TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN

TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN
02


"Dasar perempuan licik, ini pasti sebagian dari rencanamu kan" ucap Rany kepada Serly


"Ahahaha, kalau iya kenapa??" ucap Serly sambil tersenyum sinis


"Untungan kak Rendy tidak memilih wanita sepertimu untuk menjadi istrinya, bisa-bisanya ya mama menyukai wanita licik seprtimu" ucap Rany lagi


"Wanita licik itu kakak iparmu, dia berani-beraninya datang dan merusak hubunganku dengan kakakmu" ucap Serly


"Jaga ucapanmu ya, yang licik itu kamu dan ingat ya kak Rendy tidak akan menikahimu sekalipun kak Dini tidak ada, sekarang juga kamu keluar dari ruangan ini, apa perlu saya pangilkan sekuriti" ucap Rany tegas


"He boca aku bisa keluar sendiri, dan ingat aku takan membiarkan kakakmu bahagia jika tidak bersamaku" ucap Serly lalu melangkah keluar dari ruangan,.


"dan aku tidak akan membiarkan kamu melakukan itu",teriak Rany yang masih didengar oleh Serly,


"kita lihat saja nanti" ucap Serly sambil melihat kearah Rany dengan senyum sinisnya,.


Setelah berdebat dengan Serly Rany keluar mencari keberadaan kakaknya


"Kak, kakak ipar sudah ketemu??" tanya Rany setelah bertemu dengan kakaknya


"Belum Ran, kamu coba hubungi kakak iparmu, dari tadi kakak hubungi tidak ada jawaban sama sekali" ucap Rendy yang semakin khawatir


"Baik kak, Rany akan Coba"


"Kak, kakak ipar tidak mengangkat telefon dariku, kita harus gimana kak, aku khawatir kakak ipar berbuat nekat" ucap Rany yang ikut khawatir


"Dia tidak pulang kerumah juga,. sayang kamu dimana??" ucap Rendy,


"Kak, kenapa kakak tidak menyuruh orang-orang kakak untuk mencari keberadaan kakak ipar" ucap Rany


"Ah betul, kamu pulang saja ya, dan jangan beritahu soal ini kepada papa dan juga mama" ucap Rendy


"Baik kak, jika sudah ketemu segera hubungi aku ya" ucap Rany sambil naik kedalam mobilnya dan berlalu pergi


Randy (hallo)


Seseorang (iya tuan)


Randy (kamu lacak keberadaan istri saya sekarang)


Seseorang (baik tuan) sambil mematikan telefon


"Bim kita cari dekat-dekat sini mungkin dia masih berada disekitar sini" ucap Rendy sambil masuk kedalam mobil


"Baik tuan" jawab Bima lalu melakukan mobil


***


"Nona, sepertinya ada sebuah mobil yang mengikuti kami" ucap supir taksi ketika melihat dari kaca spion sebuah mobil yang terus mengikuti mereka dari belakang, Dini yang mendengarnya pun melihat kearah belakang


"Terus bagaimana ini pak??" tanya Dini yang terlihat khawatir karena dia takut kejadian kemarin akan terjadi lagi dan memang benar setelah mereka sampai di jalan yang sepi, mobil yangengikuti mereka tiba-tiba menghadang taksi yang ditumpangi Dini


"Keluar sekarang" teriak seseorang dari luar,


"aduh bagaimana ini" ucap Dini yang semakin takut


"Aku bilang keluar atau tidak saya akan memecahkan kaca mobil ini.


"Nona, tetap didalam ya dan jangan keluar" ucap Supir taksi sambil membuka pintu dan keluar dari mobil


"Ada apa ya??" tanya supir taksi


"Tahan dia dan tangkap wanita itu" perintah seseorang yang bertubuh tinggi dan juga besar


"Ahahah percuma saja kamu memohon itu tidak akan membuat kami melepaskan mu" ucap Seorang yang berbadan besar


"Masukan dia kedalam mobil dan lepaskan supir itu",perintah seseorang yang merupakan bos dari beberapa orang yang menangkap Dini


"Tolong, siapapun yang mendengarnya tolong" teriak Dini sambil merontah-rontah berusaha melepaskan tangannya


"Bius dia bisa-bisa gendang telingaku peca akibat teriakannya" ucap si A, tak perlu berapa lama Dini pun pingsan Karena obat bius yang diberikan si B


Mereka pun melajukan mobilnya meninggalkan supir taksi yang berada di pinggir jalan.


***


"Tuan mereka sudah menemukan keberadaan nona muda" ucap Bima sambil terus fokus menyetir


"Baik kita kesana sekarang" perintah Rendy


"Baik tuan" jawab Bima sambil tetap fokus menyetir,.


Setelah beberapa menit mereka pun sampai dimana petunjuk dari orang-orang suruhan Rendy, disana masih terlihat seorang yang terlihat khawatir yang tidak lain adalah supir taksi yang Dini tumpangi tadi


"Maaf pak, apa bapak melihat wanita ini" ucap Bima sambil memperlihatkan foto Dini


"Ah iya saya mengenalnya, perempuan ini yang bersamaku tadi" jawab supir taksi


"Terus dimana dia sekarang" ucap Rendy sambil memegang pundak supir taksi


"Tadi sebuah mobil mengikuti kami pak dan mereka memaksa kami berhenti dan membawa wanita itu pergi" jawab supir taksi


"Ah sial, kita telat, Bim perintahkan orang-orang untuk mencari keberadaan istriku" perintah Rendy sambil melepaskan tangannya dari pundak supir taksi


"Baik tuan" jawab Bima sambil sibuk menelfon


"Oh iya pak ini tas wanita itu",ucap supir taksi sambil mengambil tas yang berada didalam mobilnya dan memberikannya kepada Rendy.


"Iya makasih ya pak" ucap Rendy lalu kembali masuk kedalam mobil begitu juga dengan Bima


"Apakah kamu sudah menyuruh orang-orang b untuk mencari istriku???" tanya Rendy yang terlihat semakin panik


"Iya tuan, saya sudah menghubungi mereka untuk seterah mencari nona muda" jawab Bima


****


Sisi lain Dini sudah sadarkan diri dan terkejut setelah melihat sekeliling yang terlihat begitu asing dan juga menakutkan


"Aku dimana ini??" batin Dini sambil berusaha membuka tali yang mengikat tangan ya


"Tolong, siapapun yang mendengarnya, tolong lepaskan aku" teriak Dini


"Hey perempuan bisa diam ngak, jangan sampai aku membuatmu tidak bisa berbicara lagi" ucap Seseorang yang tiba-tiba datang ketika mendengar teriakan Dini


"Lepaskan aku!!!, aku mohon lepaskan aku" ucap Dini memohon


"Ahahah tidak semudah itu kami melepaskanmu dan ingat jagan berteriak lagi jika kamu masih menginginkan nyawamu",ucap Si B Sambil pergi meninggalkan Dini yang terlihat ketakutan.


Setelah beberapa jam kemudian datanglah seseorang yang menemui Dini


"Dini....Dini, bagaimana keadaanmu sekarang???" tanya seseorang yang baru datang, Dini yang mendengarnya pun melihat kearah suara tersebut.


"Kamu???" ucap Dini ketika melihat siapa yang datang


"iya aku, kenapa???, kaget ya??" ucap Seseorang