SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Megan Chaterine


Gelisah karena rasa dingin yang menyergapnya, Ariana pun terbangun dan tak melihat suaminya di tempat tidur.


Dia mendengar suara gemericik air dari dalam bath room, Ariana pun bergegas memakai kembali pakaiannya yang teronggok di atas lantai.


Tubuhnya terasa sangat lelah, ternyata Reykhel selain ganas dengan lawan bisnis, dia juga bisa seganas itu saat di atas ranjang.


Kedua kakinya terasa gemetar. Jika di ingat kembali, setelah merasakan sakitnya di malam pertama, tetapi dia juga merasakan sesuatu yang nikmat menggantikan rasa sakitnya itu.


Dia ingin merasakannya kembali tetapi tak mungkin juga kan, jika dia yang memintanya terlebih dahulu. Yang ada kepala pria itu semakin besar.


Klek!


"Sudah bangun?" tanya Reykhel yang baru saja keluar dari dalam bath room, "Pergilah mandi, karena sebentar lagi pak Jang akan datang mengantarkan makan siang."


"Aaaaa... i- iya Tuan, saya akan segera kembali setelah selesai mandi di kamar bawah.


"Kenapa harus ke bawah? Mandi saja di kamar ini." seru Reykhel dengan nada memerintah.


Sebelum raut wajahnya berubah menjadi kesal, Ariana pun bergegas masuk ke dalam bath room.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Jam 13.00 waktu setempat pak Jang pun datang kembali dengan membawa hidangan makan siang, dia meletakannya di atas meja.


"Silakan di nikmati, Tuan," ucap pak Jang yang segera undur diri.


Reykhel duduk di sofa menghadap meja, dia menyempatkan diri untuk bermain hp, kebetulan sekali dia membuka aplikasi Instagramnya.


Dia ingat jika dirinya bahkan belum mencari akun Ariana di Instagramnya, sembari menunggu gadis itu selesai mandi, Reykhel pun mencari.


Searching, searching, dan akhirnya ia menemukan akun Instagramnya dengan nama @ariana.1212


"Bahkan akunnya tidak di private? Berani sekali dia."


"Apa ini? Cake Doraemon, 100€?" keningnya mengerut sebal, dia bahkan mendengus kesal, "Berani sekali dia berjualan Cake di belakang ku? Memang apa hebatnya!"


"Tuan?" seru Ariana yang baru saja keluar dari kamar mandi, dia menatap wajah pria yang terlihat begitu kesal.


Meskipun begitu Ariana tetap harus berpikiran positif, dia mendekat dan ikut duduk di dekat Reykhel.


"Apa ini?" protes Reykhel yang langsung menindihnya, membuat Ariana begitu gugup.


"Tu- tuan? -"


"Apa? Kau berjualan kue memangnya kau mau membuat rumah ini menjadi pabrik kue, hm?" tanya Reykhel sembari mencubit hidung Ariana hingga memerah.


"Aaaaa... sa- sakit. Ma- maafkan saya Tu- tuan, saya hanya bingung saja... biasanya pergi kuliah dan saat ini sampai 29 hari ke depan hanya berdiam diri di rumah. Ja- jadi... jadi, Sa- saya melakukan hal yang -"


Ariana memejamkan kedua matanya saat Reykhel menggigit bibirnya, "Banyak bicara!”


Lalu Reykhel kembali duduk di posisinya, "Cepatlah makan, sebelum makanannya dingin."


Berjualan saja tidak boleh, lalu, Ariana harus melakukan apa jika kau melarangnya.


Di sela-sela makan, pak Jang datang lagi dan berdiri di depan pintu kamar, mengetuk pintu itu dengan pelan hingga akhirnya sang Tuan muda membukakan pintu dan berdiri tepat di hadapannya.


"Tuan muda maaf mengganggu, di ruang tamu ada nona Megan Chaterine, Tuan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


👉👉👉Next Chapter👇👇👇


"Tutup mulutmu! Berani-beraninya kau membawa-bawa papa ku dalam hal ini!" pekik Reykhel yang kemudian kembali menghadapkan tubuhnya menatap Megan.


"Jika kau tidak percaya, kau bisa bertanya kepada papamu sendiri." lirih Megan sembari mengusap air matanya, "Semenjak orang tua ku meninggal, papa mu datang dengan membawakan selembar tiket dan juga cek, dia memintaku untuk pergi... dua tahun lamanya aku menantikan penantian ini, setelah aku menjadi sukses, aku mendengar kabar pernikahanmu..."