
"Sayang ngomong dong jangan cuma diam" ucap Rendy sambil menarik tubuh Dini agar melihat kearahnya.
"Hish ...his, bolehkah tuan melepaskan saya??" tanya Dini sambil terus menangis.
"Tidak. Saya tidak akan pernah melepaskanmu" jawab Rendy.
"Aku mohon, lepaskan aku" ucap Dini yang terus menagis sambil memegang tangan Rendy.
"Apa yang membuatmu berfikir??, aku akan melepaskanmu aaa??. Kamu harus Ingat!!, aku tidak akan pernah melepaskanmu, apapun yang terjadi" ucap Rendy yang kini memegang kedua pundak istrinya.
"Apa alasan tuan tidak mau melepaskaku??. Bukankah tuan menikahiku karena perintah dan paksaan dari papa??" tanya Dini yang masih terus menangis.
"Dari mana dia mengetahui itu??, bukankah itu hanya ibu dan ayah yang mengetahuinya?" batin Rendy.
"Iya memang, aku menikah denganmu karena paksaan dari ayah, tapi..." ucapan Rendy terhenti.
"Aku kini telah mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu" batin Dini.
"Tapi apa??" tanya Dini kerena Rendy tidak melanjutkan ucapannya.
"Ah sudahlah, jangan pernah berpikir aku akan melepaskanmu" ucap Rendy sambil melangkah keluar dan menutup pintu dengan keras.
"Hish his..., aku harus berbuat apa?? supaya dia melepasku" batin Dini sambil terus menangis.
Diruang kerja Rendy
"Aaah sial kenapa dia sampai berpikir untuk menyuruhku melepaskannya" teriak Rendy sambil menghambur berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya.
Flashback
Diperjalanan Dini hanya diam dan terus memandang kearah jalan, tiba-tiba taksinya berhenti.
"Lo kenapa berhenti pak??" tanya Dini.
"Maaf nona diluar ada mobil yang menghadang" ucap supir taksi khawatir.
"Terus gimana ni pak??, kita balik saja pak!!" ucap Dini yang juga khawatir.
Belum sempat supir taksi putar balik, dua orang berbadan besar turun dari mobil dan memaksa Dini keluar dari taksi.
"Keluar!!, kalau tidak keluar akan saya pecakan kaca mobilnya dan memaksa kalian untuk keluar" ucap salah satu Dari mereka
"Aduh pak bagaimana ini??",tanya Dini yang sudah bertambah khawatir.
"Saya juga tidak tau nona" jawab supir taksi yang juga ikut khawatir.
Setelah beberapa menit, Dini memberanikan diri untuk keluar dari mobil, salah satu dari mereka menarik tangan Dini dengan keras sehingga Dini terjatuh dan kakinya sedikit terluka.
"Jangan manja kamu, berdiri sekarang!!" perintah salah satu dari mereka. Dini pun mengikuti perintah kedua pria itu.
"Apa yang kalian inginkan??" tanya Dini terbata-bata karena takut.
"Hahahah kamu tau maksut kami aaaa, ingat ya gadis kecil kamu harus meninggalkan tuan Rendy jika tidak kami tidak akan segan-segan membuat dia terluka, bahkan kami bisa menghilangkan dia dari muka bumi ini" ucap salah satu dari mereka dengan menekan pada setiap kata yang dia ucapkan.
Deg
"Kenapa mereka tau kalau aku istri dari tuan Rendy, dan apa maksutnya ini??, mereka menyuruhku untuk melepaskan suamiku" Batin Dini yang semakin takut.
"Hey kamu dengar ngak" teriak seorang lelaki yang berpakaian serba hitam dengan tubuh yang kekar.
"Iyaa, saya mendengarnya tapi apa alasan kalian menginginkan saya melepaskan tuan Rendy" tanya Dini pelan dengan tubuh yang mulai gemetar karena takut.
"Hahahah, dengar ya tuan Rendy sudah mempunyai pacar dan sebentar lagi mereka akan tunangan. kamu dinikahi tuan Rendy hanya karena perintah dan paksaan dari tuan besar dan dia tidak mencintaimu semua itu dia lakukan hanya untuk mengikuti kemauan ayahnya, jadi saya ingatkan kamu harus secepatnya melepaskan Rendy" ucap salah satu dari mereka.
"Apa perempuan yang dimaksud itu adalah Serly??, kenapa hatiku terasa sakit setelah mendengarnya" batin Dini.
"Saya beri kamu waktu satu minggu untuk melepaskan tuan Rendy, jika tidak kami tidak akan segan-segan melukainya bahkan membunuhnya" ucap salah satu dari mereka sambil mendorong tubuh mungil Dini hingga membuat Dini terjatuh. Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan Dini yang mulai menangis karena takut.
"Apa aku harus benar-benar melepaskannya??, jika tidak, taku takut mereka akan melukai Rendy" batin Dini sambil terus menangis.
Sesungunya Dini mulai mencintai Rendy akan tetapi disisi lain Rendy akan terluka jika dia masih terus berada Disampingnya.
"Hish his...apa yang harus aku lakukan" ucap Dini pelan diselah-selah tangisnya.
"Nona, apa nona baik-baik saja??" tanya supir taksi yang langsung menghampiri Dini ketika kedua lelaki tadi sudah pergi.
"Ah iya pak, saya baik-baik saja" ucap Dini sambil menghapus air matanya.
"Ya udah saya bantu berdiri ya" ucap Supir taksi. supir taksi pun membantu Dini berdiri dan membukakan pintu mobil untuk Dini.
Setelah Dini masuk kedalam mobil supir taksi melajukan mobilnya menuju rumah tuan Rendy.
Flash back off
Setelah berjam-jam berada di ruang kerjanya Rendy memutuskan untuk kembali kekamar.
Setalah sampai dikamar Rendy melihat Dini sudah tertidur diatas tempat tidur. Rendy berjalan menghampiri Dini dan duduk disamping istrinya.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, apa pun yang terjadi" ucap Rendy sambil membelai rambut istri.
Rendy menatap wajah cantik istrinya dan mencium alis istrinya. Tak perlu waktu lama k Rendy pun ikut tertidur di samping Dini.