
Keesokan paginya Dini bangun dari tidurnya
"Aduh tangannya" ucap Dini sambil mengangkat tangan Rendy dari pingganya
"Mau kemana???" tanya Rendy yang kembali memeluk Dini
"Mau menyiapkan air untukmu",jawab Dini yang kini sudah berada didalam pelukan suaminya.
"Hari ini tidak perlu kekantor" ucap Rendy yang masih terus memeluk istri kecilnya
"Lo memengnya kenapa??" tanya Dini
"Kita akan pergi menjenguk Denis" ucap Rendy santai
"Benar ni kita menjenguk Denis??"tanya Dini yang masih tidak percaya
"Hmmm" jawab Rendy, Dini yang mendengarnya pun merasa senang dan membalas pelukan Rendy
"Makasih sayang" ucap Dini sambil mencium pipi suaminya
"Apa aku tidak sedang mi mimpi kan??, dia menciumku" batin Rendy tidak percaya
"Kamu yang memulainya" ucap Rendy sambil ******* bibir mungil istrinya, sementara Dini berusaha menghindar tapi semua usahanya gagal, Rendy memeluknya dengan erat sehingga dia tidak dapat menghindar dari aktifitas suaminya,.
Rendy membuka baju yang digunakan istrinya dan melemparkan ke sembarang arah dan begitu juga dengan dirinya membuka bajunya dan melemparkan ke sembarang arah, ciuman Rendy mulai turun ke leher, kebahu dan tangannya meremas pelan dua gunung milik istrinya.
"Sayang aku melakukannya ??" ucap Rendy meminta izin, Dini yang mendengarnya pun mengerti maksut dari suaminya itu.
"Aku takut" ucap Dini pelan, sementara Rendy tersenyum mendengar ucapan istri kecilnya
"Tidak akan sakit, kita kan sudah pernah melakukannya" ucap Rendy sambil membelai rambut istrinya
"Tapi..." ucap Dini,. "Aku akan melakukannya dengan lembut" ucap Rendy lagi
"Hmmm" jawab Dini karena dia tau tidak ada alasan dia menolaknya to ini kewajibanya untuk melayani suaminya
Rendy yang mendapat persetujuan isttinya pun melanjutkan aksinya, Rendy mencium bibir mungil istrinya dan kecupan mulai turun kebawah sampai ke daerah sensitif milik istrinya dan terjadilah hubungan intim suami istri.
Pagi yang menyenangkan sinar mata hari muncul disela-sela horden kamar milik tuan Rendy
"Makasih sayang" ucap Rendy sambil mencium jidat istrinya dan memeluk tubuh istrinya yang belum mengunakan sehelai pakai.
"Sakit ngak??" tanya Rendy kepada istrinya
"Hmmm," jawab Dini,.
"Lama juga terbiasa" ucap Rendy dan mulai meremas pelan p*****h milik Dini
"Pergi mandi, nanti kita telat lo" ucap Dini
"Ah iya aku hampir lupa" ucap Rendy sambil bangun dari tidurnya
"Keasikan sih" jawab Dini
"Hahaha, sayang kita lanjutkan disana ya??" goda Rendy
"Ah gak mau, sakitnya belum hilang" jawab Dini polos
Rendy yang mendengarnya pun tersenyum dan kembali mengecup bibir mungil Dini dan melangkah pergi untuk memebersikan Diri
Setelah lima menit Rendy pun keluar dari kamar mandi
"Sayang mandilah, aku sudah selesai!!" perintah Rendy yang melihat istrinya masih berada di tempat tidur.
"Sedikit lagi" jawab Dini sambil menarik selimutnya menutupi dadanya
"Apa aku melanjutknya lagi" ucap Rendy menggoda dengan senyum nakalnya
"Ah tidak, aku mandi sekarang" ucap Dini yang langsung bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi., sementara Rendy tersenyum puas karena telah berhasil menggoda istri kecilnya.
Setelah beberapa menit Dini pun keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ruang ganti, setelah selesai mengganti pakaian Dini melanjutkan untuk memilih baju suaminya dan juga dirinya untuk dibawah Ke Amerika.
"Memilih baju untuk di bawah" jawab Dini yang masih sibuk memilih beberapa baju
"Tidak perlu banyak, kita kan bisa beli disana",ucap Rendy sambil memebuk istrinya dari belakang.
"Biarlah, angap saja kita lagi hemat" jawab Dini yang membiarkan Rendy memeluknya
"I love you" ucap Rendy ditelinga Dini dengan menekan setiap kata yabg dia ucapkan.
Dini yang mendengarnya pun terdiam baju yang dipenganya jatuh kelantai.
"Apa aku tidak salah mendengarnya" batin Dini
"Kamu tidak salah mendengarnya sayang" ucap Rendy seakan -akan tau apa yang dipirkan istri kecilnya.
"Sayang boleh ngak kamu melepaskan aku, aku kesulitan memasukan baju kedalam kopor" ucap Dini mengalihkan perhatian
Rendy pun melepaskan pelukannya dan melangkah menuju sofa
"Apa dia marah ya??" batin Dini sambil memasukan baju-baju ke dalam kopor.
Setelah selesai menyiapkan semua kebutuhan selama berada di Amerika, Dini berjalan menghampiri suaminya yang duduk di sofa sambil memainkan hpnya
"Sayang, kamu marah ya??" tanya Dini yang kini ikut duduk disamping Rendy
"Jelas aku marah, dia tidak menjawab perkataanku tadi" batin Rendy
"Maaf ya, aku kan harus merapikan pakaian yang harus dibawah" ucap Dini sambil menggandeng tangan suaminya.
"Hmmm" ucap Rendy yang masih fokus dengan hpnya
"Aduh bagaimana cara merayunya agar tidak marah lagi, aku tidak tau merayu lagi" batin Dini sambil mencari cara agar suaminya tidak marah lagi
Cup satu kecupan mendarat Di bibir Rendy yang membuat Rendy berhenti memainkan hpnya
"Maaf ya",ucap Dini sambil memasang wajah memohon
"Aduh imutnya" Batin Rendy sambil melihat kearah istri kecilnya
"Iya, aku tidak marah ko" ucap Rendy sambil memeluk Dini
"Sayang kapan kita berangkat??" tanya Dini
"Ah iya, kita berangkat sekarang, aku sudah menyuruh Bima mengantarkan kita ke bandara" ucap Rendy sambil melepaskan pelukannya.
Rendy dan Dini pun turn kebawah
"Selamat pagi tuan, nona" sapa Bi Ina
"Pagi Bi" jawab Dini dan Rendy bersamaan
"Tuan dan nona mau sarapan dulu??" tanya Bi Ina
"Tidak perlu Bi, kita makan Disana saja, takutnya telat" jawab Dini
"Baiklah, hati-hati tuan, nona" ucap Bi Ina sambil melihat Rendy dan Dini menuju area parkir
"Pagi tuan, pagi nona" sapa Bima sambil membuka pintu mobil
"Pagi" jawab Dini dan juga Rendy
"Bim, masukan kopor ke bagasi" perintah Rendy sambil masuk kedalam mobil diikuti dengan Dini
"Baik tuan" jawab Bima.
Setelah selesai menyimpan kopor di bagasi, Bima masuk kedalam mobil dan melaju menuju bandara
"hay kak😊, jangan lupa like dan komennya😉😘