TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN

TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN
Kewajiban


"Sayang bolehkah aku melakukannya sekarang??" tanya Rendy sambil melihat kearah Dini


Deg


Dini yang mendengarnya pun terkejut


"Apa Maksudnya?? " bantin Dini yang terlihat khawatir bercampur takut


"Tapi..... Belum selesai Dini berbicara Rendy kembali ******* bibir mungil istrinya kali ini tubuh Dini gemetar karena merasa sangat takut, Rendy sangat tau jika istrinya ini ketakutan tapi dilain sisi dia sudah tidak bisa menahan hasranya untuk kali ini, Rendy terus ******* bibir istrinya tangannya mulai membuka baju milik Dini dan melemparkan ke sembarang arah kini Dini hanya mengunakan bra,.


"Maaf, tolong lepaskan aku" ucap Dini gemetar karena takut, Rendy yang mendengarnya tidak menghiraukan apa yang Diucapkan Dini, dia terus melanjutkan aksinya, Dini berkali-kali berusaha untuk menghindar tapi semua usahanya gagal, terpaksa Dini pasrah dan membiarkan Rendy melakukannya, toh ini sudah menjadi kewajibannya melayani suaminya. Setelah Selesai Rendy melakukannya Rendy berbaring disamping Dini dengan perasaan yang sangat bahagia, tapi berbeda dengan Dini, dia terus saja menagis, tapi mau bagaimana lagi jika semuanya sudah terjadi, Dini kembali menarik selimut dan menutupi tubuhnya yang kini tidak menggunakan apapun.


"Makasih ya sayang dan maaf telah memaksamu" ucap Rendy sambil memeluk tubuh istrinya dibalik selimut, sementara Dini hanya diam tanpa suara,.


Rendy bangun dari tidurnya dan mesum kekamar mandi untuk membersikan tubuhnya, setelah selesai Rendy menuju ruang ganti, Dini yang melihat Rendy sudah keluar dari kamar mandi Dini pun berusaha bangun untuk membersikan tubuhnya.


"Aw aw..." teriak Dini sambil duduk kembali, di tepi ranjang, Rendy yang mendengarnya pun berlari menghampiri Dini.


"Biar saya bantu" ucap Rendy sambil mengendong istrinya menujuh kamar mandi


Rendy menurunkan Dini didalam kamar mandi,


"Apa perlu saya bantu??" tanya Rendy yang melihat Dini sedikit kesulitan untuk membersikan Dirinya


"Saya bisa sendiri" jawab Dini singkat


"Baiklah saya tunggu di kuar" ucap Rendi sambil keluar dari kamar mandi, setelah beberapa menit Dini membersikan Diri, Dini membuka pintu kamar mandi, Rendy yang mendengarnya pun melihat kearah pintu.


"Sudah selesai" tanya Rendy sambil menghampiri Dini, Dini menggangu kan kepalanya menandakan jika dia sudah selesai, Rendy kembali memeluk Dini dan menurunkan di tempat tidur,.


"Istirahat alah tidak perlu ke kantor, nanti bi Ina akan mengantarkan makanan keatas" ucap Rendy


"Baiklah"jawab Dini sambil berbaring dan menarik selimut, Rendy kembali bersiap-siap berangkat kekantor


"Sayang aku berangkat dulu" ucap Rendy sambil mencium jidat istrinya.


"Hmmm" jawab Dini karena dia sangat lelah dan tubuhnya terasa sakit terutama dibagian sensintifnya.


Rendy pun berjalan keluar meninggalkan Dini yang kembali tidur. Di halaman parkiran seperti biasanya Bima setia untuk membukakan pintu untuk tuannya. Rendy masuk kedalam mobil dan mobilnya belaju meninggalkan halaman parkir milik tuan Rendy.


Setelah 30 menit diperjalanan Rendy pun tiba di kantor, Bima lebih dulu keluar dan membukakan pintu untuk tuannya,


"Terima kasih" ucap Rendy sambil keluar dari mobil,.


"Iya sama-sam tuan" jawab Bima sambil membungkukan badan. Rendy pun berjalan menuju lift diikuti Bima dari belakang terlihat beberapa karyawan menyapa Tuan Rendy tapi seperti biasanya Rendy sama sekali tidak memperdulikannya.


Setelah beberapa menit Rendy pun sampai di ruangannya.


Tok tok suara ketukan pintu


"Masuk" perintah Rendy


Ibu dewi pun membuka pintu dan masuk kedalam,.


"Ada apa??" tanya tuan Rendy


"Maaf tuan, tuan besar meminta tuan mewakilinya menghadiri peresmian perusahan x di Amerika" jawab Ibu Dewi


"Kapan ??" tanya Rendy yang terus fokus kepada lebtobnya


"Peresmiannya dilakukan dua hari lagi tuan" jawab Ibu Dewi lagi


"Saya permisi tuan" ucap Ibu Dewi sambil melangkah pergi


Jam menunjukan pukul 12 Rendy dan Bima keluar dari ruangan


"Saya akan makan siang dirumah" ucap Rendy sambil berjalan menuju lift


"Baik tuan"jawab Bima sambil mengikuti langkah tuan Rendy,.


Setelah sampai diparkiran Rendy masuk kedalam mobil begitu juga Bima, mobil Rendy melaju meninggalkan halaman parkir perusahaan,.


Setelah 30 menit dalam perjalanan Rendy pun tiba dirumah.


"Bim kamu boleh pulang" ucap Rendy sambil masuk kedalam Rumah


"Baik tuan" jawab Bima yang masih didengar Rendy


"Bi, apa Dini sudah makan??" tanya Rendy yang melihat Bi Ina sedang membersikan sebuah vas bunga di ruang tamu.


"Sudah tuan" jawab Bi Ina


"Baiklah" jawab Rendy sambil menaiki satu persatu anak tangga.


"Lo dimana dia" batin Rendy ketika sampai dikamar dia tidak menemukan Dini,. Rendy menyimpan tas di atas meja dan menuju ruang ganti.


"Kapan datangnya??" tanya Dini yang melihat Rendy


"Barusan" jawab Rendy sambil memeluk Dini dari belakang


"Apa sudah baikan?? Tanya Rendy


"Iya,tuan... E sayang maksutnya" jawab Dini sambil sibuk merapikan pakaiannya


"Maaf ya telah memaksamu" ucap Rendy sambil membalikkan tubuh Dini agar menglihat kearahnya


"Iya sayang, itu kan sudah menjadi kewajibanku untuk melayanimu" ucap Dini sambil merunduk


"Kenapa tidak melihatku" tanya Rendy yang melihat Dini merunduk


"Malu" jawab Dini singkat, Rendy yang mendengarnya pun tersenyum


"Tidak perlu malu sayang, kamu melakukannya dengan suamimu" ucap Rendy sambil memeluku Dini


"Sayang dua hari lagi aku ke Amerika, kamu ikut ya??" ucap Rendy yang masih terus memeluk Dini


"Apa kita menjenguk Denis??" tanya Dini sambil menatap wajah Rendy


"Aku mewakili papa untuk ikut peresmian perusahaan x disana" jawab Rendy sambil melepaskan pelukannya


"Aku ikut, tapi aku jenguk Denis ya??" tanya Dini memperlihatkan raut wajah memohon


"Aduh imutnya" batin Rendy


"Iya sayang, setelah selesai urusanku kita jenguk Denis" jawab Rendy


"Makasih sayang" ucap Dini sambil memeluk Rendy


"Sama-sama sayang" ucap Rendy sambil membalas pelukan Dini