
Di Kampus
Terlihat Rany asik bercerita dengan beberapa sahabatnya sambil berjalan menuju area parkiran,.
"Oh my god, ganteng baget" ucap salah satu sahabat Rany yang melihat seseorang yang berdiri disamping mobil keluaran terbaru, seketika membuat Rany dan juga kedua sahabatnya ikut melihat kearah dimana pria itu berada,
"Kak Bima??" ucap Rany ketika melihat pria itu yang tidak lain adalah Bima yang sebentar lagi akan menjadi suaminya, Bima yang mendengarnya pun melihat kearah suara yang sangat dihafalnya sambil memberikan senyuman yang menurut Randy dan para sahabat nya itu senyum paling termanis yang pernah mereka lihat.
"gays lihat dia tersenyum kearahku" ucap Rika salah satu sahabatnya
"Ah geer baget lo, kak Bima itu tersenyum kepada Rany bukan pada kalian" ucap santy yang merupakan sahabat Rany juga
"Oh my god, kenapa dia terlihat sangat tampan, kenapa baru sekarang aku menyadarinya sih" batin Rany yang terus melangkah menghampiri Bima dan tentunya diikuti oleh para sahabatnya
"Hay kak Bima" sapa ketiga sahabat Rany secara bersamaan sambil memberikan senyum yang sangat manis kepada Bima
"Hay" jawab Bima sambil membalas senyum sahabat Rany yang sebentar lagi akan menjadi istrinya
"Aku pikir papa yang akan menjemput ku" ucap Rany kepada Bima
"Tidak nona, tuan dan nyonya yang menyuruh saya menjemput nona" jawab Bima sambil tersenyum
"Gays aku duluan ya, sudah ngak usah dilihatin terus nanti kak Bima malu" ucap Rany sambil masuk kedalam mobil yang sudah dibukakan oleh Bima
"Isss dasar, kak Bima saja ngak masalah tuh" ucap ketiga sahabatnya itu
"Ah bodo, sudah sana pergi" ucap Rany yang melihat ketiga sahabatnya melalui jenjela mobil
Bima hanya bisa tersenyum melihat tingkah calon istrinya itu dan ikut masuk kedalam mobil lalu mobil melaju meninggalkan ketiga sahabat Rany yang masih berdiri melihat kepergian mereka.
Rany hanya diam dan terus menatap lurus ke jalan, Bima yang melihatnya pun memberanikan diri untuk bertanya
"Kamu kenapa???" tanya Bima sambil sesekali melirik kearah Rany
"Ngak kenapa-kenapa ko" jawab Rany dengan raut wajah yang sulit ditebak, (dimana lagi dia mewarisi kebiasaan itu kalau bukan kepada kakanya yang terkenal dingin ituš¤ )
"Kamu kenapa???, apa aku membuat kesalahan??" tanya Bima lagi,
"Ngapain kak Bima senyum-senyum ke sahabatku coba" ucap Rany cemberut
"Oh ternya dia cemburu, ah imutnya" batin Bima sambil tersenyum
"Kamu cemburu ya??" tanya Bima yang membuat Rany salah tingkah
"Ah ma..na ada aku cemburu" ucap Rany sedikit terbata-bata
Bima hanya tersenyum mendengar jawaban dari Rany yang nyatanya dia tau jika saat ini Rany sedang cemburu
"Tenang saja aku tidak akan tertarik kepada siapapun, aku kan sudah punya kamu" ucap Rendy sambil mengenyam tangan Rany dan tangan satunya terus mengendalikan setir,
"Benarkah??" tanya Rany memastikan
"Iya sayang" jawab Bima yang masih setia mengenggam tangan Rany, Rany yang mendengarnya pun merasa bahagia dan mulai tersenyum
"Mau langsung pulang atau mampir makan dulu??" tanya Bima sambil fokus menyetir
"Terserah kak Bima saja" jawab Rany sambil membalas beberapa chat dari temannya
Beberapa menit kemudian mobil berhenti didepan sebuah Restoran yang cukup besar dengan dekorasi yang sangat cocok untuk Sepasang kekasih
"Kita sudah sampai" ucap Bima sambil membuka sabuk pengaman
"Emengnya kita sampai dimana?? Tanya Rany sambil melihat kearah jendela
