TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN

TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN
Mama Sakit


Rendy dan Dini pun menuju bandara, setelah beberapa jam di perjalanan Rendy dan Dini tiba di kota x.


"Sayang, barang-barang kita gimana?? Kan masih dihotel" tanya Dini


"Sudahlah nanti tinggal beli lagi" jawab Rendy santai (sultan ma bebas😁🤭)


"Terus gimana keadaan mama sekarang??" tanya Dini yang melihat suaminya begitu khawatir


"Kata Rany si, mama sudah di bawah kerumah sakit" jawab Rendy lagi


"Kamu jangan khawatir ya!! Mama pasti baik-baik saja" ucap Dini berusaha menenangkan suaminya


"Makasih sayang" ucap Rendy sambil mencium tangan Dini yang sedari tadi digenggamnya


Setelah 30 menit diperjalanan Dini dan Rendy pun sampai dirumah sakit, yang langsung dijemput asisten pribadinya, Rendy keluar dari dalam mobil diikuti Dini


"Bim dimana ruangannya??" tanya Rendy


"Sebelah sini tuan" jawab Bima sambil mempersilakan Rendy dan Dini, Rendy kembali menarik tangan Dini, langkah Rendy sangat cepat sehingga membuat Dini sedikit berlari agar bisa menyesuaikan langkah suaminya.


"Silakan tuan" ucap Bima setelah berada di depan ruang rawat nona besar


Tak perlu waktu lama Rendy pun masuk dan melihat Rany dan juga papanya duduk di sofa Yang berada di sudut ruang rawat.


"Eh kakak sudah tiba" ucap Rany


"Hmmm, bagaimana keadaan mama??" tanya Rendy yang melihat mamanya masih terbaring belum sadarkan diri.


"Mama baik-baik saja kak" jawab Rany


"Maaf pa, kami datang terlambat" ucap Dini sambil menyalimi tuan Dimas


"Tidak apa-apa nak, duduk dulu pasti kalian cape dari bandara langsung ke rumah sakit" ucap tuan Dimas


"Hay kak aku, merindukanmu" ucap Rany saat Dini duduk dekat dengannya sambil memeluk Kakak iparnya.


"Aku juga merindukanmu" jawab Dini sambil membalas pelukan adik iparnya


"Kakak sih ngak pernah bawah kakak ipar kerumah lagi" ucap Rany cemberut


"Kaka sibuk, jadi tidak sempat membawah kakak ipar kesayanganmu kerumah" jawab Rendy sambil duduk di samping Dini


"Lepaskan kakak iparmu, dia akan kesulitan bernafas" perintah Rendy yang melihat adiknya belum juga melepaskan pelukannya


"Kaka iri ya, pinjam dulu kakak iparnya, kan aku jarang peluknya, kakak tuh yang senang karena selalu memeluk kakak ipar" ucap Rany polos yang membuat kakaknya sedikit malu, karena benar apa yang dikatakan adiknya dia selalu memeluk Dini.


"Apaan sih, dia kan istri kakak, jadi pantas dong kakak memeluknya" ucap Rendy


"Aku juga pantas, karena dia kakak iparku" ucap Rany tidak mau kalah, sementara Dini haya tersenyum melihat tingkah suami dan adikiparnya


"Ah sudahlah malas berdebat denganmu" ucap Rendy menyerah karena dia tau sifat adiknya yang tidak mau kalah jika berhadapan denganya


"Kakak ipar sering-seringlah datang dirumah ya, jika kakak melarangmu bahkan memarahimu katakan padaku biar aku pukul kepalanya" ucap Rany sambil melepaskan pelukannya


"Iya jika pekerjaan kakak berkurang kakak akan datang ko dirumah" jawab Dini


"Is kakak ini jahat baget, masa istrinya dikasih pekerjaan banyak-banyak" ucap Rany tak suka


"Iya Ren, jagan terlalu memberikan pekerjaan kepada istrimu, sering-seringlah memberikan dia waktu luang" sambung tuan Dimas


"Kan dia magang" ucap Rendy santai


"Is kakak ini, kakak ipar kan magang si perusahaan kakak masa jadi tidak perlu memberikan banyak pekerjaan" ucap Rany lagi


"Iya, iya, nanti kakak akan kurangi pekerjaannya" jawab Rendy


"Gitu dong, itu yang dibilang sayang istri" ucap Rany, Dini yang mendengarnya pun melihat kearah Rendy begitu juga dengan Rendy.


"Siapa sih yang ngak sayang istrinya, pasti disayanglah bahkan sangat sayang" ucap Rendy sambil menekan pada kata sangat sayang


"So sweet" ucap Rany


"Dini jangan baper, itu cuma didepan papa dan juga Rany" batin Dini


Beberapa menit kemudian ibu Sri pun siuman


"Ma bagaimana keadaan mama???" tanya Rany yang kini sudah berdiri disamping ibunya begitu juga dengan Rendy, Dini dan tuan Dimas


"Lumayan, badan mama sudah sedikf membaik" jawab ibu sri


"Mama harus banyak istrahat jangan terlalu dipaksakan ya biarkan Rendy yang membatu mengurus perusahaan di kita A


"Iya ma, biarkan kak Rendy membantunya, oh iya ma kakak ipar juga datang menjenguk mama" ucap Rany sambil tersenyum


"Makasih ya nak" ucap Ibu Sri sambil melihat kearah Dini sambil berusaha tersenyum


"Iya sama-sam ma" jawab Dini sambil membalas senyum mertuanya.


"Ren, kamu antar istrimu pulang untuk istrahat dan kamu juga kan kalian belum istrahat setelah dari Amerika" ucap Tuan Dimas


"Baik pak, Ma, Ran, Rendy pamit ya" ucap Rendy


"Iya, hati-hati ya" jawab tuan Dimas dan juga ibu Sri


"Kak jaga kakak ipar ya jagan dimarahin" ucap Rany


"Kakak kan sayang sama istri kakak jadi tidak akan memarahinya dan pasti akan menjaganya" ucap Rendy


"Baiklah hati- hati ya kak" ucap Rany yang melihat Rendy dan Dini melangkah pergi