
Setelah selesai makan malam Rendy, Dini dan juga Denis duduk dan berbincang-bincang, sesekali terdengar suara tertawa dari ketiganya.
"Oh iya Den, masih ingat ngak kakak pernah janji??" tanya Rendy
"Janji apa ya??" ucap Denis berusaha mengingatnya
"Maksut kakak janji untuk jalan-jalan ya??" tanya Denis setelah mengingatnya
"Iya Den, bagaimana kalau besok kita jalan-jalan?? Tanya Rendy
"Kak sepertinya jalan-jalan di tudah dulu, kak Dini kan lagi hamil aku takut nanti kak Dini cape dan terjadi apa-apa sama kak Dini dan dede bayinya" ucap Denis panjang lebar
"Kak Dini ngak apa-apa ko kalau Denis mau jalan-jalan" ucap Dini
"Hmmm, begini saja, bagaimana jalan-jalannya kita undur sampai dede bayinya lahir terus nantinya kita jalan-jalan berempat bersama dede bayinya" ucap Denis lagi
"Tidak apa-apa itu??, kan masih lama dede bayinya lahir" tanya Rendy memastikan keputusan dari adik iparnya.
"Iya kak, Denis yakin, akan lebih seruh jika jalan-jalan bersama dede bayi" ucap Denis sambil tersenyum
"Baiklah, kalau itu keputusanmu"ucap Rendy sambil me.balas senyum adik iparnya
"Kalau begitu besok kita balik saja, kan sayang harus mengurus pernikahannya Bima" ucap Dini mengingatkan
"Oh iya, aku hampir lupa dua sejoli itu akan menikah" ucap Rendy
"Kak Bima bukannya, orang yang sering datang mengurus semua keperluanku??" tanya Denis memastikan
"Iya Den, dia itu asisten pribadinya kak Rendy" Jawab Dini sementara Rendy memgagukan kepala yang tandanya apa yang dikatakan Kak Dini benar
"Owch gitu, pantasan saja dia yang selalu datang mengurus keperluanku ketika masih dirumah sakit maupun. Sudah tinggal disini" ucap Denis
"Sudah-sudah kalau gitu kamu kamu istrahat ya Den, karena besok tidak jadi jalan-jalan, makan besok kita akan balik ke kota z" ucap Dini
"Baiklah kak, Denis istrahan dulu ya" ucap Denis sambil berdiri dari tpat duduknya dan melangkah pergi menuju kamar untuk istrahat
"Aku juga mau istrahat, sepertinya tubuhku tersah sangat lelah" ucap Dini sambil berdiri dari tempat duduknya
"Tapikan Aku mau menelfon Dokter untuk memerikasa dede bayinya" ucap Rendy
"Sudahlah nanti disana saja, baru suruh Dokter sinta yang memeriksanya" ucap Dini sambil melangkah menuju kamar yang Diikuti Rendy dari belakang
****
Keesokan paginya Dini,Rendy dan juga Denis terlihat sibuk bersiap-siap untuk berangkat
"Den lihat jangan sampai ada barang-barangmu yang ketinggalan" ucap Dini
"Ketinggalan juga ngak apa-apa, ini kan punya kak Rendy" sambung Denis
"Ah iya, kaka lupa, ya sudah jika sudah tidak ada yang dicari kita berangkat sekarang" ucap dini.
Denis,Rendy dan juga Dini .menuju bandara dan berangkt kembali ke kota Z. Setelah beberapa jam diperjalanan mereka pun sampai dikota z, terlihat jadi jauh Bima yang sudah menunggu kedatangan mereka
"Hay kak Bima apa kabar??" tanya Denis setelah mereka sampai didekat mobil
"Hay Den, seperti yang Den Denis lihat kak Bima baik-baik saja, oh iya bagaimana keadaanmu??" ucap Bima sambil tersenyum
"Aku sudah sembuh kak, lihat aku baik-baik saja sekarang" ucap Denis sambil membalas senyum Bima
"Alhamdulillah kalau begitu" ucap Bima
"Silakan, nyonya dan tuan besar sudah menunggu kedatangan Denis" ucap Bima sabil memebukakan pintu mobil untuk Denis, nonaa dan tuan muda.
