
Flashback
Setelah selesai makan malam Rendy dan juga bima menuju ruang kerja taun Rendy, sepanjang perjalanan menuju ruang Bima sibuk dengan pikirannya sendiri sampai-sampai tidak menyadari bahawa taun Rendy sudah memanggilnya beberapa kali
"Bim, Bima" pangil Rendy dengan suara sedikit tinggi karena mulai kesal dengan Bima yang tidak menjawab panggilannya
"Ah iya tuan maaf" jawab Bima yang kini tersadar dari lamunanya
"Apa sih sedang kamu fikirkan" tanya Rendy dengan raut wajah kurang bersahabat
"Maaf tuan, saya tidak akan melakukan lagi" ucap Bima
"Mana laporan kemajuan pembangunan perusahaan di kota x??" tanya Rendy yang tanpa basa basi
"Silakan dilihat tuan" ucap Bima sambil memberikan laporan yang ia keluarkan dari tasnya
Rendy mengambil laporan yang diberikan Bima dan memeriksanya dengan teliti, sementara Bima kembali dengan pikirannya
"Apa aku harus mengungkapkan sekarang, tapi kalau dia tidak menerimanya gimana??, aaah ini membuatku pusing" batin Bima sambil memainkan penutup polpen.
"Tapi tidak ada salahnya mencobanya kan??" Batin Bima yang bertanya pada diri sendiri
"kamu harus beritahu Kepada mereka agar secepatnya menyelesaikan pembangunan itu maksimal dua bulan lamanya" ucap Reny yang masih Fokus memeriksa laporan kemajuan pembangunan perusahaan.
Bima menarik dafas dalam-dalam dan menghembuskan dengan pelan
"Keputusanku sudah bulat, aku akan mengungkapkannya apapun resikonya harus siap menanggungnya" ucap Bima dengan suara pelan, Rendy yang mendengarnya pun melihat kerah Bima dengan tatapan penuh tanya"
"Apa ingin kamu Ungkapkan?dan kepada siapa???" tanya tuan Rendy Serius dan terus memandang Bima dengan ekpresi wajah yang sulit diartikan
"Owch itu, aaaa gimana ya" ucap Bima berusaha mencari alasan
"Ahahaaha kamu sedang menyukai seseorang???, Santai saja Bim, tidak perlu setegang itu" ucap Rendy sambil terus tertawa melihat ketegangan Bima, sementara Bima menunduk karena malu.
"Jadi benar??, kamu menyukai seseorang??, menurutku kamu harus cepat-cepat memberitahunya, jangan sampai keburu diambil orang" ucap Rendy lagi Sementara Bima hanya fokus dengan kata terakhir tuan Rendy
"Tidak perlu ragu Bim, kamu harus mencoba jangan sampai kamu menyesal kemudiaan" ucap Rendy sambil tersenyum
"Iya tuan, saya akan mencobanya, terima kasih telah memberikan saran" ucap Bima sambil membalas senyum tuan Rendy.
"Hmmm, sekarang fokuslah pekerjaan ini agar cepat selesai" Perintah Rendy
"Baik tuan" jawab Bima yang mulai fokus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda
Flashback off
Kesokan paginya Dini bangun lebih awal untuk menjalankan rutinitas di pagi hari yaitu menyiapkan ke keperluan suaminya.
"Sayang bangun, sudah siang ni, tuh Bima sudah menunggu dibawah" ucap Dini setelah selesai menyiapkan keperluan suaminya.
Rendy yang mendengarnya pun bangun dari tidurnya tak lupa mencium kening istri kecilnya, karena itu sudah menjadi kebiasaannya ketika bangun tidur.
"Makasih sayang" ucap Rendy sambil memeluk istrinya
"Iya,sana mandi, kasian Bima nanti nunggunya lama" ucap Dini
"Sayang hari ini mau masuk kerja ya??" tanya Rendy yang engan melepaskan pelukannya
"Iya, kamu sudah janji mengizinkan aku bekerja" ucap Dini cemberut Karana dia berfikir suaminya tidak akan mengizinkannya kembali bekerja
"Baiklah, tapi berangkatnya bareng aku" ucap Rendy sambil melepaskan pelukannya dan melangkah menuju kamar mandi
"Lo mana bisa gitu nanti orang-orang pada curiga" ucap Dini yanv masih didengar Rendy
"Tidak diizinkan untuk membantah, dan aku akan memberihatahukan kepada seluruh kariawan kalau kamu adalah istri dari Rendy Sanjaya" ucap Rendy yang kini sudah berada di dalam kamar mandi
"Habislah aku, Nanti mereka akan membicarakanku" Batin Dini
Setelah selesai mandi dan memakai baju yang telah disiapkan istrinya Rendy berjalan menghampiri istrinya yang duduk termenung disofa yang berada disudut ruangan
"Ni pakaikan" ucap Rendy sambil memberikan sebuah dasi kepada istrinya, Dini langsung mengambil dasi yang diberikan suaminya dan memasang
"Tenang sayang tidak ada satu pun orang yang berani membicarakan istri dari tuan Rendy sanjaya" ucap Rendy seakan-akan tau apa yang dikhawatirkan istrinya
"Baiklah, nah sudah selesai ayo turun" ucap Dini
Rendy dan Dini pun turun untuk sarapan dan akan berangkat kerja setelah selesai sarapan
Sesampainya dimeja makan Dini melirik Bima yang setia menunggu mereka
"Sayang, sepertinya Bima lagi bahagia, dari tadi sia terus tersenyum kepada para pelayan" ucap Dini sambil mengambilkan satu sendok nasi dan juga beberapa lauk untuk suaminya
"Biasa, lagi jatuh cinta" ucap Rendy santai sambil memakan sarapannya
"Jatuh cinta" ucap Dini lagi
"Hmmm" jawab Rendy
"Sama siapa??" tanya Dini penasaran
"Aku juga tidak tau, sudah makan saja sarapannya nanti keburu dingin dan juga jangan lupa minum susunya" ucap Rendy yang terus melahap makanannya
Setelah selesai sarapan Rendy dan juga Dini Berjalan menuju mobil
"Selamat pagi tuan, nona" ucap Bima sambil tersenyum Dan membukakan pintu mobil untuk tuan dan nona muda
"Hmmm pagi, sepertinya Ada kabar baik" ucap Rendy sambil masuk kedalam mobil, sementara Dini terlihat binggung apa maksut yang diucapkan suaminya,
Bima hanya bisa tersenyum mendengar ucapan tuan Rendy dan ikut masuk kedalam mobil lalu mobil melaju meninggalkan kediaman tuan Rendy.