SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Tamat


Dengan tergesa-gesa Reykhel berlarian di lorong rumah sakit, beberapa saat yang lalu Clara menelefonnya dan memberitahukan jika saat ini Ariana di bawa ke rumah sakit karena kontraksi.


"Ariana!" napas Reykhel tak beraturan, di luar ruangan bersalin itu ada Reyna, Clara, dan juga bi Laurance.


"Papa..." seru Reyna yang takut, dia berlari menanggalkan tubuhnya di pelukan sang Papa, "Papa, adik bayi sudah mau lahir... dan Mama kesakitan," anak kecil itu mengadukan apa yang sudah ia lihat.


"Reyna sayang jangan khawatir ya, Mama pasti baik-baik saja."


Dengan cemas mereka menunggu kelahiran bayi mungil itu ke dunia.


Di dalam ruangan itu Ariana tengah berjuang sekuat tenaga, sekuat tenaga dia mengejan berkali-kali, "Ummmmhhhh.... Aaaaaaa!!!" tenaga terakhirnya berhasil membuat bayi lelaki itu lahir dengan selamat, perutnya kini terasa begitu lega.


"Aaaaah...." berkali-kali Ariana menghela napas lega, "Putraku, dokter berikan padaku."


"Sebentar Nyonya, bayinya masih di bersihkan," ucap dokter tersebut, "Sus, beritahukan kepada suami Nyonya Ariana untuk segera masuk, ya?"


"Baik dok, akan segera saya panggilkan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah memanggil Reykhel pun mereka semua masuk ke dalam ruangan besar itu, hanya ada Ariana di sana.


"Ariana, sayang..." Reykhel.


"Mama..." Reyna.


"Nyonya..." Clara dan bi Laurance.


"Sayang, Reyna, Clara, Bibi?" Ariana yang sudah di bersihkan sejak beberapa menit yang lalu pun, merasa begitu lega karena masih bisa melihat mereka semua.


Ariana yang duduk bersandar bantal itu pun memperlihatkan wajah bayi lelaki yang sangat tampan.


"Reyna sayang lihatlah adik mu ini, bukankah lebih tampan dari Papa?"


"Itu tidak benar," sahut Reykhel, "Tetapi karena dia putraku, maka aku akan memberikan toleransi ku."


"Toleransi apa? Ada-ada saja..." tutur Ariana sembari terkekeh.


"Mama, Reyna mau cium adik bayi."


Reykhel pun segera mendudukkan putrinya itu di tepi bed agar bisa mencium adiknya.


"Siapa namanya, Nyonya?" tanya Clara dengan antusias.


"Aku belum memberikannya nama, apakah kalian punya saran?"


"Bagaimana jika namanya Rayyan?" imbuh bi Laurance dengan semangat.


"Iya Tuan, Nyonya, Rayyan adalah singkatan dari nama Tuan, Nyonya, dan nona muda."


Rayyan, mewakili nama Reykhel, Reyna, dan juga Ariana. Semua nama indah itu tergabung menjadi satu.


"Rayyan, wah namanya bagus sekali.. sayang, kita pakai saja nama itu, ya?" pinta Ariana kepada sang suami, sementara Reyna masih sibuk menciumi adik lelakinya itu.


"Rayyan, hm?" Reykhel diam sejenak, "Terdengar bagus juga, baiklah kita akan memberinya nama Rayyan Louis Wilson."


Hahaha, ujung-ujungnya Reykhel pun menyematkan dua nama belakangnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰


Terimakasih ya sudah membaca novel SRM ini, 🥰