"Terimah kasih Bima" ucap Rendy setelah masuk didalam mobil, Denis duduk didepan sementara Rendy dan juga Dini duduk dibelakang
"Iya nona, tuan mudah sudah sejak pagi berada dirumah" jawab Bima sambil fokus menyetir
"Iya sayang, mama dan papa menyambut kedatangan Denis sekalian kita bicarakan soal pernikahan Rany",sambung Rendy
"Kak Bima, selamat ya sebentar lagi sudah menikah" ucap Denis sambil tersenyum
"Aduh Den kan masih lama" ucap Bima Sambil membalas senyum Denis
"Sengaja kak biar Denis orang pertama yang memberikan selamat biat kak Bima" sambung Denis Yang terus menatap kearah jalan
"Hahaha iya iya Denislah yang pertama mengucapkan selamat, makasih ya" ucap Bima
"Iya sama-sama kak" jawab Denis sementara Dini dan juga Rendy yang mendengar nya pun tersenyum
Setelah sekitar satu jam dalam perjalanan mereka pun sampai, terlihat dari jauh ibu Sri dan juga Tuan Dimas menunggu kedatangan mereka
"Asalamualaikum ma, ma" ucap Dini sambil menyalimi kedua mertuanya setelah turun dari mobil
"Wa'alaikum salam, nak, oh ini yang namanya Denis??" tanya ibu Sri setelah melihat Denis
"Iya tante, saya Denis" ucap Denis sambil menyalimi
"Aduh gantengnya ya kan pi dan wajah mirip skali dengan nak Dini" ucap Ibu Sri
"Iya mi, aangt mirip lo" sambung tuan Dimas membenarkan perkataan istrinya.
"Tentu saja mirip kan Dini kakaknya" sambung Rendy
"ahaha iya mereka kan kakak adik" ucap Ibu Sri
"Yaudah kalian masuk, Ayo, Bima kamu ikut masuk" ucap Ibu Sri yang membuat seorang yang disebut namanya gugup
Setelah sampai diruang keluarga mereka pun berbincang-bincang, sesekali terdengar suara tawa dari merek
"Oh iya Den, kamu tidak perlu pangil tante dan om ya, kamu pangil saja mam dan papa seperti kak Dini dan juga kak Rendy" ucap Ibu Sri sambil tersenyum
"Iya tante, eh maksutnya mama" ucap Denis yang belum terbiasa memanggil mama yang sudah sekian lama dia tidak pernah memanggil seseorang dengan sebutan mama.
"Ma, pa, bagaimana soal Bima dan juga Rany" tanya Rendy serius
"Mama sih terserah dari mereka saja kalau mereka sudah saling suka dan ingin melanjutkan kejenjang yang lebih serius mama ma setuju saja" ucap Ibu Sri yang membuat Bima sedikit lebah mendengarnya
"Apa kamu serius Bima??" tanya taun Diams
"Saya serius ingin menikahi nona Rany tuan" jawab Bima gugup
"Baiklah kalu begitu aku percayakan kepadamu untuk menjaga Anak perempuan kesayanganku, aku yakin kamu bisaenjaganya dengan baik" ucap Tuan Rendy
"Tetimah kasih tuan, nyonya atas kepercayaannya, saya akan berusaha menjaga nona Rany dengan baik" ucap Bima yang kini rasa gugupnya mulai berkurang
"Iya sama-sama, kita tinggal tentukan saja tanggal pernikahannya" ucap tuan Dimas
"Betul pa lebih cepat lebih baik, sepertinya mereka sudah tidak sabar untuk menikah" goda Rendy yang berhasil membuat Bima jadi salah tingkah
"Apaan sih sayang lihat tuh Bima jadi salah tingkah" ucap Dini pelan
"Biarin saja aku sengaja mengodanya sayang" bisik Rendy
"Ehem ehem, masih banyak orang lo disini" ucap Tuan Dimas yang melihat anak dan menantunya saling bisik-bisik
"Iya Ni, mereka menodai mata suciku" sambung Denis yang membuat semua orang tertawa ketika mendengarnya.