
Dini memesan taksi online tak lama kemudian taksi online tiba Dini masuk ke dalam mobil. Setelah sampai di rumah Dini duduk di kursi yang berada di ruang tamu.
"Den apa kamu disana baik-baik saja" batin Dini sambil meneteskan air matanya. "Ini semua salahku kalau aku tidak memarahi tuan Rendi waktu itu kamu tidak akan dibawah ke Amerika, kakak janji akan membawahmu pulang kesini, setelah kakak membawahmu kembali kakak akan meminta cerai kepada manusia kulkas itu." batin dini sambi menghapus air matanya.
Keesokan harinya Dini melakukan kegiatan rutinitasnya seperti biasa. Dikantor sudah terlihat Ayu yang sibuk dengan beberapa berkas yang harus di perbaiki.
"Ayu kita keluar makan yuk, aku lapar ni" kata Dini
"Sebentar ya Din aku rapikan dulu berkas-berkas ini" kata Ayu sambil merapikan beberapa berkas yang telas dia perbaiki.
Setelah selesai Ayu merapikan berkas-berkas Dini dan Ayu menujuh Lift, triiing....triiing... Handphone Dini berbunyi.
"Sebentar ya aku angkat telfon dulu" kata Dini sambil berjalan sedikit menjauh dari Ayu, "siapa sih yang menelfon sampai harus menjauh" batin Ayu sambil melihat kearah Dini.
"Siapa sih yang menelfon" batin Dini. "Hallo"
"Lama sekali sih angkatnya" kata seseorang dari seberang, Dini yang mendengarnya sudah bisa mengenali siapa yang menelfon.
"Maaf tuan" jawab Dini, "aku tidak butuh permintaan maafmu, sekarang temui aku di restoran tempat kamu bekerja ada beberapa hal yang perluh kita bicarakan" kata Rendi.,
"Tapi Tuan," " aku tidak menyuruh kamu untuk membantah, ini perintah" sambung Rendi langsung mematikan Terlefon.
"Dasar kulkas seenaknya saja dia memerintah ku dia pikir aku ini miliknya apa" batin Dini kesal " aduh apa yang harus aku katakan kepada Ayu" batin Dini sambil berjalan menghampiri Ayu.
"Yu,, maaf ya aku tidak bisa makan bersamamu" kata Dini berasa bersalah,. " lo memangnya kenapa??, kamu kan yang mengajaku tadi", tring sebuah pesan masuk, Dini segerah membuka pesan yang masuk,
"kalau sampai terlambat awas kamu" isi Sms dari Rendi, "apa apaan ini lagi-lagi dia mengancam ku" batin Dini. "Maaf ya, aku buru-buru ada urusan,,,dah" kata Dini sambil berlari pergi. " lo Din masa aku di tinggal" kata Ayu dengan wajah cemberut. " ya makan sendiri de nasip jomloh" kata Ayu sambil malahkan menuju kantin perusahaan.
Dini memanggil taksi lalu pergi menuju restoran, tak perlu waktu lama Dini sudah sampai.
"Hay pak" sapa Dini kepada Pak Rio
"Eh hay Din, lo ko datangnya sekarang, bukannya Dini ambil Sip malam??" tanya Pak Rio.
" Iya pak, Dini kesini bertemu dengan seseorang" jawab Dini tersenyum "ya udah pak Dini masuk dulu ya takutnya orangnya nunggu" sambung Dini sambil melangkah masuk " iya Din" jawap pak Rio sambil melihat Dini melangkah pergi.
Dini mencari-cari keberadaan Rendi "mana sih manusia kulkas itu" batin Dini sambil melihat ke beberapa Arah. " maaf nona tuan muda ada di sebelah sana" kata Bima sambil menunjuk kearah Rendi duduk. "ah kamu ini mengagetkanku, tiba-tiba datang seperti hantu saja" jawab Dini sambil melihat kearah yang di tujukan Bima " satu lagi pak, tidak perlu memanggil saya nona, nama saya Dini pak panggil saja Dini" sambung Dini sambil berjalan menuju Rendi diikuti Bima dari belakang.
"Maaf tuan, saya sedikit terlambat" jawab Dini sambil merunduk
"Duduklah" perintah Rendi. Dini pun duduk tepat di depan Rendi sementara Bima berdiri Di samping Rendi.
"Apa kamu sudah melihat peraturanya" tanya Rendi melihat kearah Dini yang terus menunduk.
"Iya tuan" jawab Dini gugup., "baguslah, kamu persiapkan Dirimu nanti Bima akan menjemputmu dan ingat jangan berani-berani kabur " kata Rendi yang terus menatap Dini dengan tatapan Dinginya.
"Baik tuan" jawab Dini lagi., "maaf tuan, bolehkah memintah sesuatu" tanya Dini gugup
"Hmmm"
"Apaan ini jawabnya Hmmm doang mana bisa aku tau kalau dia mau" batin Dini
"Apa maumu" tanya Rendi karena melihat Dini hanya Diam
"Apakah saya bisa menjenguk adik saya" tanya Dini berharap Rendi menyetujuinya.
"Tidak bisa, kamu tidak perlu khawatir adikmu akan baik-baik saja kalau kamu tetap nurut" kata Rendi dengan suara tinggi
"Lihat tu lagi-lagi dia mengancamku, mana mungkin aku tidak khawatir kalau adik saya berada di tangan manusia kulkas" batin Dini
"Iya saya akan nuruti semua keinginan tuan tapi jangan apa-apakan adiku" jawab Dini sedikit kesal. Rendi tersenyum sinis mendengar perkataan Dini. " ya sudah kamu boleh pergi" perintah Rendi, Dini berdiri dan pergi meninggalkan Rendi dan Bima.
