TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN

TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN
15


Setelah selesai makan Rendy dan Dini langsung menuju hotel dimana Denis tinggal


Ting....ting bel pintu berbunyi


"Sepertinya ada orang diluar"ucap salah satu pelayan


"Biar Denis saja yang buka" ucap Denis sambil melangkah menuju pintu


Ckrek suara pintu terbuka


"Kakak...." pangil Denis sambil memeluk erat tubuh kakaknya


"Kakak aku sangat merindukanmu" ucap Denis yang matanya mulai berkaca-kaca


"Iya Den kakak juga merindukanmu" ucap Dini


"Kenapa kakak tidak bilang kalau mau datang" ucap Denis sambil melepas pelukannya


"Tuh tanyakan pada kakak iparmu" ucap Dini sambil menunjuk kearah Rendy yang sedari tadi tersenyum melihat tingkah istrinya dan juga adik iparnya


"Eh hay kak" ucap Denis sambil meyalimi Rendy


"Kakak sengaja tidak memberitahumu, biarkan jadi kejutan buatmu" ucap Rendy


"Ehemm, kakak tidak disuruh masuk" ucap Dini


"Eh iya lupa aku, silakan masuk kak" ucap Denis mempersilakan


"Wah ruaanganya sangat bagus" ucap Dini setelah masuk kedalam


"Aku kan sudah bilang bagus kan, pilihan kakak ipar Pasti yang terbaik" sambung Denis sementara Rendy hanya tersenyum mendengar pujian dari adik iparnya


"Kakak duduk dulu Denis ambilkan minum" ucap Denis sambil menuju dapur yang minimalis namun lengkap


"Untuk siapa minumnya??" tanya seorang pelayan ketika melihat Denis menyiapkan dua gelas untuk diisi air


"Untuk kak Dini dan kak Rendy"ucap Denis santai


"Tuan Rendy dan Nona Dini yang datang??" tanya Pelayan terkejut sementara Denis membalas dengan agukan kepala, pelayan langsung berlari menuju dimana tempat tuan Rendy dan juga nona Dini


"Maaf tuan, nona, saya tidak mengetahui jika tuan dan nona datang" ucap pelayan sambil menundukkan kepala


"Tidak apa-apa Bi, namanya juga ngak tau" ucap Dini


"Iya tidak apa-apa Bi, lanjutkan saja pekerjaanmu" sambung Rendy


"Baik tuan" jawab pelayan lalu melangkah pergi


"Ni diminum kak" ucap Denis sambil meletakan dua gelas diatas meja


"Makasih Den" ucap Dini dan Rendy bersamaan


"Iya sama-sama kak" ucap Denis sambil duduk di samping kakaknya.


"Oh iya kak, kakak datang menjembutku kan??" tanya Denis


"Iya sayang kakak datang menjemputmu, kita akan balik ke kota z sama-sama" jawab Dini


"Asik, aku sudah merindukan teman-teman sekolah" ucap Denis


"Memangnya disini kamu tidak sekolah??" tanya Dini


"Ada sih tapi sekolahnya disini, gurunya yang datang kesini" jawab Denis


"Iya sengaja aku menyuruh gurunya datang kesini, karena Denis masih dalam pantauan dokter takutnya terjadi apa-apa jika bersekolah seperti biasanya" ucap Rendy menjelaskan


"Owch gitu ya, jadi sampai sekarang Denis masih dalam pantauan dokter??",tanya Dini kepada Rendy


"Ngak sayang, kemarin batas bantuannya, Jadi Denis sudah bisa ikut pulang" ucap Rendy


"Maksih sayang, telah merawat dan menjaga adiku dengan baik, ucap Dini sambil memeluk Rendy


"Iya sama-sama sayang" ucap Rendy sambil membelai rambut istrinya


"Ehem ehem, mata suciku ternodai" ucap Denis sambil tersenyum


"Eh iya hampir lupa kalau ada Denis disini" ucap Dini sambil melepaskan pelukannya


"Isss kakak ini Sebesar ini tubuh Denis ngaj bisa lihat" ucap Denis cemberut


"Kakak bercanda ko" ucap Dini sambil berbalik me.eluk adiknya


"Kakak jangan terus memelukku nanti kak Rendy cemburu lo" ucap Denis


"Ah tau saja Denis ini kalau kakak cemburu" sambung Rendy sambil tersenyum


"Sayang kamu cemburu ya?, Denis kan adikku" ucap Dini sambil melepas pelukannya


"Ahahahahaha" hanya bercanda ucap Rendy dan Dimas bersamaan


"Oh iya kak, kakak istrahat dulu, nanti kalau makan malamnya sudah ada baru aku bangunin" ucap Denis


"Iya Ni kakak ingin skali membaringkan tubuh keatas kasur, tubuh kakak rasanya pegal semua" ucap Dini


"Yak sayang kita istrahat " ucap Rendy sambil menarik tangan istrinya menuju kamar


Dini menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur


"Ah nyamannya" ucap Dini sebenyara Rendy melangkah mendekati Dini


"Kamu mau apa??" tanya Dini sambil menghilangkan kedua tangannya didepan dada sebagai bentuk perlindungan.


