
Bosan juga karena hp tak mau berhenti berdering, membuat Jackson mau tak mau segera menjawabnya.
"Halo, Tuan? Apakah Tuan membutuhkan sesuatu?"
"Kemana saja kau, mendadak hilang," kesal Reykhel sembari mengernyitkan dahinya.
"Saya tadi pergi ke toilet."
"Kau sudah membaca pesan ku?"
Jackson mengangguk, "Iya Tuan, saya sudah membacanya."
"Kalau begitu cepat kau pesan, kan, jangan menunggu lagi!"
"Iya baiklah Tuan akan segera saya sampaikan kepada Madam Charlotte."
Akhirnya video call itu pun berakhir, Reykhel kembali meletakan hp nya di atas nakas. Dia berbaring sembari memeluk Ariana, mengusap-usap perut Ariana.
"Kau suka memakai kemeja ku? Aku sudah meminta Jackson untuk memesankan kemeja ini sebanyak 100 pcs, kau bisa memakainya." Reykhel mengelus rambut Ariana.
"Tak akan ku biarkan siapapun menyakitimu, sayang, atau pun menyakiti anak kita... siapapun akan bergetar saat mendengar mama Wilson, semua akan tunduk pada kebesaran nama itu."
"Emh..." igau Ariana yang langsung mendelusupkan wajahnya di dada bidang Reykhel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Usai menelefon Madam Charlotte, Jackson berniat untuk mencari makan siang di luar.
Dia memakai kacamata dengan gaya yang slow mo, saat dia melangkahkan keluar dari lift yang langsung menghubungkannya ke parkiran VVIP Brilian Group, dia mendapati seorang gadis muda yang sedang berusaha membuka paksa pintu mobilnya.
"Hei!" teriak Jackson mengejutkannya.
"Cih! Malah ketahuan."
Sebelum sempat Jackson menangkapnya, gadis itu sudah kabur. Larinya cepat juga.
"Cih!" Jackson langsung mengeluarkan hp dari dalam saku celana, menelefon seseorang sembari menatap kamera cctv.
"Ah benarkah? Mungkin saja ada yang ingin menemui Tuan dengan cara ekstrim -" tut tut tut, "Hm? Di matikan? Astaga, dasar tidak sopan!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Jessy, kau sudah mendapatkannya?"
Jessy, gadis yang hampir tertangkap oleh Jackson karena ketahuan sedang membuka paksa pintu mobilnya.
Dia gadis berambut cokelat panjang rambut sebahunya terurai jatuh, manik birunya terlihat sangat cantik dengan wajah yang menawan.
"Tidak, kau tahu aku hampir tertangkap oleh pria itu..." jawab Jessy sembari mendudukkan tubuhnya di kursi.
Mereka berdua duduk di sebuah restauran elit yang menyajikan makanan khas Eropa, "Apa? Bagaimana bisa kau hampir tertangkap? Selama ini kau selalu melakukannya dengan mahir, kan?" tanya Maria yang menggeleng, dia menyayangkan kegagalan Jessy.
"Bicara saja sesukamu... kau hanya menikmati hasil pencurian ku, lagi pula bagaimana bisa kau memberikan daftar mobil itu padaku? Sepertinya dia bukan pria yang biasa-biasa saja."
"Maksudmu dia orang berpengaruh?"
"Aku bisa merasakan dari kharismanya yang terpancar, dia juga lumayan tampan."
Tak seberapa lama seorang pelayan datang dengan membawakan troli menu, mereka menyantap hidangan yang lezat.
Di luar restoran, Jackson baru saja sampai dan sedang melangkah masuk ke dalam.
Dia sudah memesan meja yang ternyata tak berjauhan dari meja Jessy.
Dia duduk sembari melepas kaca matanya, membuka hp yang baru saja menerima notif.
Jackson menonton rekaman cctv tadi, "Rubah kecil! Aku pasti akan menangkap mu."
Siang ini mereka menikmati hidangan yang sudah tersaji di atas meja, tanpa menyadari jika mereka sebelumnya baru saja bertemu. Mungkin, mereka akan menjadi jodoh.
Semoga saja, karena kalau menjomblo bisa jadi mata dan telinga mu akan ternoda akibat ulah tuan muda mu, 🤭
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...