SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Menjaga Jarak Pandang


Megan memiringkan kepalanya, mendarat di pundak Reykhel, dia merasa nyaman berada di posisinya saat ini.


"Sayang?"


"Hm?"


"Ayo kita jalan-jalan, sudah lama tidak bertemu apakah kau tak ingin memperkenalkan kota ini kepada ku?"


"Media akan menyoroti ku, jika mereka melihatku bersama wanita lain."


"Apakah ini resiko yang harus ku terima? Tidak bisa menghabiskan waktu berduaan dengan mu."


Reykhel diam, sejak tadi ia terus memikirkan reaksi macam apa itu, bagaimana bisa Ariana bersikap biasa-biasa saja saat melihat semua ini.


Dia jadi geram sendiri.


"Sayang?"


"Hm?"


"Kenapa selalu menjawab ku dengan kalimat yang sama, sih? Kau bosan bertemu dengan ku?"


"Tentu saja tidak."


"Malam ini biarkan aku menginap di rumah mu ya?"


"Pulang saja, pak Bram akan mengantarkan mu..."


"Aaaaa... tidak mau, pokoknya aku mau menginap di sini, hanya satu malam saja... please," Megan menatap manja padanya, "Ya?"


Terdengar helaan napas dari mulut sexy itu, "Baiklah, hanya satu malam saja."


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Senja di langit jingga pun memanjakan mata yang melihatnya, sore ini Ariana sedang duduk di tepi jendela dengan menikmati keindahan senja itu.


Jam dinding sudah menunjukan pukul 19.00 waktu setempat, tiba-tiba saja dia mendengar suara tawa dari tepian kolam renang.


"Siapa yang sedang bercanda ria di sana?" heran, Ariana pun beranjak dari duduknya yang juga merasa familiar dengan suara itu.


Ariana keluar kamar dan melangkah menuju kolam renang. Bias cahaya rembulan memantulkan keindahan malam, dua orang yang sedang duduk merendam kaki itu pun tiba-tiba saja mendekat.


Bola mata Ariana membulat sempurna saat melihat mereka yang semakin mendekat.


Eh?!


Ariana terkejut saat dua buat tangan menutup matanya, gelap, tak bisa melihat apapun, Jackson menutupi jarak pandang Ariana saat Tuan muda Reykhel dan Megan berciuman.


"Siapa?" tanya Ariana yang langsung menepis tangan kekar itu, saat Ariana mencoba untuk melihat dua manusia di kolam renang itu, lagi-lagi Jackson menghalanginya.


Dia membalikkan tubuh Ariana dan bersihadap dengannya, "Sekretaris Jackson? Lepaskan saya!" sontak saja Ariana langsung mendorongnya, membuat Jackson memundurkan langkahnya kebelakang.


"Maaf Nona, tetapi Nona hampir menginjak kaktus."


"Apa?"


Benar saja, Ariana pun langsung menatap lantai di dekat pijakannya, "Astaga, hampir saja kaki ku terluka. Terima kasih sekretaris Jackson, sudah mengingatkan dan membantu saya untuk menghindarinya."


Dia hampir lupa dengan tujuannya datang ke tempat itu, "Sedang apa mereka?" tanya Ariana yang sudah berdiri menghadap ke arah mereka.


"Tuan dan nona Megan hanya duduk santai saja, Nona."


"Ya aku Tahu, tetapi mengapa harus berduaan?" Ariana menatap ke kanan dan ke kiri, "Tak seperti biasanya, biasanya selalu ada pengawal yang berjaga di tempat ini tetapi mengapa tidak dengan malam ini?"


Ariana menyedekapkan kedua lengannya saling meremas bahu, lalu menundukkan wajahnya dengan sedih. Apakah salah jika dirinya berharap sesuatu yang lebih setelah melakukan hubungan itu sebanyak dua kali?


Normalnya, jika sepasang suami istri telah melakukannya maka itu artinya sebuah hubungan baru akan segera dimulai, kemungkinan akan hadirnya sosok malaikat kecil yang memenuhi rumah ini dengan tangisannya.


Namun, seketika Ariana menggeleng pelan, dia tidak ingin memiliki seorang anak dari pria yang bahkan belum bisa mencintainya. Dia harus memikirkan cara untuk menunda kehamilannya.