
"Sadari batasan diri Anda, nona Megan!" Jackson memperingatinya untuk yang pertama dan yang terakhir kalinya, "Tidakkah Nona tahu jika Tuan muda telah menikah? Pernikahan itu diliput oleh media secara besar-besaran, Saya rasa Nona tidak terlalu bodoh untuk menyadari dan mengetahuinya!"
Megan benar-benar kesal mendengar ucapan dari mulut sekretaris yang dingin itu, terlebih lagi caranya memandang dirinya, "Cih! Jangan mencoba untuk menasehati ku, aku juga mengetahui hal itu... tetapi aku datang kemari untuk memperjuangkan cinta ku, cinta kami berdua."
Sekretaris Jackson beranjak dari duduknya, dia melangkah mendekat hampir mengikis jarak di antara mereka berdua dengan tajam dia menatap manik hitam Megan, "Cinta yang mana dan cinta yang seperti apa? Saya hanya akan mengatakannya satu kali, berhati-hatilah karena tangan saya tidak akan pernah mengenal pria ataupun wanita!"
Ariana yang melihat mereka berdebat pun mulai merasa cemas, "Sekretaris Jackson?" lalu melangkah mendekat melerai keduanya, dia menarik tangan Jackson untuk menjauh dari Megan, "Ini sudah malam lebih baik sekretaris Jackson pulang saja, terima kasih karena sudah datang untuk ikut makan malam bersama kami."
Lalu Ariana menatap kearah Megan, "Begitupun juga dengan anda Nona, lebih baik Anda segera kembali ke kamar. Anda baru saja sampai di rumah ini, pasti merasa lelah." Ariana pun segera menganggukkan kepalanya kepada mereka berdua lalu melenggang pergi menaiki anak tangga.
Tunggu, mau kemana dia? Bukankah selama ini dia tidur di kamar tamu, lalu mengapa dia menapaki anak tangga menuju kamar utama? Apakah itu salah satu cara yang akan Ariana gunakan untuk menyingkirkan Megan dari bahtera rumah tangga mereka? Entahlah, karena yang paling tahu hanya Tuhan dan isi hatinya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Reykhel yang berada dalam kamar sedang memberikan tubuhnya di atas ranjang, wajahnya terlihat begitu kesal, masih terbayang seperti apa cara Ariana menyendokan nasi dan lauk pauk ke atas piring Jackson. "Sialan! Aku yang menikah dengannya, aku yang menjadi suaminya, lalu mengapa dia harus melakukan hal itu di depan mataku?"
Oh Ayolah Reykhel, kau baru saja melakukan hal yang tak sepantasnya dilakukan oleh pria yang telah beristri. Jika saja Jackson tidak datang, entah bagaimana hancurnya hati Ariana. Hancur berkeping-keping dan titik terendah dari kekecewaan itu adalah trauma.
Nasib baik masih berpihak padamu, jadi gunakanlah itu sebagai kesempatan kedua untuk menjauhi Megan, karena Tuhan telah memilihkan Ariana sebagai istrimu.
"Masuk saja." jawab Reykhel sembari membuang pandangannya ke sembarang arah, dadanya masih bergemuruh kesal.
Ariana mengangguk lalu melangkah masuk setelah menutup pintu kamarnya dan duduk di tepi ranjang, dia menatap wajah tampan Reykhel, "Apakah Tuan menikmatinya?"
Terlihat jelas guratan di kening Reykhel, bahkan dia juga menaikkan satu alisnya menatap heran kepada Ariana, "Bicara apa kau?"
"Tentang kedatangan Nona Megan. Saya ingin bernegosiasi dengan Anda tuan."
"Apa?" jawab Reykhel dengan nada yang malas.
Terdengar suara helaan nafas pelan dari mulut Ariana, "Setelah tiga bulan pernikahan... ceraikan saya!"
sontak saja Reykhel pun memelototkan matanya, Dia mendelik tajam kepada Gadis itu dan tanpa sadar tangannya terulur mencekik Ariana dengan kuat membuatnya sesak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...