TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN

TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN
03


"Dini....Dini, bagaimana keadaanmu sekarang???" tanya seseorang yang baru datang, Dini yang mendengarnya pun melihat kearah suara tersebut.


"Kamu???" ucap Dini ketika melihat siapa yang datang


"Iya aku, kenapa??, kaget ya??" Ucap Seseorang


"Bukannya aku sudah memperingatimu agar menjauhi Rendy??" ucap Seseorang yang tidak lain adalah serly.


"Bagaimana bisa aku menghindarinya, dia sudah menjadi suamiku yang sah dimata agama dan hukum" ucap Dini sambil melihat terus melihat kearah serly


"Aku tidak perduli dengan semua itu, mau dengan tidak mau kamu harus meninggal kan dia!!, asal kamu tau ya, dia menikahimu bukan karena cinta melainkan paksaaan, bukankah aku sudah pernah memberitahu mu" ucap Serly lagi dengan nada suara yang tidak seperti biasanya


"Dia memang menikahiku karena terpaksa tapi itu dulu, sekarang dia telah mencintaiku" ucap Dini tidak mau kalah


"TIDAK....Dia tidak mungkin melupakan ku secepat itu hanya demi perempuan m******han sepertimu" ucap Serly yang kini semakin marah


"Bukankah kamu yang menghiyanatinya??, dia awalnya sangat mencintaimu tapi apa, kamu malah mengkhianatinya, kamu malah memilih seorang tua bangka Daripada dirinya, jadi bukankah kamu yang merupakan perempuan m*****han" ucap Dini panjang lebar


Plak


satu gambaran melayang di pipi Dini


"Beraninya kamu mengatakan itu padaku" ucap Serly yang kini terlihat sangat marah


"Baiklah sepertinya aku terlalu meremehkanmu" ucap Serly sambil memegang dagu Dini dengan kuat hinggah Dini merintih kesakitan


Beberapa menit kemudian datanglah dua orang lelaki yang bertubuh besar menghampiri Dini dan juga Serly.


"Ada apa Bos??" tanya dua lelaki itu bersamaan


"Jaga wanita ini, jangan sampai kambur" Perintah Serly


"Baik Bos" jawab kedua lelaki itu bersamaan


"Aw aw sakit" teriak Dini


"Dan kamu, jangan berani-berani kabur dari sini, kalau sampai KABUR habis kamu!!!" ucap Serly sambil menarik rambut panjang Dini


"Tahan Dini jangan sampai mengagis didepan wanita jahat ini" batin Dini berusaha menahan Tangisan nya yang sedari tadi Dia tahan.


Serly melepaskan tangannya dari rambut Dini dan berlalu pergi,


"Mas, berikan aku sedikit makanan" ucap Dini pelan kepada kedua lelaki yang menjaganya


"Ahahah, mimpi kamu???, kami tidak akan memberikan makanan untukmu walaupun itu sedikt jumlahnya" ucap salah satu dari kedua lelaki yang menjaganya


"Aku mohon, bayiku membutuhkan makanan" ucap Dini yang mulai terlihat lemah karena sampai saat ini dia belum makan kecuali waktu pagi.


Kedua laki-laki itu terkejut setelah mendengar ucapan Dini dan melihat kondisi Dini yang kian melemah


"Astaga Dia hamil??, kenapa Bos tidak memberitahu kami" ucap sI B


"Terus sekarang kamu akan memberikan makanan kepadanya cuma gara-gara dia hamil??" ucap Si A


"Aku hanya tidak ingin bayinya kenapa-kenapa" ucap Si B lagi


"Dasar bodoh, kenapa malah mengasihaninya sih, terus untuk apa kamu menyetujui perintah bos jika kamu malah mengasihaninya" ucap Si A yang mulai marah


"Aku menyetujuinya, karena aku sangat butuh uang, dan Bos menjanjikan jika aku melakukannya dia akan memberikan uang yang aku butuhkan" ucap si B dengan nada rendah


"Ah aku tidak perduli tentang itu, intinya aku tidak akan mengizikanmu memberikan dia makan" ucap Si A Sambil menarik tangan si B untuk keluar dari ruangan dimana Dini dikurung


Lama-kelamaan pandangan Dini mulai buram sampai dia benar-benar tidak sadarkan Diri,.


****


"Bim, bagaimana apakah mereka sudah menemukan keberadaan istriku??" tanya Rendy yang terlihat gelisah


"Belum tuan" jawab Bima pelan


"Dasar tidak berguna, bagaimana bisa mereka tidak menemukan keberadaan istriku" Teriak Rendy di dalam mobil. Bima hanya diam, karena dia tau Rendy sangat marah saat ini.


