TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN

TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN
Hamil


"Jadi maksutmu, kakak iparmu hamil dan yang ngidam itu kakakmu??" tanya tuan Dimas


"Iya, bisa jadi kan??" ucap Rany


"Ngak perempuan itu tidak boleh hamil, itu akan semakin sulit untuk memisahkan mereka" batin Ibu Sri,


"Ma, mama, bagaimana menurut mama??" tanya Rany yang membuat Ibu Sri tersadar dari lamunannya


"Mungkin kakakmu masuk angin, Bukan berarti mual- mual hanya karena ngadam kan" ucap Ibu Sri


"Tapi ma, menurut papa sih, Rany ada betulnya, karena Rendy menikah sudah cukup lama" ucap Tuan Dimas


"Pokonya papa akan suruh Rendy ajak Dini periksa ke dokter kandungan" sambung tuan Rendy


"Betul itu pa, jika benar kakak ipar hamil aku akan jadi bibi" ucap Rany sambil tersenyum


"Ah terserah kalian saja" jawab Ibu Sri kesal


Di kamar mandi


"Sayang gimana, sudah mendingan??, tanya Dini


"Sudah sayang" jawab Rendy sambil mengecup bibir mungil istrinya


"Apa sih, nanti ada yang liat" ucap Dini sambil menutup bibirnya dengan tangannya, Rendy yang melihatnya pun tersenyum


"Ayo, nanti papa dan mama menunggu"ucap Rendy sambil menarik tangan istrinya


"Hmmm, apa kamu baik-baik saja nak??" tanya tuan Dimas sambil tersenyum Ketika melihat Rendy dan Dini kembali


"Iya pa, aku cuma tidak mempunyai selerah makan" jawab Rendy sambil menarik kembali kursi yang akan dia duduki


"Kakak, tidak berniat untuk periksa kedokter??" tanya Rany sambil ikut tersenyum


"Tidak perlu, kakak baik-baik saja" ucap Rendy santai sementara Dini melanjutkan makannya


"Maksud Rany, kakak membawah Kakak ipar ke dokter kandungan" ucap Rany lagi-lagi tersenyum bahagia


"Uhuuuk uhuk" Dini tersedak saat mendengar apa yang Diucapkan Rany


"Pelan- pelan makannya sayang" ucap Rendy sambil mengambilkan segelas air putih dan memberikan kepada istrinya


"Kakak tidak apa-apa kan??" tanya Rany sambil memegang pundak kakak iparnya


"Tidak apa-apa ko" jawab Dini Sambil melihat kearah Rendy


"Menurut papa apa yang dikatakan Adikmu ada benarnya, kamu harus membawah istrimu ke dokter kandungan" sambung tuan Dimas


Dini yang mendengarnya pun kembali melihat kearah Rendy seakan-akan ingin memberitahukan bahwa tidak perlu kedokter kandungan sementara Rendy mengerti apa keinginan istrinya melalui tatapan matanya


"Tapi pa" ucapan Rendy


"Tenang, papa akan menelfon Dokter sinta, untuk datang kesini memeriksa istrimu" ucap tuan Dimas


"Iya pa, aku setuju, bagaimana jika Rany yang menelfonya sekarang" ucap Rany bahagia,. Sementara Dini hanya Diam dan diam-diam mulai mengengam erat tangan Rendy.


"Iya Nak, kamu telfon sekarang ya" ucap Tuan Dimas mengiayakan saran dari Rany


"Tapi pa, bukan ini terlalu cepat" ucap Rendy sambil mengengam tangan istrinya dibawah meja


"Tidak ada salahnya mencoba Nak, dan Dini tidak perlu takut jika hasilnya belum positif" ucap Tuan Dimas seperti mengerti tatapan menantunya.


Rendy dan Dini hanya bisa diam karena mereka tau jika papanya sudah berkata sesuatu tidak boleh dibantah. Rany pun menelfon Dokter Sinta dan menyuruhnya seterah datang kerumah


"Apa kata dokter Sinta??" tanya tuan Dimas


"Dia sedang dalam perjalanan kesini" jawab Rany yang membuat Dini semakin gugup


"Kakak ipar tidak perlu takut ya" ucap Rany sambil tersenyum, sementara Ibu Sri hanya bisa diam dengan pikirannya sendiri tanpa memperdulikan kesibukan mereka,. Setelah selesai mereka makan tuan Rendy mengajak Rendy dan Dini ke ruang keluarga.


