TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN

TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN
Ancaman


Kesokan paginya Dini bangun dari tidurnya dia melihat kearah tempat tidur, terlihat Rendi masih tertidur, Dini pergi ke kamar mandi untuk membersikan diri, setelah selesai Dini turun ke dapur menyiapkan sarapan untuk suaminya. Setelah selesai Dini naik ke kamar bersiap-siap untuk berangakt ke kantor tak lupa dia menyiapkan air dan pakaian untuk suaminya.


"Bangunkan atau tidak ya??" Batin Dini sambil melihat kearah Rendi,


"Ah bodo amat, biarkan saja dia tidur" Dini melangkah pergi, setelah sampai di depan pintu kamar Dini berhenti "kalau aku tidak bangunkan dia, sebentar dia marah gimana??, ah bangunkan saja dia mau bangun atau tidak terserah dia yang penting aku sudah mencoba membangunkannya" kata Dini.


Dini berjalan mendekati tempat tidur dan memberanikan Diri untuk membangunkan Rendi.


"Tuan...tuan sudah pagi" panggil Dini,


"Hmmm" jawab Rendi


"Maaf taun saya sudah menyiapkan air mandi, baju dan juga sarapan buat tuan, saya izin kekantor tuan" ucap Dini sambil melangkah pergi.


"Tunggu.." Rendi bangun dari tidurnya dan duduk di samping tempat tidur, "kamu mau berangkat naik apa??? tanya Rendi,.


"Naik taksi tuan" kata Dini sambil melangkah pergi "hey" Dini yang ingin melangkah pergi jadi terhenti dan melihat kearah Rendi.


"Kamu itu jangan dekat-dekat amat dengan laki-laki di kantormu!!"


"Memangnya kenapa tuan??" "apaan ini dia mulai melarangku dan lihat wajahnya itu apa dia tidak bisa tersenyum, dasar kulkas" batin Dini


"Kamu itu istri saya jadi harus menjaga nama baik saya" kata Rendi lagi yang terlihat sedikit marah.


"Lo kita menikah kan tau cuma keluargamu, dan orang-orang di kantormu pun tak tau kalau saya sudah menikah" jawab Dini kesal "


"ah dia ada betulnya kita menikah kan cuma keluargaku yang tau, kenapa saya harus marah dia dekat-dekat dengan laki-laki lain?? aaah saya kenapa sih?? " batin Rendi yang terus melihat ke arah Dini dengan tatapan dinginya, Dini yang melihatnya pun merasa gugup.,


"Waduh apa sih yang sudah kamu ucapkan Dini..., tu kan dia mulai marah" batin Dini sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Terserah kamu saja, tapi kalau sampai papa saya tau habis kamu" ancam Rendi dan berjalan masuk ke kamar mandi.,


"iidiih lagi-lagi mengancam" kata dini pelan sambil berjalan keluar. Taksi pun tiba Dini masuk dan taksi melaju meninggalkan rumah tuan Rendi, beberapa menit kemudian Dini pun sampai.


"Hay Din,,, lo kamu kenapa??, pagi-pagi ko sudah melamun??" tanya Ayu


"Tuh manusia kulkas lagi-lagi dia mengancamku" kata Dini kesal "hhaa manusia kulkas siapa sih?? sini biar aku pukul kepalanya, berani-beraninya dia mengancam sahabatku" kata Ayu yang juga ikut kesal,.


"Siapa lagi kalau bukan suamiku"jawab Dini singkat. "Apa tidak salah kmu menyebut suamimu manusia kulkas??" "ya iyalah, memang tampanya begitu ko", Ayu yang mendengar pun terkejut.


"Ah aku tarik kembali kata-kataku yang ingin memukul kepalanya" kata Ayu sedikit khawatir sementara Dini yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya bisa tertawa.


"Eh iya Din kenapa dia mengancammu?? pasti kamu buat kesalahan kan?? mana mungkin tidak buat kesalahan kemudian dia mengancammu" tanya Ayu penasaran.


"Katanya aku tidak boleh dekat-dekat dengan laki-laki lain dia bilang aku harus jaga nama baiknya" kata Dini,.


"Ah mana mungkin, memangnya dia ngapain datang kesini"jawab Dini,


"Bisa jadi Din, buktinya kita pernah bertemu dia di depan Lift" kata Ayu meyakinkan. Dini yang mendengarnya pun sedikit berpikir,,


"Kamu ada benarnya juga, tapi dia ngapain kesini??" Dini penasaran. "Ya mana aku tau" kata Ayu sambil mengangkat kedua bahunya.


