
Setelah beberapa jam di perjalanan Rendy dan Dini pun tiba di Amerika
"Sayang, aku lapar" ucap Dini sambil memegang perutnya
"Ya udah kita makan dulu, setelah selesai makan kita istrahat terlebih dahulu" ucap Rendy sambil menarik tangan istrinya.
"Mau makan apa??" tanya Rendy setelah sudah berada disebuah restoran
"Apa aja" jawab Dini sambil tersenyum
Setelah memesan makanan, beberapa menit kemudian pesanan mereka pun siap, tak perlu waktu lama Dini pun menyantap makanan yang telah dipesan begitu juga dengan Rendy.
"Alhamdulillah kenyang" ucap Dini setelah selesai makan
"Sayang, kapan kita menjenguk Denis??" tanya Dini sedot tidak sabar ingin melihat keadaan Rendy
"Besok boleh??" tanya Rendy balik
"Ah kelamaan, aku ingin sekali melihat Denis" ucap Dini lagi
"Sebentar siang, aku ada pertemuan disini mungkin waktunya agak lama jadi besok saja ya jenguknya??" ucap Rendy berharap istri kecilnya menyetujui
"Tapi janji ya harus besok" ucap Dini
"Iya janji, kita istrahat dulu, aku cape ngak??" tanya Rendy yang terus memegang tangan Dini sambil berjalan
"Sedikit" jawab Dini" tersenyum
Setelah beberapa menit diperjalanan Dini dan Rendy pun sampai di hotel dan membuka pintu kamar yang telah disewa
"Wah cantiknya" ucap Dini yang melihat pemandangan di balik jendela
"Tidak kalah cantiknya dirimu" ucap Rendy sambil memeluk Dini dari belakang,.
"Apa sih, mulai de" ucap Dini yang membiarkan Rendy memeluknya
"Sayang kita istrahat yuk" ajak Rendy sambil meletakan dagunya di pundak Dini
"Ya udah duluan saja, aku masih ingin melihat-lihat" ucap Dini
"Aku maunya tidur bersama istriku" bisik Rendy sambil menarik tangan istrinya untuk menuju tempat tidur, karena Rendy menarik tangan Dini terpaksa Dini ikut menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya begitu juga dengan Rendy
"Sayang"pangil Dini
"Hmmm"
"Apa Denis baik-baik saja??"tanya Dini sedikit khawatir
"Iya sayang, dia baik-baik saja, sekarang tidurlah" ucap Rendy sambil memeluk istri kecilnya, karena sangat lelah diperjalanan, tak perlu waktu lama mereka pun tertidur.
Setelah sekitar satu jam tertidur Dini pun terbangun
"Sayang bangun, sudah siang nih, sebentar telat lo" ucap Dini sambil mengulang yg o yang tubuh suaminya
"Sudah siang ya??" tanya Rendy sambil mengucek-ngucek matanya agar bisa melihat dengan normal.
"Iya sayang, sana mandi!! Aku siapkan bajumu" ucap Dini sambil berdiri dari tempat tidur untuk menyiapkan baju suaminya sementara Rendy menuju kamar mandi untuk memebersikan dirinya
Setelah selesai Bembersikan Diri dan Menganti baju Rendy duduk disamping Dini
"Sayang, kamu ngak ikut??" tanya Rendy sambil melihat istri kecilnya yang terus sibuk dengan hpnya.
"Ngak, aku di sini saja" ucap Dini
"Ya udah aku berangkat dulu" ucap Rendy sambil mencium jidat istri kecilnya
"Iya, hati-hati ya" ucap Dini sambil melihat kearah suaminya yang sudah melangkah pergi.
****
Triing....Tiring..... Hp Dini berbunyi, Dini yang mendengarnya pun langsung mengangkat panggilan tersebut.
Dini (hallo)
Ayu (Din kamu dimana??, ko ngak masuk-masuk, aku tanya sama ibu Dewi katanya kamu izin, kamu sakit ya??)
Dini (ya aku izin untuk menemani suamiku di Amerika dan juga menjenguk Denis)
Ayu (owch, aku pikir kamu sakit, terus bagaimana keadaan Denis??)
Dini (nanti besok aku menjenguknya, kamu baik-baik saja kan kerja disana?)
Ayu (iya sayang aku baik-baik saja, oh iya Din Roby selalu menanyakanmu, apa kamu blokir nomornya ya??)
Dini (ngak ko, aku tidak memblokirnya)
Ayu (apa mungkin suamimu yang memblokirnya??soalnya kata Roby dia tidak bisa menghubungi mu)
Dini (ah mana mungkin, untuk apa dia memblokir nomornya Roby)
Ayu (aduh Dini, mungkin suamimu cemburu jika kamu selalu dihubungi Roby)
Dini (masa sih?)
Ayu (Din, maaf ya aku matikan dulu nanti lanjut lagi jika kamu sudah kembali, soalnya aku masih ada sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan)
Dini (ya udah, semangat ya)
Setelah selesai menelfon Dini menuju tempat tidur Karena tidak ada yang harus dikerjakan Dini kembali tidur.
Jam menunjukan pukul 19:00 Dini terbangun dari tidurnya
"Lo dia belum juga kembali" ucap Dini pelan
"Sudah sayang, kangen ya" jawab Rendy Sambil keluar kamar mandi
"Iddih ngak lah, kenapa tidak membangunkan ku??)
