
Setelah selesai membersikan diri dan Menganti pakaian, Rendy berjalan menujuh tempat tidur, sementara Dini masih tetap duduk diam disofa entah apa yang sedang dia pikirkan.
"Ngapain masih duduk di situ??" ucap Rendy sambil duduk disamping tempat tidur
Dini yang mendengarnya pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menujuh kamar mandi. Setelah membersikan Diri dan mengganti pakaian Dini berjalan menuju meja rias
"Sayang" pangil Dini sambil memakai beberapa krim malam
"Hmmm" jawab Rendy sambil memainkan hpnya
"Bagaimana kabar adik saya?, apa dia baik-baik saja??" tanya Dini sedikit khawatir sambil melihat Rendy dari pantulan cermin.
"Hmmm" jawab Rendy lagi yang masih fokus dengn hpnya
"Hmmm doang jawabanya, mana mungkin aku bisa tau maksutnya" batin Dini kesal
Dini berjalan menuju tempat tidur dan mengambil bantal dan selimutnya, Dini kembali tidur dilantai yang beralaskan karpet.
"Aku harus cari tahu sendiri, berharap dia bemberitahunya sampai tahun depan pun dia takan pernah memberitahu ku" batin Dini sambil tidur di lantai yang beralaskan karpet
"Siapa yang mengizinkanmu tidur di lantai??" tanya Rendy yang melihat istrinya itu kembali tidur dilantai,.
"Apa lagi maunya sih" batin Dini sambil bangun dari tidurnya
"Terus saya tidur dimana??" tanya Dini polos
"Dasar anak ini, dia benar-benar tidak tau atau pura-pura tidak tau sih," batin Rendy kesal
"Mulai dari sekarang sampai seterusnya kamu harus tidur bersamaku" Perintah Rendy
"Sabar Dini, kamu turuti mau manusia kulkas ini untuk sementara, jika sudah menemukan Denis jangan harap aku mengikuti Maumu, saya akan pergi jauh dari kehidupan yang penuh dengan aturan ini" batin Dini
"Baiklah" jawab Dini singkat
Tok tok
"Maaf tuan, saya ingin mengantar makan malam tuan dan nona muda" ucap Bi Ina dari balik pintu
"Masuklah" jawab Rendy santai, setelah mendengar perintah dari tuanya Bi Ina pun membuka pintu dan masuk untuk meletakan makanan di atas meja, setelah selesai bi Ina pun pamit keluar
Rendy dan Dini berjalan menuju meja makan, Setelah selesai makan seperti biasanya Dini mengantar sisa makanan didapur.
"Bi Saya simpan disini ya," ucap Dini sambil meletakan sisa makanan dia atas meja makan
"Maaf nona, saya lupa untuk mengambilnya" ucap Bi Ina
"Iya nona" jawab Bi Ina.
"Dari mana??" tanya Rendy yang melihat Dini masuk
"Mengantar sisa makanan ke dapur" jawab Dini sambil berjalan menuju tempat tidur
"Lain kali kamu tidak perlu melakukan itu, biarkan Bi Ina yang melakukannya" perintah Rendy,
"Baiklah" jawab Dini sambil berbaring ketempat tidur begitu juga dengan Rendy
"Sekarang tidurlah", ucap Rendy sambil menarik Dini kedalam pelukannya,.
"Sayang jangan terlalu erat saya susah nafasnya" ucap Dini yang merasakan Rendy memeluknya terlalu erat,
"Maaf sayang"ucapa Rendy sambil melonggarkan pelukannya, tak perlu memerlukan waktu lama Rendy dan Dini pun tertidur.
****
Keesokan paginya Rendy terbangun dari tidurnya, Sementara Dini masi tertidur pulas sambil memeluk suaminya
"Dia tetap cantik walaupun sedang tidur" batin Rendy sambil memegang wajah Dini pelan.
Cup
Satu kecupan mendarat di bibir mungil Dini, Dini yang merasakannya pun terbangun dari tidurnya sambil mengucek-ngucek matanya agar penglihatannya jelas,.
"Selamat pagi sayang, Maaf telah membangunkanmu" ucap Rendy sambil memeluk pinggang istrinya
"Aduh apa dia tidak terlalu dekat??" batin Dini karena melihat wajah Rendy sanagt dekat dengannya sampai-sampai dia merasakan merasakan hembusan nafas Rendy.
"Kalau dia begini dalam waktu lama bisa-bisa jantuku akan copot" batin Dini lagi karena merasakan dekat jantungnya tidak beraturan jika berada didekat Rendy,
"Sayang, saya siapkan air mandimu ya" ucap Dini pelan berharap Rendy akan menyetujuinya.
"Tetaplah seperti ini" ucap Rendy sambil meletakan kepalanya di dada milik Dini
"Apa yang dia lakukan, ini akan membuat jantungku benar-benar mau copot" batin Dini sementara Rendy tersenyum nakal karena dia sangat merasakan detak jantung Dini yang begitu cepat.
"Saya akan membuatmu menyukaiku, seperti saya menyukaimu" batin Rendy
Beberapa menit kemudian Dini terkejut karena Rendy mulai mencium lehernya dan meninggalkan beberapa bekas merah dilehernya, Rendy kembali mencium bibir mungil istrinya yang lagi-lagi membuat Dini terkejut, tapi lama kelamaan Dini pun menikmati ciuman suaminya, Rendy mulai memasukan tangannya kedalam baju kaos milik Dini, Rendy kembali meremas P*****h milik Dini, Dini yang merasakannya pun berusaha menjauh dari tubuh Rendy tapi semua usahanya gagal karena Rendy memeluknya dengan erat,.
"Sayang, bolehkah aku melakukannya sekarang??" tanya Rendy sambil melihat kearah Dini