
Setelah selesai berbincang-bincang Dokter Sinta pamit untuk pulang begitu juga dengan Dini dan Rendy.
"Pa, ma, Rendy balik dulu ya" ucapa Rendy
"Iya, hati-hati ya sayang" ucap Ibu Sri
"Jaga baik-baik istrimu jagan buat dia stres" sambung tuan Dimas
"Baik pak, Rendy pasti akan menjaganya dengan baik" ucap Rendy sambil Tersenyum
"Hati-hati ya kak" ucap Rany yang Yang melihat kakak dan juga kakak iparnya melangkah pergi
Diperjalanan
"Sayang kamu tidak perlu bekerja" ucap Rendy sambil mencium tangan istrinya
"Terus bagaimana dengan magangku??" tanya Dini
"Tidak perlu khawatir tentang itu" ucap Rendy
Setelah 30 menit, Mereka pun sampai, Bima kembali membukakan pintu mobil untuk nona dan tuan muda
"Terima kasih" ucap Dini kepada Bima
"Iya sama-sam nona" jawab Bima
Dini dan Rendy pun masuk kedalam Rumah dan menuju kamar sementara Bima melaju menuju apartemennya
"Sayang" pangil Dini setelah selesai membersikan diri dan juga Menganti pakaian
"Ada apa sayang, apa kamu menginginkan sesuatu??" tanya Rendy yang kini sudah berada di tempat tidur
"Boleh aku minta sesuatu??" tanya Dini sambil berbaring disamping suaminya
"Katakanlah sayang" ucap Rendy
"Aku boleh kekantor ya??" ucap Dini
"Sayang, tadikan aku sudah bilang, kamu tidak perlu bekerja" ucap Rendy sambil memeluk istrinya
"Sebulan saja ya, plis" ucap Dini memohon
"Baiklah, aku akan mengizinkanmu, tapi kamu Harus hati-hati ya dan jangan sampai stres karena pekerjaan" ucap Rendy panjang lebar
"Iya aku janji" ucap Dini sambil mencium pipi suaminya
"Kamu yang memulainya sayang" ucap Rendy Sambil m*****t bibir mungil istrinya dan Ciumannya mulai turun keleher
"Bukan itu maksutku" ucap Dini, sambil berusaha menghindar dari cengkraman suaminya, tapi semua usahanya sia-sia, Rendy terus melanjutkan aksinya mulai meyusuri setiap lekukan tubuh Hingga bagian intim istrinya,. Setelah beberapa menit Rendy menyudahi semua aksinya.
"Terima kasih sayang" ucap Rendy sambil mencium jidat istrinya
"Hmmm",jawab Dini singkat, karena merasa lelah tak perlu waktu lama mereka pun tertidur.
Keesokan paginya Dini bangun lebih awal mulai membersikan diri dan menyiapkan kebutuhan suaminya
"Sayang bangun, sudah pagi nanti telat loh tuh aku sudah siapkan airnya "ucap Dini yang berada di samping dimana suaminya tidur, Rendy pun bangun dan mengecup bibir istrinya
"Morning kiss" ucap Rendy
"Ya sudah sana mandi" perintah Dini
"Iya sayang" ucap Rendy sambil turun dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi.
"Sayang Sini" pangil Rendy setelah selesai membersikan Diri dan Menganti pakaian
"Ada apa??" tanya Dini setelah sampai di ruang ganti
"Ni pasangkan" perintah Rendy sambil memberikan sebuah dasi yang telah disiapkan istrinya
"Biasanya pasang sendiri, apa tangannya sakit" batin Dini
Dini mengambil dasi yang diberikan suaminya dan mulai memasangnya
"Sayang, sampai dikantor kamu jangan dekat-dekat dengan si Roby itu" ucap Rendy sambil memeluk pinggang istrinya
"Iya sayang" jawab Dini sambil terus memasangkan dasi Suaminya
"Na sudah selesai, jum kita sarapan" ucap Dini, Rendy pun menyatukan kepalanya dan juga melepaskan pelukannya, Dini melangkah keluar dari kamar diikuti Rendy dari belakang
"Silakan diminum susunya nona" ucap Bi Ina saat meletakan sekelas susu putih diatas meja
"Lo aku kan tidak menyuruh untuk dibuatkan susu" ucap Dini
"Sayang, aku yang menyuruh Bi Ina untuk membuatkanmu susu, kamu harus minum susu agar dede bayinya sehat" ucap Rendy sambil mengusap-ngusap perut istrinya.
"Tapi kan aku tidak suka susu" ucap Dini
"Minum dong demi kesehatan dede bayinya" ucap Rendy sambil tersenyum
"Iya, iya aku minum, terus kenapa tidak dimakan makanannya??" tanya Dini yang melihat Rendy belum menyentuh makanannya
"Aku makan buah saja" ucap Rendy sambil mengambil sebuah appel yang telah disediakan diatas meja,. Iya sampai saat ini Rendy belum bisa memakan makanan dia selalu memakan buah-buahan untuk menganjal perutnya.
