
Ariana pun tertidur di dalam pelukan hangat Reykhel, tidurnya begitu lelap. Bahkan tak terasa saat Reykhel melepaskan pelukan tubuhnya karena takut Ariana akan merasa sesak.
Pelan-pelan dia menjauhkan tubuhnya agar Ariana bisa menghirup oksigen dengan leluasa, tak lama setelah Reykhel membersihkan tubuh dia pun segera memakai piyama cokelatnya. Angin malam kembali menyapa nya, Reykhel takut jika Ariana akan masuk angin.
Jadi dia segera menutup jendela kamar dengan rapat. Sebuah bangunan Villa yang berdiri tepat di bibir laut itu merupakan aset miliknya. Di luar bangunan Villa ada sekitar sepuluh orang penjaga yang berasal dari satuan keamanan Brilian Group.
Bahkan Reykhel sampai membawa keamanan di tempatnya berlibur, tak lupa juga dia membawa sang sekretaris, untuk masalah pekerjaan di kantor Reykhel tidak mau ambil pusing, karena di di kantor itu ada orang-orang kepercayaannya.
Jadi Reykhel pun bisa berlibur dengan tenang tanpa di bebani dengan pekerjaan, walaupun Dia harus mengerjakan semua pekerjaan itu di sini, maka sudah pasti dia akan memerintahkan Jackson untuk mengerjakannya. Sementara dirinya sendiri tidak akan Sudi untuk diganggu, bagaimanapun juga dia telah merasakan panah Dewa Asmara yang telah menancap di dalam hatinya.
Lima menit kemudian terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar, segera Reykhel membukanya, "Ada apa, Jackson?"
Jackson pun mengangguk, "Maaf mengganggu Tuan muda , makan malam sudah dihidangkan apakah Tuan ingin makanan itu diantar ke kamar?"
"Iya, buatkan juga sup jamur hangat untuk Ariana. Dia begitu kelelahan, dan jangan lupa juga segelas susu hangat untuknya. Aku mau semua itu siap dalam waktu dua puluh menit, pergilah beritahukan kepada koki di villa ini."
"Akan segera saya sampaikan, Tuan. " lalu Jackson pun mengangguk hormat padanya dan segera melangkah pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam pukul pukul 21.00 waktu Jepang, Reykhel mencoba untuk membangunkan Ariana karena semua hidangan makanan telah disiapkan di dalam kamar. Dengan penuh kelembutan dia membelai wajah Ariana lalu mengecup keningnya.
"Ariana ayo bangun sudah waktunya untuk makan malam, kau bahkan belum menyantap makanan apa pun untuk mengisi perutmu."
Ariana memang merasakan kantuk berat, rasanya sangat malas untuk bangun, tetapi kampung tengahnya tidak mengizinkan hal itu, para penghuni kampung tengahnya sedang berdemo. Ariana pun memaksakan dirinya untuk bangun dan duduk, "Pakaianku..."
"Tidak usah, aku yang akan menyuapi mu di sini setelah itu kau bisa kembali tidur dengan nyenyak."
Ariana mengangguk, "Iya, aku juga sudah sangat lapar... tetapi aku juga sangat mengantuk."
" Bersabarlah, koki sudah membuatkan mu sup jamur hangat, dan juga ada segelas susu hangat."
Bicara soal susu Ariana tiba-tiba saja membelalak, Dia teringat akan sesuatu, "Suamiku... aku baru ingat saat di rumah sakit tadi dokter Alga memberiku vitamin untuk membantu persiapan kehamilanku-"
Reykhel menempelkan telunjuknya dengan lembut di bibir Ariana, "Pasti tertinggal atau hilang, tidak apa-apa aku juga tidak terlalu terburu-buru untuk saat ini... sampai kau benar-benar yakin terhadap diriku dan kau merasa yakin untuk memiliki seorang anak denganku."
Ariana mulai memanja, dia memeluk suaminya, "Terima kasih telah memilih ku untuk menjadi Ibu dari anak-anakmu, tetapi, aku tak bisa menjamin apakah anak yang akan lahir dari rahim ku adalah seorang bayi laki-laki."
suaranya terdengar gemetar dengan kedua manik nya yang mulai berkaca-kaca.
"Laki-laki ataupun perempuan, bagiku sama saja selama kau yang melahirkannya." seru Reykhel dengan begitu menenangkan hati Ariana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...