SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Jackson Yang Ternoda


Reykhel yang tidak tega saat melihat Ariana meringis kesakitan, dia pun hendak menggendong Ariana. namun, dengan cepat Ariana menolaknya.


Dia menepis pelan tangan Reykhel, "Kalian keluar lah," Ariana kepada Pak Jang dan Dokter David yang kemudian segera di angguki oleh keduanya.


Pintu kamar pun tertutup, "Kenapa kau menyuruh mereka keluar?" tanya Reykhel sembari mengerutkan keningnya.


"Aku tidak ingin ke rumah sakit, sayang... aku tidak apa-apa, baby hanya rindu padamu..."


Hah? Jauh-jauh aku kembali sampai kaki Ku terkilir, "Kau bercanda?"


Ariana menggeleng, dia mencoba untuk duduk, "Tidak sayang, sungguh... sejak tadi saat dirimu tidak ada, baby selalu menendang-nendang perutku..."


Astaga! Reykhel mengehela napas sembari mengusap wajahnya, dia mencium kening Ariana, "Kau membuat ku khawatir sampai seperti ini."


Reykhel mengusap perut buncit Ariana, dia mendapat respon gerakan kecil beruntun dari janin yang ada di dalam rahim istrinya.


"Ariana, dia merespon belaian tanganku," bahagia tak terkira setiap kali ia merasakan kondisi ini, dia bahkan setiap saat selalu memimpikan kelahiran buah hatinya.


"Aku tidak berbohong sayang -"


"Bukan hanya rindu, sepertinya dia juga ingin di jenguk!"


"😦 Ta -"


Reykhel tidak mau tahu, karena ia yakin jika buah hatinya ingin sekali di jenguk, rasa sakit Ariana dan kekhawatiran Reykhel pun berujung pergumulan hangat saat matahari hampir mencapai puncaknya.


Setengah jam kemudian pun mereka selesai melakukannya, Reykhel menarik diri dari kelembutan milik Ariana.


Dia berbaring di sisi sang istri, lalu memeluknya setelah menarik selimut yang menutupi tubuh keduanya.


Membiarkan Ariana istirahat sejenak sebelum Reykhel memberinya kejutan yang lain.


"Sayang?" panggil Ariana sembari menempelkan hidungnya yang pesek itu di dada bidang Reykhel.


"Hm?" Reykhel meraih punggung tangan Ariana lalu menciumnya, perut besar Ariana tak jadi penghalang untuk Reykhel agar bisa memeluknya dengan hangat, "Ariana, ada sesuatu yang ingin ku tunjukan padamu."


"Apa itu?"


"Nanti malam aku akan memberikannya, sekarang lebih baik kita tidur saja ya..."


Tapi Ariana sudah tidak sabar lagi ingin segera mengetahuinya, "Sayang, apa yang sedang kau sembunyikan dari ku?"


"Tidak ada, ayo tidur."


Dia diam mematung dengan menggenggam hp Tuan mudanya. Saat turun dari mobil, Reykhel meninggalkan hp nya di dalam mobil.


David dan pak Jang sudah turun sejak tadi sebelum terjadinya pergumulan panas mereka di dalam, "Lucknut!" pekik Jackson sembari mendengus kesal.


Tak lama kemudian hp nya berdering, telepon masuk dari Jessy.


"Hm?"


"Aku lelah, sekarang sedang istirahat tak jauh dari kantormu."


"Tunggu di situ, lima belas menit lagi aku sampai."


"Iya."


Jackson pun kembali turun kelantai satu dia menitipkan hp Reykhel kepada pak Jang.


Pak Jang yang sedang merapikan meja kerjanya pun menoleh ke suara pintu yang terbuka, "Tuan Jackson, ada apa?"


"Apakah Nona sakit? Mengapa Tuan muda sampai se panik itu?"


"Tadi saya melihat Nona berwajah pucat dan keringat dingin, Tuan -"


"Tidak perlu di lanjutkan, baiklah, aku mengerti. Ini aku titipkan hp Tuan muda... nanti jika Tuan sudah keluar dari kamar jangan lupa untuk memberikan hp ini kepada Tuan," Jackson meletakan hp itu di atas meja kerja pak Jang.


"Baik tuan Jackson, saya mengerti," imbuh pak Jang lalu menganggukkan kepala.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jackon yang baru saja tiba di tempat Jessy, dia segera turun dari mobil biru, lalu menghampiri Jessy.


Pria itu sudah memakai pakaian biasa, duduk di kursi tepat di sebelah Jessy.


"Mau?" Jessy memberinya sebungkus ice cream, "Ambil lah, nanti aku yang akan membayarnya."


Jackson mengerutkan kening, dia tak pernah makan ice cream seumur hidupnya, "Tidak, makan saja -" Jackson pun terdiam saat Jessy menyodorkannya ice cream yang sudah ia makan sedikit, bekas mulutnya.


"Hm," Jackson menerimanya, keduanya saling menikmati ice cream, lalu diam tak ada hal yang mereka bicarakan selama menikmati ice cream tersebut, 🤭



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...