat Arjuna, Ayudia dan ketiga anaknya, darahnya mendidih.


ia selalu membayangkan bisa memiliki keluarga seperti itu. Ia benci pada takdir yang kejam.


Ia hanya ingin hidup normal , punya suami dan anak-anak yang selalu membuatnya tersenyum.


ia merindukan hidup seperti itu, hidup yang tak pernah ia rasakan sejak kecil.


Sementara di kediaman Angelo


Hari ini Ayudia dan Arjuna membawa anak mereka kembali ke kediaman Angelo.


sementara Adhi dan Khadijah memilih tetap tinggal di rumah itu, membiarkan ayu dan Arjuna hidup mandiri.


penjagaan makin ketat di kediaman Angelo, di setiap sudut di pasangi CCTV guna memantau keadaan sekitar.


beberapa bodyguard pun terlihat berjaga, Angelo tak main-main untuk keselamatan cucu tersayangnya.


Seminggu kemudian


Sidang banding pertama pun di mulai.


kali ini pembacaan dakwaan, Lia sangat terkejut mendengar dakwaannya bertambah, pembunuhan terencana


dan dokter yang pernah ia siap hadir sebagai saksi sekaligus tersangka karena menutupi kejahatan Lia.


Pengacara Lia terlihat marah dan memandang kliennya, ia tak percaya wanita ini benar-benar trouble maker.


"Apa yang anda sembunyikan lagi dari saya nyonya ??? jika anda masih menutupi semuanya, saya akan mundur jadi pengacara anda" ucap pengacara Lia kesal


"Tidak ada, mereka memfitnahku" ucap Lia gugup


pengacara tersebut menatap tajam wanita paruh baya itu, ia sedikit menyesal mau membantu dalam kasusnya


Jika bukan karena di tekan, ia tak Sudi terlihat dalam kasus yang jelas-jelas wanita itu yang salah.


Kini ia hanya bisa mencoba meringankan hukuman wanita itu.


setelah sidang selesai, pengacara itu terlihat menghubungi seseorang


"Kasusnya bertambah.


ya .mereka banding.


kini wanita itu terlibat kasus pembunuhan berencana. aku tak tahu apa lagi yang akan terjadi nanti.


Tidak, tidak bisa, karena ini masalah berat.


aku cuma bisa mencoba meringankan hukumannya.


Anda tenang saja pak.


Baik, terima kasih" ucapnya langsung menutup panggilan telepon,. wajahnya terlihat kesal dan kelelahan, ia segera meninggalkan pengadilan.


Sementara seseorang sejak tadi menguping pembicaraan mereka, ia hanya bisa mendengar ucapan pengacara tersebut dan tak bisa mendengar ucapan lawan bicaranya, tapi ia yakin pengacara itu bekerja untuk orang lain, untuk membantu Lia.


"Sepertinya akan semakin menarik" ucap pria tersebut tersenyum sinis lalu meninggalkan pengadilan menuju sebuah mobil sport keluaran terbaru dan langsung tancap gas


Sementara Ayudia dan pengacaranya terlihat tersenyum puas, mereka untuk sementara di atas angin.


Ayudia langsung kembali ke kediamannya dengan pengawalan ketat,


Khadijah dan Adhi terpaksa menyusul Angelo karena pria tua itu tak menghubunginya, ia yakin situasi di Spanyol tidak baik. Sementara Ayudia dilema ikut atau tidak, namun Khadijah meyakinkan putrinya untuk menyelesaikan permasalahan disini, ia sendiri yang akan menyusul Angelo dan Ernest bersama Adhi.