"Apa yang kau sembunyikan sayang, aku sudah melihatnya bahkan sudah menikmatinya"ucap Rendy saat ini sudah menindis tubuh istrinya


"Iya aku tau, tapi boleh ngak kamu turun dari atas tubuhku" ucap Dini sambil berusaha mendorong tubuh suaminya akan tetapi semua usahanya tidak membuahkan hasil


"Sayang aku mau" bisik Rendy


"Tadi pagi kan kamu sudah melakukannya" ucap Dini


"Itu kan jatah pagi, sekarang jatah malam" bisik Rendy


"Nanti saja aku lagi cape" ucap Dini tapi tak dipedulikan Rendy, Rendy mulai m*****t bibir mungil istrinya tangan ya mulai masuk kedalam baju dan meremas dua gunung milik istrinya, sentuhan-sentuhan Rendy membuat Dini mengeluarkan suara desahan yang membuat Rendy semakin bersemangat, Rendy membuka semua pakaian yang dipakai istrinya sampai tak tersisa sehelai benang pun, Rendy kembali m****t bibir istrinya ciumannya mulai turun hingga sampai kedua gunung milik Istrinya tak lupa meninggalkan tanda kepemilikan disana, tidak perlu waktu lama terjadilah hubungan suami istri,.


"Terima kasih sayang" ucap Rendy sambil mencium kening istrinya


"Hmmm, apakah tidak apa-apa dengan bayinya jika kita rering .melakukan itu??" tanya Dini yang membuat Rendy baru kepikiran


"Ah iya, nanti aku pangil dokter untuk memeriksanya" ucap Rendy


"Sayang kamu tak perlu khawatir ya anak kita pasti baik-baik saja" sambung Rendy sambil memeluk istrinya


Tak perlu waktu lama sepasang suami istri itu pun tertidur sambil berpelukan.


****


Tok tok


"Kak Dini, kak Rendy" pangil Denis yang sudah berada di depan kamar


"Iya Den" jawab Rendy ketika mendengar panggilan Denis


"Kak, makanannya sudah siap" ucap Denis dibalik pintu


"Iya Den kakak siap-siap dulu" ucap Rendy


"Baik kak, Denis tunggu di meja makan ya" ucap Denis


"Iya Den" jawab Rendy sambil menuju kamar mandi untuk mebersikan diri


"Aneh makan saja perlu siap-siap seperti mau makan diluar saja" ucap Denis sambil berjalan menuju meja makan


"Sayang bangun, bersihkan dirimu habis itu keluar makan, aku duluan ya?? Takut Denis menunggu lama" ucap Rendy


"Ehhhm iya" jawab Dini sambil bangun dari tidurnya sementara Rendy keluar menemui Denis


"Aw, masih perih padahal kami sudah melakukannya beberapa kali" ucap Dini sambil melangkah menuju kamar mandi untuk membersikan diri


Di meja makan


"Hay Den" sapa Rendy sambil menarik salah satu kursi dan duduk


"Hay kak, oh iya Kak Dininya mana??" tanya Denis yang tidak melihat keberadaan kakaknya


"Owch kak Dini lagi mandi katanya panas" ucap Rendy santai


"Apa dikamar itu Ac nya mati, kalau mati pindah saja di kamar ku biar Denis saja yang tidur disitu" ucap Denis


"Acnya ngak mati ko" ucap Rendy yang mulai panik harus jawab apa lagi jika Denis bergaya lagi


"Terus kenapa kak Dini merasa kepanasan???" tanya Denis


"Tuh kan nanya lagi, aku harus jawab apa??" batin Rendy


"Tuh tanyakan saja pada kakakmu" ucap Rendy ketika melihat Dini melahkah menghampiri mereka


"Emangnya apa yang di tanyakan Denis sampai membuatmu berkeringat begini" ucap Dini ketika sampai dimeja makan


"Gini kak, kata kak Rendy kak Dini lagi mandi katanya kak Dini kepanasan, aku tanya Acnya mati ya??, kak Rendy jawab ngak terua aku tanya lagi terus kenapa kalau Acnya ngak mati kak Dini harus mandi karena kepanasan" ucap Denis panjang lebar.


"Oh itu, kakak kan lagi hamil mungkin bawaan bayinya kali" ucap Dini santai sambil menarik kusri di samping suaminya


"Oh gitu, eh kaka hamil ya??, ye aku akan jadi paman" ucap Denis bahagia


"Huuuuu, untungan Denis percaya, ngak mungkin kan aku harus jawab kita melakukan itu jadi Dini harus mandi" batin Rendy lega, sementara Dini tersenyum melihat kepaniakan suaminya.