
Mobil memasuki tempat parkir, Jessy mengedarkan pandangannya kesana kemari, tak ada penjaga malah terlihat seperti bukan orang yang penting.
"Kita sudah sampai Nona, silakan turun."
Jessy pun terlihat ragu, dia enggan turun. Dia menarik jas yang masih melekat padanya, hangat, dan masih tercium wangi khas tubuh Jackson. Dia merasa hangat karena nya.
"Ada siapa saja di dalam rumah ini? Tidak mungkin, kan, jika hanya ada kami berdua saja?"
"Nona tidak perlu khawatir, di dalam rumah ada kepala pelayan, pelayan yang bertugas di bidangnya masing-masing, Tuan juga bukan orang yang suka memanfaatkan situasi."
Lalu yang tadi di jalanan itu apa? Tak memanfaatkan situasi, tetapi malah mencium ku...
"Nona?"
"Hm?"
Jessy menoleh ke belakang dan segera turun, ada mobil lainnya yang datang. Ternyata Jackson dan Gerry.
Di dalam rumah kepala pelayan menyambut kedatangan mereka, di rumah ini Jackson adalah tuan muda yang harus di layani dan juga dia terbiasa untuk di layani.
"Gerry antarkan dia ke kamar nya, kalian jangan bersikap kurang ajar pada nya."
Semua mengangguk, dan menyambut kehadiran Jessy di rumah ini.
"Kami mengerti, Tuan."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang ini, Ariana terlihat sedang tidur di atas sofa, mulut nya penuh dengan remahan bumbu Snack.
Reykhel yang baru saja mandi pun segera mendekat, dia mensejajarkan tubuh nya dengan wajah Ariana.
"Kau tetap cantik meskipun wajahmu kotor seperti ini, kaulah wanitaku, istriku, ibu dari anak-anakku."
"Engh..." ucap Ariana lirih di dalam igauan nya.
"Sayang, Ariana sayang, buka matamu, ini aku, hei..." berulang kali Reykhel menepuk pelan pipi Ariana, "Sayang buka matamu, ayo, lihat aku..."
"Emh!" pekik Ariana yang terbangun dari tidurnya, dia duduk sembari menarik napas dalam, peluh memenuhi keningnya.
Tak tega melihatnya menahan rindu seperti itu, Reykhel pun langsung memeluknya, lalu menggendongnya dan segera membaringkan tubuh Ariana di atas ranjang. Dia pun ikut berbaring di sisi Ariana.
Memiringkan tubuhnya menghadap Ariana, membuatkannya mendelusupkan wajahnya di dada bidangnya itu.
Ariana pun kembali tertidur, Reykhel memainkan rambut Ariana, lalu merapikannya ke belakang telinga, "Kau sangat suka tidur seperti ini? Apakah itu menyenangkan, hm?"
Reykhel mencium pucuk kepala Ariana, berkali-kali dia mengusap punggungnya. Masih teringat jelas seperti apa perlakuan kasarnya terhadap Ariana.
Dia membenci dirinya sendiri, mengapa bisa begitu munafik terhadap perasaannya? Dirinya sudah jatuh hati terlebih dahulu saat pertemuan pertama mereka di restauran elit itu.
Masih teringat jelas betapa cantiknya Ariana di mata Reykhel, wajahnya manis, tubuhnya mungil.
"Hanya aku yang berhak memiliki mu, sayang..."
Sebuah rahasia mengapa Reykhel sampai menghapus status hubungan antara Ariana dengan keluarganya.
Rahasia yang bahkan tak di ketahui oleh sekretaris pribadinya, Jackson dan juga Gerry.
Cukup lama waktu yang di gunakan Ariana untuk tidur, hingga pukul 16.39 sore waktu setempat pun dia belum bangun.
Sore ini pukul 17.00 Reykhel ada janji makan malam dengan klien, namun Ariana masih terlelap di alam mimpinya.
"Sudah lah, batalkan saja janji makan malam dengan klien, aku akan meminta Jackson untuk menggantikan ku."
Dan pada akhir nya lagi-lagi Jackson yang harus di korban, kan! Hahaha, apakah dia mau? Entahlah, lihat saja seperti apa reaksinya nanti.