SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Rakyat Jelata


Hari ini jam 03.45 sore waktu Jepang, Ariana, Jackson, beberapa pengawal sudah bersiap menuju bandara, mereka akan menaiki pesawat kelas Bisnis menuju Amsterdam.


Hari ini Ariana terlihat begitu bahagia, tak pernah berhenti dia mengelus perutnya.


Semua barang sudah di masukan ke dalam bagasi pesawat, Ariana melangkah masuk dan terkejut saat mendapati apa yang ada di depan matanya.


Hanya Reykhel seorang yang sedang duduk di kursi kabin, sepi tiada orang. Mengapa? Bukankah ini bukan pesawat pribadi?


"Kenapa diam di situ?" tanya Reykhel sembari beranjak dari duduknya, melangkah untuk menghampiri Ariana.


"A- a- aku, emh..."


Reykhel menarik tengkuknya agar bisa mencium bibir Ariana dengan dalam, kemudian dia memeluknya dengan erat.


"Kau bodoh, jika saja Jackson tak memberitahuku perihal kehamilan mu, mungkin saja aku akan melakukan kesalahan fatal sepanjang hidup ku..."


"Aku yang bodoh karena selalu berpikir menggunakan emosi, maafkan aku... suamiku, aku bersalah..." cairan bening itu pun mulai meleleh, jatuh menetes di tangan Reykhel.


"Sudahlah jangan menangis lagi, aku datang kemari untuk menjemputmu..."


imbuh Reykhel sembari mengusap air mata berharga itu dengan kedua ibu jarinya.


Bahagia terukir di wajah keduanya, jemari mereka saling menyemat.



"Suamiku, aku masih belum mau pulang ke Amsterdam..." Ariana mulai bertingkah manja.


"Kenapa?" tanya Reykhel seraya menggendongnya ala bridal style, membawanya ke sebuah ruangan.


"Suamiku, ini ruangan apa? Bukankah ini pesawat biasa? Bukan pesawat pribadi?"


"Sesekali menjadi rakyat jelata juga tidak apa-apa, kan? Lagi pula kau ini ingin hidup bersama denganku karena harta ku, atau karena memang kau mencintaiku?"


"Aaaa... maafkan aku sayang," menutup mulut dengan tangan, "Aku kan hanya bercanda, lagi pula, itu adalah bawaan baby," (˘・_・˘) ah, sudah mulai bawa-bawa baby demi melindungi diri.


"Kau sudah berani bersikap kurang ajar padaku? Lihat saja hukuman apa yang akan kau dapatkan." Reykhel menyeringai setelah membaringkan tubuh Ariana di atas ranjang mewah.


Lalu Reykhel mengurung tubuh mungil itu di dalam kungkungannya, mulai melepaskan pakaiannya, "Kau tadi mengatakan tidak ingin pulang ke Amsterdam? Kau mau pulang kemana?"


Ariana mengusap lembut pipi kanan suaminya itu, "Aku ingin ke New York, sayang..."


"Hanya New York?" Ariana mengangguk, "Tidak ingin ke Negara lainnya lagi?"


"Nanti uangmu habis, Pft..."


Reykhel menguyel-nguyel hidung Ariana, dia memasukan pusakanya dengan pelan.


"Suamiku, hati-hati, kasihan baby bisa terjepit nanti."


"Aku, Reykhel Louis Wilson, apapun yang istriku inginkan... jangankan hanya ke New York, mengelilingi Dunia ini pun aku sanggup, semua demi dirimu... permaisuri ku."


Ciuman lembut ia darat, kan, di bibir tipis Ariana. Gadis itu memejamkan matanya. Menerima keperkasaan Reykhel dengan sejuta kenikmatan yang ia ingin rasakan, lagi, lagi, dan lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu jam setelah melakukan pergumulan panas itu, keduanya segera membersihkan diri dan kembali memakai pakaian masing-masing.


Tiga puluh menit kemudian, pengawal, para awak pesawat, pun, masuk dan segera memulai perjalanan tour pertama mereka mengelilingi dunia, di mulai dari New York. Jackson memilih untuk naik pesawat lainnya, dan segera kembali ke Amsterdam, dia tak mau mengotori matanya yang suci akibat perbuatan tak senonoh dari Nona dan Tuan mudanya itu.


"Suamiku?"


"Hm?"


Reykhel menahan tangan Ariana yang terus-terusan menguyel pipinya, menusuk-nusuk pipinya, "Jangan memancing, atau aku akan melahapmu tanpa ampun." (っ˘з(˘⌣˘ )