TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN

TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN
08


"Ya udah sayang, sekarang kita keatas ya, kamu harus istrahat agar cepat sembuhnya" ucap Rendy yang dibalas anggukan dari Dini, mereka pun melangkah menuju kamar tak lupa Rendy menyuruh Bi Ina untuk membawahkan makanan di atas.


"Sayang kamu, duduk dulu atau mau rebahan??" tanya Rendy ketika sampai di kamar


"Aku mau rebahan saja, sambil tunggu Bi Ina mengantarkan makanan" jawab Dini


"Baiklah, sini aku bantuin",ucap Rendy sambil membantu Dini naik ke atas tempat tidur


"Sayang, aku mau mandi dulu, setelah itu baru kita makan" ucap Rendy sambil melangkah pergi sementara Dini sibuk memainkan hpnya.


Setelah selesai membersikan Diri dan Menganti pakaian Rendy menghampiri Dini


"Lo sudah tidur rupanya" ucap Rendy setelah melihat istrinya sudah tertidur dengan hp yang masih terus digegamnya


Cup


Rendy kembali mengkecup kening kening istrinya dan mengambil hpnya dan menyimpan ya diatas meja dekat tempat tidur.


Tok tok


"Masuk" ucap Rendy setelah mendengar suara ketukan pintu


Tak lama kemudian Bi Ina masuk dengan membawa makanan dan juga susu buat nona muda


"Maaf tuan, makanan ya sudah siap" ucap Bi Ina


"Sini Bi, letakan Disini" perintah Rendy sambil menunjukan meja yang berada didekat tempat tidur.


"Baik tuan" jawab Bi Ina lalu melangkah menuju meja yang dimaksut tuan muda untuk menyimpan makanan.


"Owch iya Bi, sebentar untuk makan malam Bi Ina masak lebih ya!!, soalnya Rany dan Bima ikut makan disini" ucap Rendy


"Baik tuan, jika tidak ada lagi saya pamit tuan" ucap Bi Ina


"Ya sudah kamu boleh pergi" ucap Rendy dan Bi Ina pun melangkah keluar dari kamar taun Rendy tak lupa pula dia kembali menutup pintu.


"Bangunin, atau ngak ya??, ah bangunin saja kan dia belum makan" batin Rendy sambil melihat istri kecilnya yang terlelap


"Sayang, sayang bangun ni makanannya sudah ada, di makan dulu habis baru lanjut tidurnya" ucap Rendy sambil mengelus-ngelus pipi istrinya yang membuat Dini terbangun dari tidurnya.


"Eh sudah selesai ya?" tanya Dini setelah membuka matanya dan melihat Suaminya sudah berada di dekatnya


"Iya sayang, ni makan dulu nanti keburu dingin makanannya" ucap Rendy, Dini pun bangun Dari tidurnya


"Biar aku suapin ya" ucap Rendy sambil memberikan satu suapan makanan


"Aku bisa sendiri ko" ucap Dini sambil mengunya makanan yang telah disuapi suaminya


"Biar aku saja, kamu kan lagi sakit" ucap Rendy lagi, Dini pun mengalah, membiarkan suaminya meyuapinya.


"Ni di minum susunya" ucap Rendy sambil memberikan gelas susu kepada Dini dan Dini mengambilnya dan langsung meminum susu yang diberikan suaminya


"Kapan Rany datang??" tanya Dini sambil memberikan gelas kepada Rendy


"Mungkin Sore, setelah selesai kuliah dia kesini, aku juga sudah menyuruh Bi Ina memasak makan malam lebih karena Rany dan juga Bima akan ikut makan malam disini


"Tumben Bima juga ikut?" ucap Dini heran karena tidak seperti biasanya Bima ikut makan malam biasanya kan dia setelah mengantar mereka langsung pulang.


"Iya sayang, Dia kan yang menjemput Rany dan mengantarnya pulang otomatis dia ikut makan disini dan menunggu Rany pulang.


"Owch gitu, emangnya Rany tidak tidur disini??" tanya Dini lagi


"Tidak sayang, Rany harus pulang dia ada kuliah pagi, kalau dari sini kampusnya cukup jauh ditambah dia malas bangun pagi takutnya telat kekampus jika dia tidur Di sini" ucap Rendy


"Tapi lain kali biarkan Rany tidur disini ya??" ucap Dini


"Iya sayang, nak kamu jangan nakal ya, jadilah anak yang baik dan patuh kepada mama dan papa" ucap Rendy sambil mengelus ngelus perut istrinya


"Emangnya dia sudah bisa mendengarnya??" tanya Dini sambil melihat suaminya yang terus mengelus perutnya yang baru berusia satu bulan


"Bisa jadi kan dia mendengarnya" jawab Rendy lagi. Setelah lama berbincang-bincang mereka pun tertidur sambil berpelukan.


****


"Sayang ko Ranynya belum juga datang?? ini kan sudah magrib dan lihat diluar mendung lo sepertinya akan turun hujan" Ucap Dini setelah melangkah melangkah mendekati suaminya yang duduk di ruang keluarga.