"Udah ikut saja, tadi katanya terserah aku" ucap Bima sambil turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Rany
"Lain kali biar aku saja yang buka" ucap Rany sambil keluar dari mobil
"Kenapa??, bukannya ini kulakukan sudah cukup lama, atau karena aku sekarang calon suamimu ya" goda Bima
"Tau ah" ucap Rany sambil Masuk kedalam Restoran sementara Bima mengikuti langkah Rany sambil tersenyum karena lagi-lagi dia berhasil menggoda Rany yang sebentar lagi akan menjadi istrinya
"Mau makan apa sayang???" tanya Bima sambil melihat menu makanan
"Ah kenapa dia selalu memanggilku sayang, jantungku rasa-rasanya mau copot tempatnya" batin Rany
"Sayang mau makan apa??" tanya Bima lagi sambil melihat kearah Rany
"Nasi goreng saja ka" jawab Rany
"mbaa nasi gorengnya dua dan juga es teh" ucap Bima sambil memberikan daftar menu kepada pelayan
"Kak Bima tidak tanya aku mau minum apa??" tanya Rany
"Tadi kan aku sudah pesan es teh, itu kan minuman kesukaan mu" ucap Bima sambil tersenyum
"kak Bima tau kalau aku suka minum es teh??" tanya Rany serius
"taulah" jawab Bima sambil terus memandang wajah Rany yang membuat Rany salah tingkah
"Ah kak Bima jangan lihatin aku terus" ucap Rany sambil menunduk karena malu
"Kenapa??, ngak boleh ya memandangi wajah calon istri sendiri" ucap Bima yang lagi-lagi mbuat Rany jadi salah tingkah
"Ternyata kak Bima begini aslinya, tidak seperti biasanya dia selalu dingin dan bicaranya pun seperlunya" batin Rany
"Silakan dinikmati", ucap Pelayan setelah meletakan pesanan Bima dan juga Rany
"Iya makasih" ucap Rany sambil tersenyum
"Sama-sama nona" jawab pelayan sambil membalas senyum Rany lalu melangkah pergi.
Rany memakan nasi goreng nya dengan lahap berbeda dengan Bima yang masih setia memandangi wajah Rany, dia masih belum percaya wanita yang ada didepannya sebentar lagi akan menjadi istrinya
"Kenapa tidak makan??" tanya Rany saat sadar jika Bima belum menyentuh makanannya
"Aku melihatmu saja, itu serah membuatku senang" jawab Bima sambil tersenyum
"Aaah kak Bima, aku pulang ni" ucap Rany merasa Bima selalu menggodanya
"Jangan dong, iya iya aku makan sekarang" ucap Bima yang kini mulai memakan makanannya
Setelah selesai makan mereka pun kembali ke mobil dan mobil melaju menuju rumah tuan Dimas. Tak perlu waktu lama mereka pun sampai iya karena Restoran itu letanya tidak cukup jauh dari kediaman tuan Dimas
"Mau masuk dulu??" tanya Rany setelah keluar dari mobil
"lain kali saja, aku masih ingin menyelesaikan pekerjaanku" ucap Bima yang kini berada di depan Rany
"Ya udah, sampai bertemu lagi" ucap Rany sambil tersenyum
"Cuma itu saja??" tanya Bima
"Iya emangnya apa lagi??" tanya Rany yang bingung dengan maksut Bima
"Ngak diberi ciuman gitu" Goda Bima
"Aaaah kak Bima apaan sih" ucap Rany dengan wajah yang merona
"Ya udah aku pulang ya" ucap Bima sambil masuk kedalam mobil
"Hati-hati ya" ucap Rany yang masih didengar Bima,.
Rany masuk kedalam rumah setelah tidak Bima kembali ke apartemen ya
"Cie cie yang diantar calon suami" goda Bi ani yang melihat Rany pulang diantar oleh Bima
"Bibi...." teriak Rany
"Ahahaha, Bibi mau ke dapur dulu" ucap B Ani sambil melangkah pergi
"Awas kami Bi" ucap Rany sambil berlari menuju kamarnya
Sampai di kamarnya Rany menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan senyum-seyum sendiri mengingat kebersamaannya dengan Bima
"Ah gila dia sangat berbeda dengan Bima yang aku kenal" ucap Rany sambil mengusap wajahnya.