SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Tak Salah Pilih


Ariana kembali menunduk hampir menumpahkan cairan saat di sadarkan, siapa pemilik dirinya setelah menikah. Maka jawabannya adalah suami.


"Jika kau sudah mengetahuinya maka menurutlah Ariana, jangan memancing emosiku, kau bukan baru pertama kali mengenalku, kan?" suaranya terdengar ringan, membuat Ariana tak ingin menjawabnya dengan kata.


Setiap ucapannya menunjukan arogansi dari seorang pria yang berkuasa.


"Aku masih punya banyak pekerjaan... hari ini dokter David akan datang untuk memeriksa kesehatan mu. Aku akan pulang cepat hari ini," imbuh Reykhel lalu mencium kening Ariana.


Ariana mengangguk pelan, dia menatap punggung kekar yang semakin menjauh dari pandangannya, lalu hilang di balik pintu kamar.


Jackson sudah menunggu di pelataran rumah, dia tak sendiri karena ada Gerry yang menemani.


Lalu Jessy kemana? Dia bekerja sebagai tukang ice cream keliling, gadis itu lebih memilih bekerja di luar dari pada harus bekerja di perusahaan Brilian Group.


Lagi pula Jackson juga mendukung pilihan Jessy, hitung-hitung memberinya waktu untuk belajar bahwa mencari uang tidaklah mudah, semua di mulai dari nol.


Hubungan keduanya juga membaik, dalam waktu dekat mereka akan menikah. Lalu Gerry? Dia masih belum menemukan jodohnya, 🤭


"Selamat pagi, Tuan..." sapa Jackson lalu mengernyit saat melihat raut wajah Reykhel yang kesal, Ada apa lagi ini? Apakah Tuan dan Nona sedang bertengkar?


Reykhel masuk ke dalam mobil dan duduk tanpa mengenakan sabuk pengaman, "Ke kediaman Adijaya."


"Hm?" respon Gerry dengan suara pelan, dia melirik Jackson yang mengangguk pelan.


"Apa yang kau tunggu, cepat masuk."


"Iya."


Mobil pun segera melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman Adijaya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di rumah Adijaya, Reykhel pun turun dengan tergesa-gesa lalu masuk ke dalam rumah.


"Tuan?" seru Jackson yang juga segera turun.


"Tunggu saja di sini dan jangan ikut masuk!" pinta Reykhel tanpa menoleh ke belakang.


Reykhel pun tanpa mengetuk pintu dan langsung masuk begitu saja. Kebetulan ada Bi Laurance yang sedang membersihkan sofa ruang tamu.


"Di mana Tuan mu?"


"Tu- tuan muda? Tuan besar ada di ruang kerja..." jawab Bi Laurance sedikit gugup.


Matanya melirik mengikuti langkah kaki Reykhel yang melangkah menuju ruang kerja Tuan Adijaya.


Klek!


Tanpa mengetuk terlebih dahulu, Reykhel membuka pintu begitu saja.



Di tatapnya wajah tua yang terlihat lelah dan seperti tak punya harapan hidup itu.


"Tuan muda-"


"Berhenti memanggilku seperti itu, aku muak dengan semua sandiwara ini!" tandas Reykhel melangkah masuk.


Dia berdiri tegap di depan meja kerja, "Hentikan semuanya, kau yang mendatangi ku dan memintaku untuk menikahi Ariana. Berita kebangkrutan Adijaya Group juga semua itu palsu!"


Tuan Adijaya sejenak menundukkan pandangannya, lalu sedetik kemudian dia mengangkat wajahnya menatap sepasang mata yang tengah menatap tajam padanya.


"Aku hanya pria tua yang ingin putri bungsuku hidup dalam keamanan dan kenyamanan, penuh kebahagiaan, karena aku yang sudah tua ini tak mungkin bisa menjaganya sampai akhir hayat, dokter mengatakan kanker paru ku ini sudah memasuki stadium tiga."


"Ariana sudah sangat sedih karena tak pernah merasakan kasih sayang dari Mamanya, apa jadinya jika dia mengetahui penyakit mematikan ku ini?"


"Karena itu aku mencari mu, firasat seorang ayah tak pernah salah. Ariana gadis yang baik dan mandiri, dia harus selalu bahagia, meskipun aku memintamu untuk tidak memanjakannya di awal pernikahan kalian. Tetapi aku yakin, seiring berjalannya waktu perasaan kalian akan menjadi sama, kalian akan saling mendukung, kalian akan saling mencintai."


"Mungkin sikap ku kepadanya selama ini sudah sangat keterlaluan, tetapi aku tak punya pilihan selain itu. Aku ingin dia membenciku agar rasa sakit kehilangannya terhadapku tidak terlalu dalam. Aku tak bisa memaafkan diriku sendiri jika gagal melindunginya."


"Aku juga tahu apa yang telah Andreas lakukan, dia mendekati Sena hanya untuk mendapatkan Ariana. Ariana adalah mutiara berharga untukku, juga sikap Sena yang sudah keterlaluan membuatku merasa gagal menjadi seorang ayah. Karena semua itulah aku mencari mu, mendatangimu seorang diri di Brilian Group, dan memintamu untuk menikahi putriku, Ariana. Lalu meminta bantuan dari mu untuk membuat berita palsu akan kebangkrutan Adijaya Group."


"Mungkin caraku benar-benar salah, tetapi aku akan menerima segala konsekuensinya. Ariana gadis baik, dia harus selalu bahagia, aku tak mampu melindunginya... tetapi kau mampu melakukannya. Aku tak salah pilih."


Senyum itu mengembang di wajah tua yang mulai memudar, Tuan Adijaya tak bisa lagi menopang tubuhnya. Dia terhuyung dan, bruk! Jatuh kelantai tak sadarkan diri.