"Lo kenapa tidak memanggilku" ucap Rendy yang melihat istrinya turun sendiri


"Ngak apa-apa, aku sudah bisa sendiri ko",ucap Dini sambil duduk disamping suaminya


"Lain kali kalau mau turun pangil aku ya??",ucap Rendy yang khawatir istrinya akan jatuh karena kondisinya yang masih lemah. Yang langsung Dini dengan anggukan karena Dini tau jika dia membantah takutnya suaminya marah.


"Oh iya apa tadi yang kamu tanyakan??" tanya Rendy lagi yang tidak terlalu jelasendengar apa yang diucapkan Dini


"Rany masih mampir di toko buku, sedikit lagi mereka datang ko" ucap jawab Rendy


"Tuh kan sudah hujan," ucap Dini yang melihat diluar sudah turun hujan yang lumayan Deras


"Tidak perlu khawatir Bima kan ada, dia pasti akan menjaga adik iparmu dengan baik" ucap Rendy sambil tersenyum berharap istri kecilnya tidak khawatir walaupun sesungguhnya dia juga mulai khawatir.


Dreeng treng suara petir berbunyi dengan cukup keras


"Aaaaaaaa, teriak Dini sambil menutup kedua telingganya, Rendy yang mendengarnya pun langsung memeluk tubuh istrinya


"Aku takut" ucap Dini dengan tubuh yang Mulai bergetar karena takut


"Tidak apa-apa aku ada Di sini" ucap Rendy sambil terus memeluk Dini


"Sebenarnya apa yang terjadi sehingga dia begitu takut dengan suara petir, sampai-sampai tubuhnya bergetar karena takut" batin Rendy yang ikut merasakan tubuh istrinya yang gemetar


Setelah beberapa menit sebuah mobil memasuki halaman rumah Tuhan Rendy yang langsung disambut beberapa pelayan


"Selamat datang nona" sapa beberapa pelayan yang berada di depan pintu. Rany hanya tersenyum kearah pelayan dan masuk kedalam rumah


Diruang keluarga


"Maaf tuan sepertinya nona Rany sudah datang" ucap Bi Ina setelah menghampiri Rendy dan juga Dini


"Owch iya, makasih ya Bi" ucap Rendy


"Iya sama-sama tuan" jawab Bi ina dan berlalu pergi


"Sayang kamu tunggu disini ya!!, aku melihat Rany dulu" ucap Rendy sambil berdiri


"Ngak, aku ikut" ucap Dini yang ikut berdiri


"Apa sudah baikan??" tanya Rendy


"Iya, hujan ya kan sudah Redah" jawab Dini, mereka pun melangkah menghampiri Rany.


"Hay kak" sapa Rany sambil memeluk Dini


"Kenapa lama datangnya, kakak khawatir lo" ucap Dini yang masih berpelukan


"Maaf ya sudah membuat kaka khawatir, habisnya tadi Rany harus ke toko buku dulu" ucap Rany sambil melepaskan pelukannya


"Iya ngak apa-apa, yang penting kamu baik-baik saja" ucap Dini


"Hey kakak tidak dipeluk juga" ucap Rendy


"Ngak, Rany hanya ingin memeluk kak Dini" ucap Rany santai


"Owch gitu ya jadi sekarang, sudah punya kakak baru kakak lama dilupakan" ucap Rendy bercanda


"Bisa jadi seperti itu" jawab Rany lagi sambil tertawa dan Dini pun ikut tertawa


"Ya sudah kita makan dulu ya, pasti kamu sudah lapar, tuh Bi Ina sudah masak banyak lo" ucap Dini


"Benarkah??" tanya Rany


"Iya, owch iya sayang, pangil Bima ikut makan!!" perintah Dini sambil berjalan menujuheja makan


"Kak Bima juga ikut makan??" tanya Rany


"Iya Ran, dia kan belum sempat makan karena mengantar mu kesini dan juga dia akan menunggumu" ucap Dini sambil menarik satu kursi dan mempersilakan Rany duduk.


Tak lama kemudian Rendy pun datang diikuti dengan Bima dari belakang


"Silakan Bim," ucap Dini sambil tersenyum


"Maaf merepotkan nona" ucap Bima" sambil ikut duduk disamping Rany karena bertepatan kursi dimeja makan hanya 4 terpaksa Bima harus duduk didekat Rany


"Tidak apa-apa, aku senang ko bisa makan bareng" ucap Dini sambil mengambilkan makanan untuk suaminya,


"Bim, kamu antar Rany pulang ya sebentar" perintah Rendy


"mm..b..baik tuan" ucap Bima sedikit terbata-bata, Rendy pun merasa heran tidak seperti biasanya Bima Bicara terbata-bata


"Ran, kamu sakit ya??" tanya Dini yang melihat wajah Rany berubah menjadi merah merona


"Oh tidak kak, Rany baik-baik saja ko" jawab Rany sambil melihat kearah Dini, iya Rany tidak pernah melihat kearah Bima ketika Bima dan juga Rendy datang


"Ada apa dengan mereka berdua???" batin Rendy yang semakin heran dengan perubahan sikap Adiknya dan juga sekertaris pribadinya.


"hay kak😊, jangan lupa vote😁, like dan juga komennya agar author semangat buat ceritanya😉, oh iya makasih ya, yang masih setia membaca, semoga suka dengan ceritanya😁😘