
Apaan ini??, jadi maksut papa, mama terlibat dengan penculikan Dini??" tanya Rendy dengan suara yang tidak kalah tinggi.
Falshblack
Setelah Dokter memeriksa Dini dan Rendy dan juga Dini kembali kerumah mereka ibu Sri langsung menelfon Serly
Serly (Hallo ibu) ucap Serly dari seberang
Ibu Sri (ada berita buruk) ucap Ibu Sri
Serly (apa itu bu??)
Ibu Sri (wanita kampung itu hamil)
Serly (apa???, kenapa bisa, bagaimana ini, itu akan semakin sulit memisahkan mereka, aku sangat mencintai Rendy bu) ucap Serly sambil menangis
Ibu Sri (jangan menangis nak, ibu Sudah punya Rencana untuk memisahkan mereka)
Serly (benarkah??, apa rencana ibu??)
Ibu Sri (kamu suruh orang menculik wanita kampung itu)
Serly (apakah dengan begitu Rendy mau menikah denganku??)
Ibu Sri (tentu saja, kamu harus maksa wanita kampung itu meninggalkan Rendy, dengan begitu kamu bisa menikah dengan Rendy dan menjadi menantu kesayangan ibu"
Serly (tenang ibu, calon menantu kesayangan ibu akan berusaha merebut kembali Rendy dari tangan wanita kampung itu)
Ibu Sri (nah gitu dong, kamu harus perjuangkan cintamu)
Serly (tentu Bu serly akan perjuangkan)
Ibu Sri (serly sudah dulu ya, takut papi datang)
Serly ( iya ibu, Dah ibu) Sambil mematikan telefonya.
Falshblack Off
"Maafkan mama nak, mama lakukan itu karena mama takut kamu tidak bahagia bersama dengannya, kamu menikahinya Karena dipaksa oleh ayahmu"
"Aku tau mama menghawatirkanku, tapi bukan begini caranya, aku tu mencintainya bahkan sangat mencintainya" ucap Rendy lalu melangkah pergi meninggalkan kedua orang tuanya
"Nak maafkan mama" teriak Ibu Sri saat melihat Rendy melangkah pergi, akan tetapi Rendy sama sekali tidak melihat kearah mamanya meskipun dia sebenarnya masih mendengar ucapan mamanya
"Berdirilah!!"perintah tuan Dimas
"Pi, maafkan mami ya" ucap Ibu Sri sambil memegang tangan suaminya
"Papi berharap dengan kejadian ini, kamu sudah bisa menerima Dini sebagai menantu mami, mami dengar sendiri kan??,Rendy sangat mencintai istrinya.
"Iya pi mama janji, akan menerima Dini menjadi menantu mami" ucap Ibu Sri
"Mami harus minta maaf kepada Rendy dan juga Dini atas semua perbuatan mami!" ucap tuan Dimas
"Iya pi, mami akan Minta maaf kepada Rendy dan juga kepada Dini jika dia sudah sadar" ucap Ibu Sri sambil menghapus air matanya.
****
"Maaf tuan, Di dalam ada nona Ayu dan juga Roby" ucap Bima
"Ngapain laki-laki itu datang kesini??, aku harus masuk" ucap Rendy kembali memegang gagang pintu.
"Maaf tuan, menurut saya biarlah, mereka menjenguk nona muda walaupun hanya beberapa menit" ucap Bima sedikit khawatir, dia takut tuan Rendy akan marah, tapi dia juga kasihan kepada nona Ayu dan Juga Roby yang ingin sekali melihat keadaan Dini
"Tapi Bim" ucap Rendy terhenti karena Bima kembali berbicara
"Saya mengerti tuan tidak suka dengan kedatangan Roby, tapi mereka juga ikut khawatir, jadi biar kalah mereka melihat nona muda" ucap Bima lagi,
"Baiklah, kali ini aku izinkan, tapi kedepannya aku tidak izinkan Dia dekat-dekat dengan istriku apalagi menyentuhnya" ucap Rendy lalu duduk ditempat duduk yang berada di depan Ruang rawat.
****
Di dalam ruang rawat
"Apa yang terjadi Din, kenapa bisa begini" ucap Ayu yang kini sudah menangis karena melihat keadaan sahabatnya yang sangat lemah
"Jangan Menangis Yu, Dini pasti baik-baik saja" ucap Roby berusaha menenangkan Ayu, padahal dia sendiri sebenarnya sangat khawatir melihat keadaan Dini.
"Bagaimana tidak menangis jika melihat sahabatku seperti ini" ucap Ayu sambil mengengam tangan Dini
"Lo tangan Dini kenapa??" tanya Ayu saat melihat kedua pergelangan tangan Dini yang berwarna merah dan mulai bengkak
"Sini aku lihat" ucap Roby lalu memegang tangan Dini dan melihatnya
"Sepertinya ini bekas tali" ucap Roby sambil terus melihat tangan Dini
"Apa bekas tali??, apa suaminya menyiksa Dini??" ucap Ayu sopntan
Deg
"Apa masutmu Yu?? Suami??" tanya Roby berharap apa yang didengarnya salah
"Aduh, kenapa kecoplosan sih, harus jawab apa??" batin Ayu
"Yu apa maksut dari ucapanmu" tanya Roby sambil memegang bahu Ayu
"Maaf Rob, sebenarnya....sebenarnya Dini" ucap Ayu Terbata-bata
"Sebenarnya Dini kenapa??" tanya Roby yang kini semakin penasaran
"Sebenarnya Dini sudah menikah" ucap Ayu sambil merunduk
Deg
Seperti ada benda keras yang menghantam didanya hingga merasa sesak, setelah mendengar ucapan Ayu
"Sungguh??" tanya Roby lagi, Ayu pun mengaguk setelah mendengar ucapan Roby