SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Menyeka Tubuhnya


"Kenapa kau membelakangi ku, lancang!" tandas Reykhel dengan nada kesalnya.


"Kemari kau, dan cepat seka seluruh tubuh ku!" lanjut Reykhel tanpa malu, dan lagi sekarang dia sudah telanjang sempurna, 😱


A- apa? Aaaaa! Sudah gila ya? Ma- mana mungkin aku melakukannya.


Di dalam ruangan kamar yang sudah tertutup rapat itu, bisa saja Reykhel menerkamnya hidup-hidup. Namun Ariana segera menepis bayangan nakalnya, dia menggeleng, dan hal itu pun terlihat jelas di mata Reykhel.


"Berani menolak? Kau ingin aku melenyapkan keluargamu?" pekik Reykhel.


Ariana menghela napas pelan, dia harus bisa melewati malam ini apapun yang terjadi.


"Maaf Tuan, akan saya lakukan..."


Wajahnya memerah seperti kepiting rebus, dia duduk di tepi ranjang yang sama dengan tuan muda, mulai meremas handuk yang baru saja ia celupkan ke dalam air hangat.


Kemudian mulai menyeka tubuhnya dimulai dari leher, lalu berpindah ke pundak dan lengan Reykhel, satu persatu dia menyekanya dengan penuh kehati-hatian hingga sampai di bagian perut.


Pergerakan tangan Ariana pun terhenti, dia ragu untuk melanjutkannya.


"Kenapa berhenti? Cepat bersihkan sampai ke ujung kaki ku!" perintah Reykhel yang membuat Ariana begitu gugup.


Wajahnya sudah merah padam, tubuhnya serasa memanas saat harus dengan terpaksa dia menyeka benda keramat milik pria itu.


Tangannya gemetaran, tak sanggup untuk melakukannya akhirnya Ariana memilih untuk menyudahinya dengan cepat.


Namun Reykhel yang dengan cepat juga menahan tangannya, "Lakukan sampai bersih!" dia menatap tajam pada Ariana.


Dia tak tahu jika saat ini jantungnya memompa dengan cepat, dan siap melompat keluar.


"Ta- tapi, Tuan?"


"Lakukan, bodoh!" protes Reykhel yang tak ingin di bantah, menurutnya Ariana pelayan pribadi yang memang harus melakukan tugas itu, "Cepat, atau kau mau membuat ku masuk angin, hm? Kau sengaja mengulur waktu agar aku bisa sakit lebih lama?!"


"Akan saya lakukan, Tuan."


Aaaaa.... apa itu? Sungguh pemandangan yang tidak etis telah menodai manik cokelat Ariana yang indah.


Ariana pun kembali mencelupkan handuk kecilnya ke dalam air hangat, memerasnya lalu berjongkok untuk membersihkan bulu-bulu yang halus nan hitam lebat itu, betapa malunya Ariana menghadapi dan melihatnya secara langsung.


Sedikit kasar dia menyeka di bagian keramat suaminya.


"Lakukan dengan pelan, kau mau menyakiti masa depanku?"


Salah lagi, "Maaf Tuan," Ariana berulang kali menelan dan kembali menyeka bagian itu dengan sangat pelan dan hati-hati.


Setelah yakin bagian itu benar-benar bersih, barulah Ariana berpindah tempat ke paha dan kaki Reykhel.


Kini, Ariana tengah menyeka sela-sela jemari kaki suaminya, sampai selesai.


"Sudah selesai, Tuan... saya permisi dulu -"


"Enak saja! Lalu kau mau pergi sebelum melaksanakan tugasmu, hah?"


Apa lagi, sih?


Ariana yang geram itu pun mencoba untuk lebih bersabar, dan tenang dalam menghadapinya di malam ini.


"Cepat ambilkan piyama merah ku di dalam lemari."


"Baik, tuan."


Ariana bergegas menuju lemari besar dan mengambilkan piyama merah seperti apa yang baru saja di perintahkan oleh si Tuan muda yang mengesalkan itu.


"Sekalian ****** ***** ku di laci, ambilkan yang warna hitam polos."


"Baik," Ariana pun membuka laci itu, Dasar gila, semua ****** ******** berwarna hitam polos.


Sabar Ariana, sabar ya 🤭


Gadis itu pun segera kembali mendekati tuan muda Reykhel dan mulai memakaikannya, mulai dari ****** *****. Ah, sial!


Ariana kembali berjongkok sembari membuka lebar ****** ***** itu, dan Reykhel pun segera memakainya, sampai dengan piyama merah yang telah menempel sempurna di tubuhnya.


"Cepat cuci pakaianku," pinta Reykhel yang lagi-lagi berucap dengan nada memerintah nya yang sudah seperti raja.