"Suka saja" jawab Rendy yang kini menghampiri Dini di atas tempat tidur
"Kita makan yuk, aku lapar" ucap Dini
"Dasar tukang makan, suka makan tapi badan ya tidak besar-besar" ucap Rendy
"Biarin, tubuh begini idaman semua lelaki" ucap Din santai, sementara Rendy tang mendengarnya pun sedikit tidak suka dengan perkataan istri kecilnya
"Tubuhmu hanya milikku dan tidak akan saya izinkan lelaki lain menyukainya" ucap Rendy dengan suara tinggi sambil memegang bahu Dini
"Aduh salah ngomong, tuh dianya jadi marah, Dini...Dini kenapa ngomong gitu sih" batin Dini
"Hey kamu dengar ngak??" tanya Rendy lagi yang melihat Dini tidak memberikan Renspon
"Ah iya, aku dengar ko" jawab Dini
"Baguslah, sekarang ganti pakaianmu dan kita pergi makan" ucap Rendy sambil melepaskan tangan ya dari pundak Dini. Dini pun berjalan menuju ruang ganti, setelah selesai Dini menghampiri Rendy yang duduk disofa.
"Yu kita pergi" ucap Dini yang sudah berada di depan Rendy. Rendy pun berdiri dan menarik tangan Dini.
"Sayang kita makan di restoran dekat sini saja"
"Lo memengnya kenapa??" tanya Dini
"Aku ngak mau kamu dilihat oleh lelaki lain" jawab Rendy Dingin sambil melanjutkan langkahnya
"Ahahah, apaaan sih mana ada orang yang melirik perempuan yang sudah berstatus istri orang" ucap Dini polos
"Ah sudah pokonya kamu jangan keluar-keluar jika tidak bersamaku" ucap Rendy lagi, Dini yang mendengarnya pun diam dia takut ketika membantah akan membuat suaminya marah.
Setelah selesai makan malam Rendy dan Dini kembali kekamar untuk istrahat
"Sayang, tidurlah besok kita akan menjenguk Denis" ucap Rendy yang melihat Dini masih asik dengan hpnya
"Kamu saja yang tidur, aku belum ngantuk" ucap Dini yang terus fokus dengan hpnya
"Kamu mau tidur sendiri atau aku akan membuatmu....."
"Iya iya aku tidur sekarang" jawab Dini sebelum Rendy melanjutkan ucapanya
"Nah Gitu dong" ucap Rendy yang kini sudah memeluk tubuh istrinya
"Sayang" pangil Rendy
"Jangan minta yang aneh-aneh, aku lagi cape" ucap Dini seakan mengerti apa yang diinginkan suaminya, sementara Rendy tersenyum mendengar ucapan istrinya
"Baiklah, kali ini aku melepaskanmu, tapi kamu harus menebusnya, aku akan melakukanya sebanyak mungkin jika kita sudah kembali" bisik Rendy sambil mengigit pelan telinga istri kecilnya
"Iding merinding" batin Dini yang kini sudah menjauh dari Rendy
"Ngapain jauh- jauh, atau aku melakukanya sekarang??" goda Rendy lagi
"Tidurlah, kamu kan cape, jangan sampai besok kita tidak jadi menjenguk Denis" ucap Dini sementara Rendy terus tersenyum melihat istri kecilnya salah tingkah,. Tak perlu waktu lama mereka pun tertidur.
Keesokan paginya Dini sudah bangun dan telah selesai bersiap-siap untuk menjenguk Denis
"Sayang bangun dong, kita jenguk Denis sekarang" ucap Dini sambil menarik-narik selimut yang digunakan suaminya,
"Iya sayang" jawab Rendy sambil melangkah menuju kamar mandi
Setelah beberapa menit Rendy pun siap
"Ayo berangakat" ucap Rendy sambil melihat kearah istrinya yang berada di sofa
"Sudah selesai ya??" tanya Dini sambil berjalan menghampiri Rendy yang sudah berada didekat pintu.
"Iya cepat Denis sudah menunggu lo" ucap Rendy
Dini dan Rendy pun keluar dan menuju rumah sakit dimana Denis dirawat,
Setelah 30 menit diperjalanan mereka pun sampai dan langsung menuju ruang rawat Denis
"Denis sayang, kakak sangat merindukanmu" ucap Dini sambil memeluk adiknya
"Aku juga merindukan kakak" ucap Denis sambil membalas pelukan kakaknya
"Kamu baik-baik saja kan??, operasinya lancar kan??" tanya Dini yang kini melepaskan pelukannya dan duduk di kursi dekat Denis
"Satu-satu dong pertanyaannya, tuh lihat Denisnya jadi bingung mau jawab yang mana" ucap Rendy sambil duduk disamping Dini
"Hay kak, makasih ya telah membawah kak Dini kemari" ucap Denis sambil meyalimi Rendy
"Iya sama-sama" jawab Rendy sambil mengusap-ngusap kepala Denis sementara Dini terus diam
"Sejak kapan Denis akrap dengan si manusia kulkas ini??" batin Dini penasaran melihat Denis begitu akrab dengan Rendy