SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Benalu


Tubuh Ariana melemah karena tak di beri makan siang, dia berjalan dengan lunglai menuju dapur.


Memegangi kepala karena merasa pusing, langkahnya terhenti sampai di meja makan, tangannya berpegangan kuat pada kursi di sebelah kanan meja.


"Nona Ariana?" seru Clara yang kebetulan lewat di tempat itu, "Apa yang Nona lakukan di -"


Bruk!


Ariana jatuh pingsan membuat Clara begitu panik, dia pun segera mendekat dan mengangkat kepala Ariana ke atas pangkuannya. Dengan kepanikannya Clara mencoba untuk menepuk-nepuk pipi Ariana.


"Nona, Nona -" Clara terhenyak saat mendapati suhu tubuh Ariana yang panas, "Astaga, Nona demam."


Clara melepaskan pangkuannya dan mencari siapa saja yang bisa ia mintai tolong untuk membantunya membawa Ariana ke dalam kamarnya.


Beruntung dia bertemu dengan tuan muda Reykhel di ruangan tengah, "Tuan muda!" panggilnya dengan suara terengah-engah panik, "Tuan muda!" lalu Clara berusaha untuk mengatur napasnya.


"Apa? Bicara yang benar, kau tidak sedang di kejar anjing, kan?"


"No- nona Ariana, Tuan..." Clara menunjuk ke arah dapur, "Nona Ariana jatuh pingsan."


"Apa?" Reykhel terkejut dengan kerutan di dahinya, "Kau bercanda, aku mengurungnya di kamar dan tak mengizinkannya untuk keluar kamar."


"Nona jatuh pingsan dan demam -"


Clara terdiam saat melihat Reykhel beranjak dari duduknya, dan langsung melangkah menuju dapur.


Setibanya di dapur, benar apa yang di katakan Clara jika Ariana jatuh pingsan.


"Cih! Dasar benalu, hanya bisa menyusahkan ku saja!" ketus Reykhel yang kemudian langsung menggendongnya, membawa Ariana ke dalam kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Engh..." perlahan Ariana mengerjapkan kedua matanya, kelopak matanya terbuka memperlihatkan manik cokelat yang sedikit memudarkan warnanya itu.


Kepalanya terasa berat, punggung tangannya terasa perih dan saat ia memeriksanya ternyata sudah terpasang selang infus.


"Nona sudah sadar? Syukurlah..." tutur Clara sembari mengelus dada, dia berdiri di samping nakas untuk mengambilkannya bubur dan segelas susu. Mendadak Reykhel meminta pak Jang menyediakan susu.


"Clara? Apa yang terjadi, terkahir kali aku berada di dapur dan -"


"Dan menyusahkan ku! Tak bisakah kau berhenti menjadi benalu, hah?!" ketus Reykhel dengan bersungut saat masuk ke dalam kamar Ariana.


Di belakangnya pun ada seorang dokter tampan bernama David, "Halo Nona, selamat sore." sapa dr.david dengan senyum ramahnya.


"Tak perlu se-formal itu padanya, hanya bisa menyusahkan." seru Reykhel yang sudah duduk di atas sofa.


"Nona hanya dehidrasi sehingga menyebabkan kebutuhan cairan di dalam tubuh Nona berkurang." tukas dr.david sembari memeriksa kantung infusnya, apakah cairan infus itu menetes dengan baik.


"Nona, saya sudah membuatkan bubur, makanlah selagi hangat Nona." seru Clara menyodorkan mangkuk bubur itu ke hadapannya.


Ariana masih enggan menerimanya, karena terkahir kali ia ingat saat tuan muda Reykhel memerintahkan pak Jang untuk mengurungnya di dalam kamar dan tanpa di beri makanan.


"Makanlah Nona, agar Nona mendapatkan tenaga dan tidak sakit lagi." lanjut Clara yang kembali menyodorkan mangkuk buburnya.


Sementara itu Reykhel hanya membuang pandangannya ke sembarang arah, dia tak mau ambil pusing apakan gadis itu mau makan ataupun tidak.


Cukup lama Reykhel seperti itu hingga kemudian dia beranjak dari duduknya dan melangkah keluar, sebelum mencapai pintu dia sempat meminta David untuk segera pulang jika sudah selesai memeriksa Ariana.


"David, setelah kau selesai memeriksanya, kau boleh pulang. Sebelum itu kau pastikan terlebih dahulu dia tak akan menjadi benalu lagi dengan alasan sakit! Karena biaya pengobatannya tidaklah murah!" seru Reykhel yang tak berperasaan.