SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Darah Yang Sama


Ariana yang tak bisa menerima bahwa Leo adalah anak dari hasil hubungan terlarang mereka pun, dia memilih pergi tanpa kata.


"Ariana, tunggu!"


"Mama?" Leo kecil memanggil Megan, suaranya mampu menghentikan langkah kaki Reykhel.


Dia sama sekali tak pernah ingat kapan mereka pernah melakukan hubungan terlarang, namun binar manik Leo yang hitam menatap polos penuh kasih padanya, mampu meluluhkan Reykhel.


"Mama?" Leo mengguncang tangan Megan, "Di mana Papa?"


Apakah benar jika Leo adalah anak Reykhel? Semua pikiran itu terus beradu di dalam pikirannya.


"Mama?" sekali lagi Leo memanggilnya, "Leo ingin bertemu dengan Papa..."


"Tidak bisakah kau mendengarnya dengan hati mu?" tanya Megan, karena tak kunjung di jawab, Megan pun memutuskan untuk melangkah pergi, namun tidak jadi.


"Tunggu!" seru Reykhel yang langsung menghentikan langkah kaki mereka, "Berikan anak itu padaku, aku harus mencari sebuah keyakinan jika dia adalah putraku."


"Dia tak terbiasa jauh dari ku -"


"Ada Ariana yang akan merawatnya."


"Dia bukan ibunya, kau pikir aku rela membuat Leo memanggil wanita lain dengan sebutan itu? Di mana perasaan mu? Aku Mamanya, aku yang mengandung dan yang bertaruh nyawa melahirkannya." pekik Megan tak terima.


"Jika kau memang yakin jika dia adalah putraku, maka berikan dia padaku... aku perlu waktu untuk membuktikannya!"


Terlihat jelas guratan kesal di wajah Megan, setengah mati dia berusaha menolak tetapi tak bisa.


Reykhel merampas genggaman tangan Leo dari ibunya, membuat Leo gemetar ketakutan.


"Apa yang kau lakukan, dia sampai ketakutan seperti itu!"


"Diam! Jika kau memang tak menyembunyikan apapun dariku, maka kau tak perlu mengkhawatirkannya."


Reykhel sama sekali tak menggubrisnya, dia melenggang pergi membawa Leo yang memberontak meminta di lepaskan.


"Paman sakit, lepaskan tangan Leo."


"Diam, akan ku buktikan jika aku tak bersalah, aku hanya akan menerima anak yang lahir dari rahim Ariana, bukan dari wanita yang menjadi ibumu!"


Megan awalnya berusaha mengejar mereka, namun setelah keduanya masuk kedalam mobil, Megan menghentikan langkah kakinya. Dia menyeringai, setidaknya pancingan kecil bisa membuat pondasi rumah tangga mereka retak.


Peduli apa dengan Leo? Siapa yang menganggap anak pungut itu sebagai anak kandung? Hanya sebuah sandiwara saja dan itu sudah membuatnya senang.


Megan menyeringai, "Kalian memiliki golongan darah yang sama, sama-sama memiliki golongan darah yang langka, pemeriksaan apapun darah kalian akan tetap sama!"


"Ariana, tunggulah kehancuran mu! Di dunia ini hanya aku yang pantas menjadi Nyonya muda Wilson. Lily, ayo kita pergi. Permainan akan segera di mulai."


"Baik, Nona."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ariana sama sekali tidak pulang ke vila, dia baru saja turun dari Taxi, berjalan menyusuri bibir pantai.


Panasnya matahari sama sekali tak artinya jika di bandingkan dengan rasa sakit hatinya, dia mengusap air matanya sepanjang menyisiri bibir pantai yang tersapu ombak kecil.


Menghapus jejaknya, lalu Ariana duduk merenung di sebuah batang pohon melintang.


Menatap sendu pada ombak dan deburan air laut, tempat ini cukup ramai jadi dia tak sendirian di tempat ini.


Frustasi yang ia rasakan, berharap semuanya bisa segera akhir entah seperti apa caranya nanti.


Yang pasti saat ini, ia ingin menjauh dari Reykhel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...