
Falshblack
Beberapa jam kemudian Rendy pun tiba di Amerika, Rendi dan bima langsung menuju rumah sakit karena hari ini merupakan hari dimana Denis akan mengikuti operasi. Setelah sampai Rendy di jemput oleh Dokter Adit yang merupakan Dokter pribadinya jika berada di Amerika.
"Selamat datang tuan" sapa Dokter Adit
"Hmmm, dimana ruangannya??" tanya Rendy tanpa basa-basi
"Disini tuan, mari" ucap" Dokter Adit sambil menunjukan ruang rawat Denis
"Boleh aku masuk??" tanya Rendy setelah suda berada di depan pintu ruang rawat Denis
"Boleh tuan" jawab Dokter Adit sambil tersenyum
"Bim kamu ikut kedalam!!" perintah Rendy sambil membuka pintu, Denis yang mendengar suara pintu pun melihat kearah pintu
"Siapa yang datang?" batin Denis Sambil melihat Rendy yang melangkah mendekatinya
"Hay, gimana kabarmu??" tanya Rendy sambil tersenyum
"Masih seperti biasa kadang sakit kadang juga tidak" jawab Denis
"Lo itu kan sekertaris suami ka Dini, apa dia merupakan suaminya ka Dini" batin Denis setelah melihat Bima
"Owch iya, perkenalkan saya Rendy suami kakakmu" ucap Rendy karena dia tau kalau adik iparnya ini belum mengenalnya dan juga ini merupakan pertemuan pertama mereka
"Maaf tuan saya tidak mengenalnya" ucap Denis sambil berusaha bangun, Rendy yang melihatnya pun membantu Denis karena dia sedikit kesulitan untuk bangun
"Tidak apa-apa, dan satu lagi kamu tidak perlu memang iku tuan pangil saja seperti kamu memanggil kakakmu" ucap Rendy sambil tersenyum
"Baik tuan e kak maksutnya" jawab Denis
"Kak Dininya mana??" tanya Denis sambil mencari-cari keberadaan kakaknya
"Kak Dininya tidak ikut, tapi dia akan datang menjengukmu, jika pekerjaannya selesai" ucap Rendy
"Benarkah??" ucap Denis
"Iya Den" jawab Rendy sambil mengusap-ngusap kepala Denis, Bima yang melihatnya pun terkejut
"Tuan bisa selembut itu??, dan juga senyumnya yang dulu hilang bahkan tak pernah ku lihat kini aku bisa melihatnya, semoga saja tuan muda bisa menerima kehadiran Dini dan juga adiknya dalam kehidupannya" Batin Bima
"Kamu siap kan??" tanya Rendy
"Siap kak" ucap Denis bersemangat
"Aduh kenapa mala memikirkan wanita itu, apa karena Denis sangat mirip dengannya" batin Rendy yang tiba-tiba mengingat Dini
"Bagus, semangat dong, kakak akan mengajak kalian jalan-jalan jika kamu sudah sembuh" ucap Rendy sambil tersenyum
"Benarkah???apa kakak serius??" tanya Denis penasaran
"Iya, kakak serius, makanya kamu harus cepat sembuh ya" ucap Rendy sambil tersenyum melihat adik iparnya kini tidak canggung lagi ketika berbicara dengannya
"Pasti kak, Denis akan cepat-cepat sembuh agar bisa ketemu kak Dini dan juga bisa jalan-jalan" ucap Denis sambil tersenyum bahagia
Tok tok
"Masuk" ucap Rendy sambil melihat siapa yang datang
"Maaf tuan, Ruang operasinya sudah siap" ucap Dokter Adit ketika sudah masuk Diruang rawat. Denis yang mendengarnya terlihat sedikit khawatir,
"Semua akan baik-baik saja" ucap Rendy berusaha menghilangkan rasa khawatir adik iparnya, Denis pun mengganguk tandanya dia setuju mengikuti operasi
"Den, kakak balik dulu ya, nanti kakak datang menjenguk Denis lagi dengan kak Dini" ucap Rendy kepada Denis
"Baik kak" jawab Denis sambil tersenyum, Rendy pun membalas senyuman adik iparnya itu
"Lakukanlah yang terbaik" ucap Rendy sambil memegang pundak Dokter Adit
"Baik tuan, kami Memberikan penanganan yang terbaik untuk Denis" jawab Dokter Adit
