
Ariana sudah masuk dan duduk di jok belakang, Jackson tetap berdiri di samping mobil sampai Reykhel berbalik untuk menatapnya.
Reykhel mengangguk, yang juga di balas anggukan pelan dan penuh hormat Jackson.
Dia masuk ke dalam mobil, duduk di belakang mobil, lalu mengemudikannya dengan kecepatan sedang meninggalkan laut ini, melaju sedang memecah keramaian jalan di malam hari.
Sepanjang perjalanan Ariana hanya diam saja, dia menyandarkan kepalanya di sandaran jok sembari menatap keramaian atau apapun yang bisa ia lihat dari balik jendela mobil.
Jackson sesekali menatap wajah Ariana yang meredup mendung dari spion kecil yang tergantung di atas kemudi itu.
"Apa yang Nona pikirkan tentang Tuan muda?"
"Sekretaris Jackson pasti lebih mengenal Nona Megan dari pada aku, kan?" sudah tak ada lagi penyebutan saya saat sedang berbincang dengan Jackson.
"Kenapa Nona ingin tahu tentang Nona Megan? Bukankah yang terpenting saat ini Tuan muda memilih untuk menjadi suami anda, Nona?"
"Kenapa mengalihkan pembicaraan?"
"Saya tidak mengalihkannya Nona, hanya saja saya ingin agar Nona bisa melihatnya lebih ke dalam lagi."
"Aku tidak mengerti apa maksudmu..." sudah tak lagi menyebutnya dengan panggilan sekretaris Jackson.
"Suatu hari nanti juga Nona akan mengerti... intinya, Nona harus berpikir dengan lebih tenang, jangan berpikir menggunakan emosi."
"Sekretaris Jackson?"
"Iya?"
"Aku ingin bercerai darinya!"
Jackson pun sontak saja langsung mengentikan laju mobilnya hingga terdengar decitan ban mobil, membuat Ariana terhuyung kedepan. Keningnya membentur jok kemudi.
"Aw!" merah dan memar, "Tidak bisakah lebih berhati-hati lagi?" tandas Ariana dengan begitu kesal.
"Jaga bicara anda, Nona. Jika Tuan sudah mengambil keputusan maka tak akan ada seorang pun yang bisa merubah keputusannya."
"Aku tidak sedang bercanda!" kedua mata Ariana menatap tajam penuh keyakinan. Namun Jackson enggan melanjutkan obrolan.
Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal, hingga akhrinya mereka pun lebih cepat sampai di vila.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tubuh mereka saling bertabrakan, "Aw!" Ariana terduduk di lantai.
"Aduh! pekik Leo yang langsung memegangi keningnya.
"Bibi tidak apa-apa?" tanya Leo menghampirinya, mengulurkan tangan ingin membantu Ariana.
"Aku tidak apa-apa, menyingkirlah."
Ariana menepis tangan mungil nan polos itu. Dia termakan emosi.
"Nona Ariana? Ah syukurlah bertemu dengan Nona. Tuan muda kecil ingin kabur."
Tuan muda kecil? Ariana mulai merendah diri dengan gelar itu, "Biarkan saja!"
"Tetapi Tuan muda tak mengizinkannya, Nona..."
Ariana menundukan wajahnya sambil melanjutkan langkah kakinya masuk ke dalam kamar.
Lalu apa hubungannya denganku? Bodoh!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bahkan sampai makan malam tiba pun tak satupun ada di meja makan, Ariana dan Leo ada di kamar mereka masing-masing, sementara Reykhel masih belum kembali ke vila.
"Angin malam semakin dingin, Tuan." seru Jackson yang menempelkan mantel hangat berbulu di balik punggung kekarnya itu.
"Minumlah, Tuan, agar tubuh Tuan tetap hangat." lanjut Jackson yang juga ikut mendudukkan tubuhnya di samping Tuan muda.
"Kenapa kau kemari?"
"Tuan, Nona mengatakan ... jika Nona ingin meminta cerai dari Tuan muda."
Reykhel hanya diam saja, dia menatap kosong pada lautan lepas yang memantulkan cahaya bulan dan bintang.
"Saya meminta Nona untuk tidak mengatakan hal seperti itu lagi, Tuan."