"Maaf tuan sepertinya didepan sana mobil milik nona Serly" ucap Bima yang melihat mobil Serly


"Terus kenapa???" tanya Rendy


"Begini tuan, ini sudah larut malam, kenapa mobil Nona Serly ada disini bukankah ini daerah yang sangat jauh dari tempat tinggalnya, apakah tuan tidak merasa jika nona Serly terlibat dalam penculikan nona muda" ucap Bima panjang lebar


"Tidak mungkin, bisa saja dia ada urusan disekitar sini" jawab Rendy


"Tuan lihat sana sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan dari kedua lelaki itu" ucap Bima sambil memberhentikan mobilnya, Rendy yang mendengarnya pun melihat kearah yang di maksut Bima


"Loh bukankah itu Serly??" tanya Rendy yang melihat Serly dari jauh,.


"Benar tuan itu nona Serly" jawab Bima


"Cepat hubungi orang-orang itu untuk mengepung rumah itu" perintah Rendy


"Baik tuan" jawab Bima sambil sibuk menelfon


"Awas saja jika kamu yang menculik istriku aku tidak akan melepaskan mu" ucap Rendy sambil berusaha menahan emosinya.


Setelah beberapa menit rumah tempat Dini disekap telah berhasil dikepung oleh orang-orang suruhan tuan Rendy.


"Serly......" teriak Rendy yang kini sudah melangkah mendekati Serly


"Hati-hati tuan" ucap Bima sambil mengikuti langkah Rendy


"Re...n..dy, kamu ngapain disini??" tanya Serly terbata-bata


"Kamu sembunyikan dimana istriku" teriak Rendy yang sudah semakin marah


"Apa maksutmu???" ucap Serly berusaha terlihat baik-baik saja, sesungguhnya seluruh tubuhnya mulai gemetar karena takut, dia belum pernah melihat Rendy sampai semarah ini.


"Apa yang kalian lakukan cepat geleda rumah ini" perintah tuan Rendy kepada orang-orang suruhanya


"Jangan mendekat!!!, jika kalian berani melangkahkan kaki kalia, aku akan membunuh nona Dini" teriak Serly.


"Dasar gila, apa yang sudah kamu lakukan kepada istriku??" teriak Rendy


"Ahahaha aku memang sudah gila dan aku gila karena mu" ucap Serly


"Jagan mendekat" teriak Serly saat melihat Rendy melangkah mendekatinya


"Maaf tuan, jangan gegabah, bisa saja dia melukai nona muda" ucap Bima sambil menahan tangan Rendy


Bruk bruk


Orang-orang suruhan Serly jatuh kelantai dan tidak sadarkan Diri


"Tangkap Dia!!!!" perintah Rendy


"Kamu pikir aku membiarkan mu menyakiti istriku" ucap Rendy


"Lepaskan, lepaskan aku" teriak Serly berusaha melepaskan cengkraman kedua lelaki suruhan Rendy


"Semua kulakukan demi mendapatkan mu, aku sangat mencintaimu" ucap Serly


"Chkk, jika kamu mencintaiku, kamu tidak akan menghianatiku dan malah memilih tua bangka itu" ucap Rendy sambil masuk kedalam rumah dan mencari keberadaan istrinya


"Sayang, sayang...." pangil Rendy berharap Dini mendengarnya.


Rendy terus mencari setiap sudut ruangan dan semua kamar yang ada di rumah itu, Rendy menghentikan langkahnya didepan sebuah kamar yang terkunci. Rendy mendobrak pintu itu hingga terbuka dan betapa terkejutnya dia melihat Dini sudah tidak sadarkan Diri dengan keadaan tangan dan kakinya yang masih terikat.


"Sayang..." teriak Rendy lalu berlari menghampiri istrinya


"Sayang bertahanlah, aku akan membawahmu kerumah sakit" ucap Rendy sambil membuka ikatan yang ada pada tangan dan juga kaki Dini, setelah selesai membukanya Rendy langsung mengendong tubuh istrinya dan membawahnya keluar dari rumah itu.


"Kalian tau kan, apa yang harus kalian lakukan??" tanya Rendy kepada orang-orang suruhan ya


"Iya tuan" jawab mereka bersamaan


"Rendy..." teriak Serly sat melihat Rendy melangkah pergi, Rendy tidak memperdulikan Serly yang ada dalam pikirannya hanyalah keselamatan istri dan juga anaknya yang ada dalam kandungan istrinya.


"Cepat Bim!!" perintah Rendy saat sudah berada didalam mobil


"Baik tuan" jawab Bima sambil melakukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.


"Sayang, kamu bertahan ya!! Ucap Rendy sambil memeluk tubuh istrinya yang sudah tidak sadarkan Diri.