SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Makanan Dingin


Ariana kembali mengangguk pelan, "Baik, Tuan," segera dia memunguti pakaian kerja milik Reykhel yang tergeletak di atas lantai, dan bergegas keluar dari kamar.


Melangkah cepat menuruni anak tangga menuju dapur untuk mencuci baskom, serta tempat pencucian baju untuk mencuci handuk serta pakaian kerja Reykhel tadi.


Tak lupa juga dia segera mencuci tangannya berulang kali, jantungnya masih saja berdebar kuat saat mengingat pemandangan dewasa itu.


Dia mengelap tangannya hingga kering dan segera menjemur pakaian kerja dan handuknya, lalu segera kembali masuk ke dalam kamarnya.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Ariana yang baru saja selesai mandi, dia pun langsung duduk di tepi ranjang sembari menyisir rambutnya yang sudah setengah kering.


Baru juga dia meluruskan kaki, terdengar suara pak Jang yang memanggil-manggilnya seraya mengetuk pintu kamarnya.


"Nona Ariana? Nona?"


"Pak Jang? Ada apa lagi ini?" tanya Ariana pada diri sendiri dengan lirih, "Iya pak Jang, sebentar..." seru Ariana dengan suara yang sedikit nyaring.


Klek!


Pintu kamarnya pun terbuka, "Iya pak Jang, ada apa?"


"Tuan muda meminta Nona agar segera mengantarkan makan malamnya ke kamar."


Apa? Jangan bercanda. Tidak bisakah dia turun sendiri?


"Apa yang Nona lamun, kan?"


"Ah iya baiklah, saya akan segera membawakannya hidangan makan malam."


"Baik Nona, jika begitu saya permisi dulu."


"Iya," ucap Ariana sembari mengangguk.


Sial sekali dia malam ini, dengan perasaan kesal Ariana pun segera mengambil hidangan makan malam yang sejak sore tadi ia siapkan, lalu membawanya naik kelantai dua. Kamar utama, Tuan muda Reykhel.


Tok tok tok...


Pelan, Ariana mengetuk pintu kamar Reykhel.


Ariana membuka pintu kamar dan melangkah masuk ke dalam, "Tuan, ini hidangan makan malamnya."


"Hm, cepat suapi aku."


Apa?


Reykhel bisa melihat dengan jelas guratan di kening Ariana, "Aku sedang sakit, jika tidak, maka aku juga tak akan Sudi menyuruhmu!"


Kali ini biarkanlah saja, Ariana duduk di tepi ranjang dan segera menyuapinya.


Baru satu suapan dan Reykhel, pun, langsung melepehnya hingga menenai piyama Ariana.


"Tuan? -"


"Terlalu dingin, kau sengaja melakukannya dan ingin membuat perutku kembung, hah?" prang! Reykhel menepis piring itu hingga jatuh dan pecah di atas lantai.


Usahanya dalam membuat hidangan itu tidak lah mudah, sekalipun telah di bantu oleh Ran.


"Cepat buatkan yang baru, aku lapar!" pekik Reykhel dengan seribu kali menyebalkan, dan egois tanpa mau mempertimbangkan usaha seseorang.


"Tidak dengar aku menyuruhmu apa, hah?" lalu dengan kasar Reykhel mendorong bahu Ariana dan membuatnya jatuh terduduk di lantai, "Bodoh!"


"Aw!" sakit, dia berusaha untuk segera berdiri, "Maaf Tuan, saya membuat makanan itu 15 menit sebelum Tuan sampai di rumah -"


"Kurang ajar!" pluk! Reykhel bahkan melemparnya dengan bantal tepat mengenai wajah cantik Ariana, "Aku paling benci makanan dingin, dan kau masih membawakan makanan anjing itu kehadapan ku?!"


Bibir Ariana bergetar, dia menahan air matanya agar tak jatuh menetes di hadapan Reykhel.


"Cepat buatkan makanan yang baru dan hangat, tak peduli apapun hidangannya!" tandas Reykhel dengan wajah super galaknya.


Ariana pun segera memunguti pecahan piring itu dan membersihkan lantai, "Akan saya siapkan, Tuan."


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Di dapur, sudah jam 19.36 waktu setempat, Ariana masih berusaha membuatkan hidangan maka malam untuk suaminya.


Sembari membuat hidangan itu, malahan air matanya tak terbendung, cukup lama dia membuat hidangan Bagels and Beans.