Hari mulai sore terlihat Dini sibuk menyiapkan perlengkapan yang akan dibawahnya. tak lama kemudia sebuah mobil mewah parkir di depan rumah Dini. Seseorang keluar dari mobil itu yang tidak lain adalah Bima.
"Permisi nona, tuan mudah meminta saya untuk menjemput nona" kata Bima sambil mebungkukan badan
"Baiklah, ini semua barng-barangku" kata Dini. "maaf nona, tuan muda tidak mengijinkan nona membawah satu pun barang-barang nona" kata Bima.
"Apa...., kamu sedang bercanda ya??" tanya Dini
"Tidak nona, semua keperluan nona sudah tuan mudah siapkan" kata Bima sambil mempersilakan Dini untuk masuk kedalam mobil. Didalam mobil Dini hanya diam dan terus memandang kearah jendela, tak lama kemudian mobil memasuki halaman Rumah yang begitu besar.
"Wah ini rumah atau istana sih" batin Dini sambil melihat kearah rumah yang besar dengan dekorasi yang sangat elegan. Di depan pintu Dini sudah di sambut oleh tuan Dimas san istrinya. "lo bapak itu sepertinya pernah ketemu, tapi dimana ya??, ah aku salah lihat kali" batin Dini.
"Bi antarkan nona Dini kekamarnya, dia perlu istrahat lebih" kata tuan Dimas " baik tuan" Dini mengikuti langkah Bi ina menuju kamar yang dimaksud tuan Dimas.
"Wanita seperti itu, tidak pantas menjadi menantuku, lihat saja nanti saya akan menyingkirkan mu secepatnya" batin Ibu sri sambil tersenyum sinis
Keesokan harinya terlihat beberapa tamu sudah berdatangan.
"Din kamu gugup ya??" tanya Ayu sambil menggenggam tangan Dini
"Iya Yu, aku sangat gugup" jawab Dini sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Ayu.,
"Tidak apa-apa aku kan ada di sini" jawab Ayu.
Tak lama kemudian acara akan dimulai Dini turun dari tangga di dampingi Ayu, semua mata tertuju padanya, semua tamu undangan melihatnya terpesona dengan kecantikannya termasuk Rendi. Akad nikah pun dimulai dan Sah terdengar dari beberapa tamu undangan, Dini dan Rendi sah menjadi sepasang suami istri. Para tamu undangan memberikan selamat kepada kedua mempelai. Setelah semua acara selesai Ayu pamit pulang.
"Din aku pulang dulu ya, baik-baik disini" kata Ayu, " iya Yu hati-hati ya" jawab Dini. Tak lupa Ayu pamit pulang kepada keluarga Tuan Dimas kemudian berlalu pergi.
"Bi Ina kamu antar Dini ke kamar ya, masih ada yang ingin saya bicarakan dengan Rendi" perintah tuan Dimas.
"Baik tuan" kata bi Ina, Dini mengikuti langkah bi Ina, tak lama kemudian bi Ina berhenti di depan pintu kamar, "silakan masuk nona" kata bi Ina sambil menundukkan badan. "Terima kasih bi" jawab Dini, bi Ina melahkah pergi meninggalkan Dini yang masih berdiri, Dini pun memberanikan diri masuk ke kamar
"Wah bagus sekali" batin Dini sambil menuju ranjang. "Ah aku cape sekali" sambil membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. " Den apa kamu baik-baik saja di sana?? ya sabar ya kakak akan menjemputmu" kata Dini, tak perlu berapa lama Dini pun tertidur dan masih menggunakan gaun pengantin.
Diruang keluarga terlihat Rendi dan tuan Dimas serius
"Rendi sekarang kamu sudah mempunyai istri, kamu harus menjaga, menyayaginya jangan sampai dia terluka" kata taun Dimas Serius
"Iya pa saya akan menjaga menantu kesayangan papa" jawab Rendi.
"Pa biarkan Rendi yang mengurus rumah tangganya sendiri papa tidak perlu ikut campur" kata Ibu Sri sedikit kesal sambil berdiri dan menuju kamar. Tuan Dimas hanya melihat kearah istrinya
"Rendi papa tidak akan ikut campur dengan urusan rumah tanggamu papa hanya memberikan nasehat" kata tuan Dimas.
"Iya pa, pa aku ke atas dulu ya mau istrahat" kata Rendi sambil melangkah meninggalkan ayahnya yang masih duduk di ruang keluarga. Rendi masuk kedalam kamar lalu melihat kearah Dini.
"Dasar wanita bodoh tidur dengan menggunakan gaun" batin Rendi, Rendi menuju kamar mandi dan membersikan tubuhnya terus Menganti pakaiannya.
"Bisa-bisanya dia tertidur dengan menggunakan gaun, apa tidak panas" kata Rendi sambil melihat ke arah Dini. Rendi keluar manggil Bi Ina
"Ada yang bisa saya bantu tuan" tanya bi Ina " masuklah dan ganti pakaian nona muda perintah Rendi, Rendi berjalan menuju sofa, "baik tuan" bi Ina pun mengganti pakaian Dini dengan baju tidur.
"Maaf tuan sudah selesai" kata bi Ina, Rendi melihat kearah Dini yang masih tertidur, " ya sudah kamu boleh pergi" jawab Rendi, bi Ina pun melangkah keluar dengan menutup pintu dengan pelan. Rendi berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju tempat tidur.
"Hey wanita bodoh, malam ini kamu selamat" kata Rendi sambil membaringkan badanya dan menarik selimut menutupi tubuhnya, karena Rendi sangat lelah tak perlu waktu lama Rendi pun tertidur.
"Hay ka, jangan lupa likenya pada episod yang kalian sukai.😉😘