"Sebenarnya suamimu itu bekerja dimana sih"tanya Ayu penasaran,. "aku pun tak tau" jawab Dini 'iss apaan sih kenapa kita membahas dia sih" sambung Dini "kamu yang memulainya ko" jawab Ayu enteng "ya sudah kita kerja sekarang jangan sampai ibu Dewi melihat kita pasti kita akan ke nah marah" kata Dini sambil berjalan menuju meja dimana dia bekerja dan Ayu pun Begitu,.


Tring hp Dini berbunyi tanda satu pesan masuk, Dini yang medengarnya mengambil hpnya dan melihat pesan yang masuk.


"ingat jangan berani-beraninya dekat dengan laki-laki di kantormu, kalau sampai saya mengetahuinya awas kamu"


"Apa-apaan ini?? dia pikir aku ke kantor cuma mau dekat-dekat dengan laki-laki lain apa, dasar menyebalkan" kata Dini pelan, Ayu yang berada di dekatnya mendengar apa yang di ucapkan Dini. "ada apa Din?? tanya Ayu "eh yu tidak ada apa-apa ko" jawab Dini berusaha tersenyum, "ya sudah lanjutkan pekerjaanmu" kata Ayu.


Dirumah terlihat Rendi telah selesai bersiap-siap dan turun kebawah menuju meja makan. Setelah selesai sarapan Rendi berangkat ke kantor diluar sudah terlihat Bima membukakan pintu mobil untuk tuan Rendi, mobil melaju meninggalkan kediaman Rendi, setelah beberapa menit di perjalanan mereka tiba dikantor. Rendi berjalan menuju ruangannya sementara Bima terus mengikuti langkah tuan Rendi, terlihat para karyawan memberikan salam kepada tuan Rendi, tapi seperti biasanya dia tidak membalas sama sekali. Setelah sampai di ruangannya Rendi pun duduk di meja kerjanya sementara Bima masih berdiri di depan mejanya.


"Bim bagaimana keadaan Dedis" tanya Rendi sambil melihat-lihat berkas yang hendak di tanda tangan,.


"Besok Dendis akan dioprasi tuan, dan pihak rumah sakit meminta persetujuan dari keluarga". Jawab Bima. Rendi yang mendengarnya pun hanya diam dan terus sibuk menandatangani beberapa berkas.


"Maaf tuan, apakah nona muda yang akan pergi?? Tanya Bima lagi


"Tidak. Batalkan semua kegiatan untuk besok, saya akan berangkat besok" " saya tidak salah mendengarnya kan, tuan rela membatalkan semua kegiatan besok demi adik iparnya?, semoga tuan sudah bisa menerima nona muda dan juga adiknya" batin Bima sambil tersenyum,


"Ko diam Bim",. "baik tuan saya akan membatalkan semua kegiatan besok" jawab Bima.


Beberapa menit kemudian terlihat beberapa karyawan berbisik-bisik entah apa yang dibicarakan. Dini yang melihatnya pun merasa heran dan hendak bertanya kepada Ayu.


"Yu apa yang terjadi sambil melihat kearah beberapa karyawan, Ayu yang melihatnya paham apa yang dimaksut Dini.


"Owch itu, tuan muda kedatangan tamu penting," jawab Ayu pelan,


"Owch gitu, aku pikir terjadi sesuatu" jawab Dini santai sambil melanjutkan pekerjaannya.


"Bim apa yang terjadi di luar ko berisik baget?? tanya Rendi, "tidak tau tuan"., "pergi katakan kepada mereka jika mereka tidak diam saya tidak akan segan-segan untuk memecat mereka" perintah Rendi yang sudah terlihat marah.


"Baik tuan" jawab Bima dan melangkah pergi, Bima membuka pintu betapa terkejutnya dia melihat seseorang sudah berdiri didepan pintu,.


"Terimah kasih telah membukakan pintu", Rendi yang mendengar suara itu pun berdiri dan melihat kearah pintu dan betapa terkejutnya setelah melihat siapa yang datang.


"Kamu...??" kata Rendi.


"Hay kak jangan lupa like dan komennya pada episod yang kalian sukai"😍😘😘