"Baguslah, saya percayakan semua kepadamu" ucap Rendy sambil melangkah pergi d ikuti dengan Bima
"Terima kasih telah mempercayai saya" ucap Dokter Adit yang masih didengar oleh Rendy
Falsh back off
"Kak, aku sudah sembuh kapan kita jalan-jalan??" tanya Denis sambil tersenyum
"Iya kita akan jalan-jalan tapi tunggu kamu sembuh total" ucap Rendy sambil membalas senyuman Denis
"Apaan ini, Denis mala asik dengan dia, kan aku yang kakaknya bukan dia" batin Dini cemberut
"Kak Rendy yang bilang, jika aku sudah sembuh kita akan jalan-jalan" ucap Denis yang terlihat bahagia
"Kak, bahkan Denis memanggilnya kak, dan lagi satu Sejak kapan dia mengajak Denis jalan-jalan bukan ini merupakan pertemuan pertama mereka" batin Dini yang masih penasaran
"Ah terserahlah, intinya kamu harus sembuh dulu" ucap Dini
"Kak Dini harus ikut ya??" ucap Denis
"Iya kita akan jalan-jalan bertiga" jawab Rendy sambil tersenyum
"Lihat lagi bahkan dia tidak menanyakan pendapatku, langsung mengiyakan saja" batin Dini
"Asik, jadi kapan Denis bisa pulang??, Denis bosan disini terus" tanya Denis
"Kata Dokter Minggu depan Denis sudah bisa pulang" jawab Rendy
"Masih lama" ucap Denis tidak bersemangat
"Seminggu tidak akan lama sayang" ucap Dini sambil memegang tangan Denis
"Iya benar yang dikatakan kak Dini, Ohwch iya kak Rendy pergi dulu ada urusan sedikit" ucap Rendy
"Baiklah, hati-hati kak" ucap Denis
"Sayang, aku tinggal sebentar ya?" ucap Rendy sambil mencium jidat istrinya lalu pergi
"Cie...cie....yang punya suami baik" ucap Denis
"Apaan sih Den, baik dari mana??" ucap Dini sedikit malu
"Kak Rendy itu baik lo, dia datang menjenguk sebelum aku operasi dan dia juga berjanji akan mengajak kita jalan-jalan, pokonya dia baik banget sama aku" ucap Denis panjang lebar
"Jadi dia sudah pernah kesini menjengukmu??" tanya Dini terkejut mendengar ucapan adiknya
"Iya lah, dia datang menjenguk dan dia bilang kak Dini lagi bekerja jadi belum bisa menjenguk tapi dia juga janji akan membawah kak Dini kesini, dan sekarang dia menepati janjinya" ucap Denis lagi
"Pantas saja dia terlihat akrab, ternyata dia pernah menjenguk Denis tanpa sepengetahuanku" Batin Dini
"Kak, kakak kenapa??" ucap Denis yang melihat kakaknya diam
"Owch tidak apa-apa, oh iya gimana keadaanmu sekarang??" tanya Dini lagi karena pertanyaannya tadi belum dijawab Denis
"Seperti yang kakak lihat aku baik-baik saja" ucap Denis
"Baguslah, kalau begitu aku bisa melepaskannya" ucap Dini tanpa sadar
"Maksutnya kak?? Apa yang mau dilepaskan??" tanya Denis yang mendengarnya
"Ah bukan apa-apa ko" jawab Dini
"Owch kirain ada sesuatu" ucap Denis
"Kenapa mala kecoplosan sih, untungnya Denis tidak banyak bertanya" batin Dini
Beberapa menit kemudian Rendy pun kembali
"Sayang kita balik sekarang ya??" ucap Rendy terlihat khawatir
"Lo ada apa??" tanya Dini
"mama masuk rumah sakit" jawab Rendy
"Apa???, mama sakit apa??" tanya Dini
"Aku juga tidak tau, intinya kita balik dulu" ucap Rendy
"Iya kak, kak Rendy dan kak Dini balik dulu" sambung Denis
"Kamu tidak apa-apa kan di tinggal??" tanya Dini
"Tidak apa-apa kak" jawab Denis
"Baiklah kakak pergi dulu ya, kalau ada apa-apa telefon kaka" ucap Dini
"Denis kakak pamit ya kakak janji akan datang lagi" ucap Rendy
"Iya kak, hati-hati ya" ucap Denis yang melihat kedua kakaknya melangkah pergi
"hay kak😊, jangan lupa like dan komenya😁 dan terimah kasih telah mensupport sampai episod sekarang😍😘