Setelah selesai sarapan, mereka pun berangkat kekantor, sesampainya dikantor Dini langsung disambut oleh sahabatnya
"Dini...., aku merindukanmu" ucap Ayu sambil memeluk Dini
"Iya aku tau, aku juga merindukanmu" ucap Dini sambil membalas pelukan Sahabatnya itu
"Kamu baik-baik saja kan??" tanya Ayu Sambil melepaskan pelukannya, Ayu belum sadar akan keberadaan Rendy dan juga Bima
"Iya, Yu aku baik-baik ko" jawab Dini sambil tersenyum
"Eh maaf tuan" ucap Ayu sambil menundukkan badannya ketika melihat Rendy dan juga Bima
"Tidak apa-apa, kamu jaga dia ya!!" ucap Rendy kepada Ayu
"Sayang, aku ke ruangan dulu ya, kamu hati-hati!!" ucap Rendy
"Iya" jawab Dini, Rendy dan Bima pun menujuh ruangannya dan terlihat beberapa karyawan memberikan salam kepada Rendy
Tring tring hp Dini berbunyi.
"Yu sebentar ya aku menganngkat telefon dulu" ucap Dini sambil sedikit menjauh dari Ayu
Rany (hallo kakak ipar)
Dini (iya Ran)
Rany (kakak ipar tau ngak kalau hari ini adalah Ulang tahun kakak??)
"Aduh istri macam apa aku ini, sampai-sampai tidak mengetahui hari ulang tahun suami" batin Dini saat mendengar ucapan Rany
Rany (hallo kak, kakak baik-baik saja kan??) tanya Rany yang tidak mendengar jawaban dari kakak iparnya
Dini (iya Ran Terus apa Rencanamu?)
Rany (aku akan kekantor kakak dan membawa kuenya, kita akan memberikan kejutan kepada kakak)
Dini (baiklah, kakak tunggu kamu disini)
Rany (ok, Rany kesana sekarang) sambil mematikan telefon
"Ada apa Din??" tanya Ayu
"Aku tidak tau kalau hari ini adalah hari ulang tahun suamiku" ucap Dini sedih
"Sudahlah, kamu jangan sedih ya sebentar beberapa karyawan akan memberikan kejutan kepada tuan saat selesai jam bekerja" ucap Ayu
Di dalam rauang kerja
"Ngapain kamu kesini???" tanya Rendy dengan suara tinggi
"Sayang aku kan hanya ingin merayakan hari ulang tahunmu, lihat istrimu saja tidak memberikan kejutan untukmu" ucap Serly, tang entah kapan dia sudah berada di dalam ruangan Rendy
"Jagan berani- beraninya kamu membandingkan dirimu dengan istriku" ucap Rendy
"Memang begitu kenyataannya" ucap Serly lagi sambil mendekat kepada Rendy
"Ngapain kamu dekat-dekat" ucap Rendy yang melihat Serly semakin dekat dengannya
Dilain sini
"Hay kak," sapa Rany
"Kamu sudah datang ya??" tanya Dini saat melihat Rany
"Iya kak, ayo kita ke ruangan kakak" ucap Rany sambil menarik tangan Dini
"Yu aku, titip tas ya" ucap Dini sambil mengikuti langkah Rany
"Hay Ibu" sapa Rany kepada Ibu Dewi
"Aduh bagaimana ini, didalam kan masih ada Nona Serly" batin Ibu Dewi
"Hay nona" jawab Ibu Dewi terbata-bata
"Kakak ada kan??" tanya Rany
"Iya ada, tapi.." belum sempat Ibu Dewi melanjutkan ucapannya Rany sudah membuka pintu ruangan Rendy, dan betapa terkejutnya Rany dan juga Dini ketika melihat Serly duduk dipangkuan Rendy sambil melingkarkan tangannya di leher Rendy.
"Kakak, apa yang kakak lakukan" teriak Rany Yang membuat Rendy dan juga Serly melihat kearah suara
"Rany, Dini, kaka bisa jelasin ko" ucap Rendy sambil mendorong Serly dari pangkuannya,,
Dini membalikkan badannya dan berlari meninggalkan Rany yang masih berdiri didepan pintu
"Sayang" teriak Rendy saat melihat Dini berlari pergi
"Ini semua gara-gara kamu, kamu sengaja ya membuat istriku marah" ucap Rendy dengan suara tinggi kepada Serly,
"Aku tidak bermaksut seperti itu" ucap Rany sambil mengandemgan tangan Rendy
"Lepaskan tangan kotormu itu" ucap Rendy sambil menepis tangan Serly dan melangkah mengejar Dini
"Lo Dini kamu kenapa??" tanya Ayu saat melihat Dini menangis dan mengambil tasnya yang terletak Di atas meja kerjanya, Dini kembali berlari tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya, terlihat beberapa karyawan ikut melihat kearah Dini saat berlari
Dini keluar dari kantor dan memanggil taksi
"Jalan pak" ucap Dini
"Baik nona, kita mau kemana nona??" tanya supir taksi
"Aku tidak mungkin pulang kerumah" batin Dini
"Terserah bapak saja" ucap Dini sambil terus menangis
"Kasian nona ini, dia terlihat sangat sedih, aku membawahnya kemana ya" batin supir taksi
Di kantor
"Ayu, Dininya mana??" tanya Rendy saat melihat Ayu
"Dia sudah pergi tuan" jawab Ayu
"Pergi kemana Dia??",tanya Rendy lagi yang terlihat begitu khawatir
"Aku juga tidak tau tuan" jawab Ayu lagi
"Ok terima kasih" ucap Rendy lalu melangkah keluar dari kantor
"Ah sial, kalau sampai terjadi apa-apa dengan Dini aku tidak akan memaafkan Diriku" teriak Rendy saat berada diluar kantor