Beberapa menit kemudian Dokter Santi tiba


"Maaf tuan, didepan ada dokter Sinta" ucap Salah satu pelayan


"Suruh dia masuk" jawab tuan Dimas


"Baik tuan" jawab pelayan itu lalu kembali


"Silakan duduk" ucap tuan Dimas


"Terimah kasih tuan" ucap Dokter Sinta lalu duduk


"Begini, aku ingin kamu Periksa menantuku" ucap tuan Dimas sambil melihat kearah Dini


"Jadi dia ya istrimu, sangat cantik" ucap Dokter Sinta sambil tersenyum


"Hmmm" ucap Rendy yang terus mengengam tangan istrinya


"Rendy antar istrimu kekamar dan juga dokter sinta" perintah tuan Dimas


"Baiklah" jawab Rendy sambil berdiri dari tempat duduknya dan menarik Dini menuju kamar yang diikuti Dokter Sinta


"Sayang aku takut" ucap Dini


"Tidak apa-apa sayang, tidak perlu takut ya" ucap Rendy berusaha menenangkan istrinya


"Sebenarnya aku tidak takut untuk diperiksa, tapi aku takut jika hasilnya akan positif" Batin Dini sambil mengikuti langkah suaminya


"Kamu harus memeriksanya dengan baik" perintah Rendy kepada Dokter Sinta setelah sampai dikamar


"Tenang Ren aku tidak apa-apa kan istrimu" jawab Dokter sinta yang merupakan teman waktu kecilnya.


"Sayang, aku tunggu diluar ya" ucap Rendy, Dini mengancuk tandanya dia setuju sementara Rendy melangkah kekuar.


"Berbaringlah!!" perintah Dokter Sinta, Dini pun mengikuti perintah Dokter Sinta


"Apa kamu sering merasa mual??" tanya Dokter sinta sambil memeriksanya


"Tidak Dokter justru suamiku yang sering mual jika sudah berhadapan dengan makanan" ucap Dini polos


"Aduh gemesnya" ucap Dokter Sinta yang mendengar betapa polosnya Dini


"Apa ada ucapan ku yang salah??" tanya Dini


"Tidak sayang, tapi sepertinya kamu hamil" ucap Dokter Sinta yang masih terus memeriksa Dini


Dini menelan Salivanya saat mendengar ucapan Dokter Sinta


"Tapi saya akan memastikannya, kamu gunakan test pack ini ya" ucap Dokter Sinta


"Iya Dok" ucap Dini sambil mengambil test pack yang diberikan Dokter Sinta lalu melangkah menuju kamar mandi, setelah selesai Dini kembali dan memberikan tespek kepada Dokter Sinta


"Baiklah kita tunggu beberapa menit untuk mendapatkan hasilnya" ucap Dokter Sinta setelah menerima Tespek yang diberikan Dini


"Dok apa aku bisa kembali disana??" tanya Dini


"Iya sayang, kita pergi sekarang" ucap Dokter Sinta lalu berjalan mengikuti langkah Dini menuju ruang keluarga. Disana sudah terlihat tuan Dimas, Rany, Ibu Sri dan juga Rendy yang sedang menunggu hasil pemeriksaan. Rendy yang melihat Istrinya kembali langsung berdiri dari tempat duduknya


"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya Rendy sedikit khawatir


"Apa sih Ren, kamu pikir aku akan menyakiti istrimu"ucap Dokter Sinta yang Membuat tuan Rendy dan juga Rany tertawa


"Aku kan cuma khawatir" ucap Rendy sambil memegang tangan Dini lagi


"Apa hasilnya??",tanya tuan Dimas


"Hasilnya ada disini, silakan tuan melihatnya langsung" ucap Dokter Sinta sambil memberikan hasil tes yang dilakukan tadi


"Pa cepat buka, aku tidak sabar lagi",ucap Rany


"Iya nak, papa juga tidak sabar melihat hasilnya",ucap Tuan Dimas sambil melihat hasil tesnya


Tuan Rendy Tersenyum saat melihat hasil tenya yang membuat Ibu Sri menarik hasil tes dan melihatnya., Ibu Sri terdiam tanpa mengeluarkan kata-kata setelah melihat hasilnya.


"Pa apa hasilnya??",tanya Rendy yang juga penasaran dengan hasilnya


"Selamat kamu akan jadi seorang ayah" jawab Dokter Sinta, yang membuat Rany bahagia


"Asik, aku akan menjadi Bibi" ucap Rany sambil memeluk Dini


"Sinta apa kamu tidak salah memeriksanya??" tanya Rendy lagi yang belum mempercayainya


"Apa kamu meragukan kemampuanku" ucap Dokter sinta yang membuat Rendy Refleks memeluk istrinya dan mencium kening istrinya,. Sementara Dini dan juga Ibu Sri hanya Diam tanpa mengeluarkan satu kata pun