TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN

TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN
06


Entah mengapa rasanya sangat sakit setelah mendengar apa yang diucapkan Ayu, Roby memang menyukai Dini semenjak kenal dengan Dini pada waktu mereka mengikuti MOMB (masa orientasi mahasiswa baru),.


"Jadi maksut kamu suami Dini yang melakukannya??" tanya Roby


"Aku pun tak tau, bisa jadi kan??" ucap Ayu,


Krek....suara pintu saat Rendy membuka pintu


Ayu dan Roby pun melihat kearah suara


"Sudah selesai menjenguknya??" tanya Rendy dingin


"Sudah tuan",jawab Ayu lalu berdiri dari tempat duduknya, sementara Roby terus melihat kearah Rendy


"Baguslah, kalau begitu kalian boleh keluar!!" perintah Rendy


"Tapi..., aku masih ingin melihatnya" ucap Roby yang belum mengetahui bahwa Pria yang menyuruh Ayu dan juga Dirinya keluar merupakan suami Dini


"Baik tuan" jawab Ayu,


"Apa sih Yu aku kan masih ingin melihatnya" ucap Roby tidak suka karena Ayu menyetujui keinginan pria itu


"Sudahlah lain kali saja, sekarang kita harus keluar" ucap Ayu lalu menarik tangan Roby untuk keluar, setelah sampai diluar Roby menahan tangan Ayu.


"Siapa sebenarnya laki-laki itu??" tanya Roby


"Sudah kita ke mobil dulu, nanti aku ceritain setelah sampai dimobil" ucap Ayu lalu melangkah menuju area pakriran rumah sakit dan Terpaksa ikut Ayu menuju area parkiran.


****


Keesokan paginya, Dini berusaha membuka matanya yang terasa sangat berat, setelah membuka mata sayup-sayup dia melihat seorang lelaki yang tersenyum kearahnya, Dini mengucek-ngucek matanya agar pandangan ya kembali normal


"Sayang, kamu sudah sadar" ucap Rendy, ternyata laki-laki yang dilihat Dini adalah suaminya yang selalu menemaninya hingga dia siuman,


"Maaf" ucap Rendy sambil memeluk istrinya


"Ehem, Ehem, jangan terlalu dipeluk istrimu masih lemah" ucap Tuan Dimas yang tiba-tiba sudah berada dalam ruangan


"Apasih pa," ucap Rendy sambil melepaskan pelukannya, Dini yang melihat keduanya datang berusaha bangun untuk meberikan salam


"Istrahat saja dulu nak" ucap tuan Dimas Sambil tersenyum.


"Nak" pangil Ibu Sri lalu mendekati Dini


"Apa yang mama lakukan???, ucap Rendy Dengan suara tinggi ketika melihat mamanya mendekati Dini, dia cuma khawatir jika mamanya akan melukai Dini lagi


"Apa sih sayang, kenapa malah membentak mama, dosa tau" ucap Dini tidak suka


"Tapi sayang"


"Pokonya aku tidak suka jika kamu bicara dengan suara tinggi kepada mama" sambung Dinj sebelum Rendy melanjutkan ucapannya,. Ibu Sri pun menangis setelah mendengar Dini memarahi Rendy yang bersuara tinggi kepadanya


"Lo mama jangan nangis, itu kan kamu Sih membentak mama Kan jadi nangis" ucap Dini cemberut,. Rendy hanya diam mendengar omelan istrinya, karena sesungguhnya dia merasa bersalah telah membuat ibunya menangis.


"Maafkan mama" ucap Ibu Sri sambil menghampiri Dini dan memeluknya dengan lembut. Dini pun tersenyum karena kini dia merasakan lagi kehangatan seorang ibu yang sudah lama dia tidak merasakannya


"Kenapa mama minta maaf, mama kan tidak salah" ucap Dini


"Tidak sayang, mama banyak salah kepadamu nak" ucap Ibu Sri sambil melepaskan pelukannya


"Dini sudah memaafkan mama, sebelum mama minta maaf" ucap Dini sambil menghapus air mata mertunya.


"Aku tidak salah lagi memilih menantu" batin tuan Dimas sambil tersenyum


"Tapi kesalahan mama sangat besar, mama bekerja sama dengan Serly untuk menculikmu" ucap Ibu Sri yang terus menangis


"Sudahlah ma, Dini tidak perlu di ingat kejadian yang sudah berlalu, Dini tau mama punya alasan kenapa menyuruh orang menculiku, jadi mama jangan nagis lagi ya, malu dilihatin papa dan juga anak kesayangan mama" ucap Dini sambil tersenyum, tuan dimas pun ikut tersenyum mendengar kata terakhir yang di ucapkan menantunya.


"Bisanya?? Dia masih bisa bercanda walaupun dalam keadaan sakit" batin Rendy yang melihat drama antara dua wanita yang sangat dia sayangi.


"Kamu ya, mama serius lo ngomongnya" ucap Ibu Sri sambil berusaha menghapus air matanya.


Dini pun tersenyum melihat Ibu Sri sudah tidak bersedih.


"Cucu oma, baik-baik ya didalam, minta saja yang aneh-aneh agar papaku pusing" ucap Ibu Sri sambil mengelus-ngelus perut Dini yang rata


"Apapun yang dede bayi minta akan papa lakukan meskipun itu tidak masuk akal" ucap Rendy setelah mendengar ucapan mamanya, serentak Dini, Ibu Sri dan juga tuan Dimas tertawa setelah mendengar ucapan Rendy.


"Apa sih aku serius lo, apapun akan aku lalukan demi anakku dan juga istriku tercinta" ucap Rendy lagi, Ibu Sri pun melangkah menghampiri Rendy yang tidak jauh dari tempat dia berdiri


"Nak, maafkan mama ya, mama menyesal dengan apa yang sudah mama lakukan" ucap Ibu Sri setelah sampai didepan Rendy.


Rendy melihat kearah istrinya dan Dini pun mengaguk berharap suaminya memaafkan kesalahan mamanya.


"Baiklah, tapi Rendy mohon jangan ulangi lagi, Rendy sangat mencintainya dan tidak mau kehilangannya",ucap Rendy, Dini pen tersenyum setelah mendengar ucapan suaminya


"Tentu sayang, mama akan menerima Dini dengan senang hati" ucap Ibu Sri sambil tersenyum.


"Owch iya nak, setelah keluar dari rumah sakit kalian tinggal ah dirumah sampai istrimu benar-benar sembuh, agar mama bisa menjaganya jika kamu pergi bekerja, bagaimana Dini sayang??" ucap Ibu Sri.


"Kalau Dini si terserah Rendy saja" Jawab Dini


"Rendy tidak janji ya, biarkan Rendy berpikir dulu" jawab Rendy


"Baiklah, mama terima apapun keputusanmu" ucap Ibu Sri sambil tersenyum


"Nak sebaiknya kamu beritahu Rany bahwa kakak ipar kesayangannya sudah siuman, agar dia tidak khawatir lagi" ucap Tuan Rendy


"Owch iya aku hampir lupa pa" jawab Rendy lalu mengambil hpnya dari saku celananya dan mengirimkan pesan kepada adiknya.