SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Apa Yang Harus Ku Katakan


sopir yang baru saja tiba di tempat pemakaman umum, Reykhel segera membukakan pintu lalu meminta kepada Ariana untuk segera masuk.


"Ayo masuklah aku takut sop iga nya akan habis, nanti kau pasti akan marah jika tidak bisa memakannya."


"Iya iya aku mengerti, pelan-pelan kan bisa saja kenapa begitu terburu-buru menyuruhku untuk segera masuk ke dalam mobil?" Ariana sempat menoleh ke arah Jackson, Gerry dan Papa. Mereka bertiga masih menghadap ke arah batu nisan. Ariana tak melihat apapun yang mencurigakan, dia pun tersenyum lalu segera masuk ke dalam mobil begitupun juga dengan Reykhel.


setelah mobil itu melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan tempat pemakaman umum, barulah Gerry dan Jackson beranjak dari tempat itu.


"Tuan Jackson?" Gerry bahkan sampai gemetar, kedua kakinya hampir tak sanggup menopang keseimbangan tubuhnya, "Bagaimana caranya mengatakan hal ini kepada Nona? Cepat atau lambat bukankah Nona akan mengetahuinya?"


Jackson pun hanya diam dia juga tidak tahu bagaimana cara mengatakannya, agar Nona mudanya tidak mengalami shock terlebih lagi saat ini Ariana tengah mengandung dan dua bulan lagi dia akan melahirkan.


"Tenanglah, semua pasti akan ada jalan keluarnya. Lebih baik sekarang kita membawa tuan Adijaya ke rumah sakit."


Gerry yang dibantu Jackson membawa tubuh Tuan Adijaya yang sudah tak bernyawa itu, dengan perlahan membaringkannya di jok belakang kemudi. tak lama setelah Gerry dan Jackson masuk ke dalam mobil barulah mereka melesat pergi dengan kecepatan yang sedikit ditambahkan agar bisa secepat mungkin sampai di rumah sakit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setibanya di restoran khusus masakan Indonesia, Ariana dan Reykhel memilih untuk duduk di sudut ruangan dengan disuguhkan pemandangan tembus pandang. Dinding Kaca yang terlihat transparan itu itu, dari sana mereka bisa menikmati pemandangan yang Asri.


Ariana pun mengangguk, "Hm... iya aku mengerti, sayang kau juga jangan lama-lama ya di toilet."


Reykhel pun bergegas melangkah menuju toilet pria Sesampainya di sana dia mengunci dirinya di balik pintu yang memiliki ukuran kecil koma dia duduk di atas tablet sembari menelfon sekretaris nya.


"Halo, kalau sudah tiba di rumah sakit apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Reykhel secara beruntun kepada Jackson tanpa mengambil jeda untuk bernafas.


Jackson yang masih mengemudikan mobilnya, Dia pun berhenti sejenak tepat saat lampu merah, "kami masih dalam perjalanan menuju rumah sakit tuan, 20 menit lagi kami tiba di sana. "


" Tuan Adijaya sudah tidak ada lagi di dunia ini, dia menghembuskan nafas terakhirnya tepat saat kita mengunjungi makam mendiang istrinya. "


Deg!


"Apa?" sentak Reykhel serasa tidak percaya, karena baru semalam mereka mulai akrab dan berbincang-bincang sebagai mertua dan menantu, Reykhel tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Ariana jika dia mengetahui kabar duka dari sang Papa, "Apa yang harus aku katakan kepada istriku? Kau sendiri tahu kan keadaannya seperti apa sekarang, sudah cukup dia mendapatkan banyak masalah selama menikah denganku. Bagaimana caranya aku memberitahukan hal ini padanya?" untuk kedua kalinya mereka menanyakan hal yang sama kepada Jackson.


" Tenanglah Tuan, saya akan meminta Jessy untuk menemui Nona Ariana... untuk berbicara dari hati ke hati, saya yakin Jessy bisa melakukannya."