SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Penangkaran Buaya


Reykhel menepuk pelan wajah yang terbingkai rambut sepundak itu, dia mengusap air mata Ariana menggunakan ibu jarinya.


"Pejamkan matamu, bayangkan sesuatu yang membuatmu bahagia," dan Ariana pun mempraktikannya.


Dia sedang membayangkan sosok Mama dan Bi Laurance secara bersamaan.


Perlahan Reykhel membaringkan tubuh Ariana kembali, lalu dia menatap dokter yang baru saja datang dan mengangguk pelan.


Memintanya untuk menyuntik obat bius pada Ariana, agar gadis itu bisa tidur dengan nyenyak.


"Emh!" Ariana mengernyit sakit seperti di gigit semut, dan Reykhel pun langsung mengusap punggung tangannya.


Beberapa menit kemudian Ariana pun terlelap dalam tidurnya, "Tuan muda, Nona sudah tenang sekarang."


"Ya, pergilah..."


Dokter itu mengangguk dan langsung pergi setelah memberikannya bow.


Reykhel memakaikan Ariana selimut hingga menutupi dadanya, lalu dia meraih hp untuk menjawab sebuah panggilan telefon.


Dari Jackson, "Halo?"


"Tuan, kami sudah membekuknya."


Kilatan panas di mata Reykhel membuatnya menggebu, "Gantung dia dengan cara terbalik di penangkaran buaya, lima belas menit lagi aku sampai."


"Akan segera kami lakukan, Tuan. Andreas dan orang-orangnya akan menikmati pemandangan itu."


Reykhel terlihat menggenggam erat kepalan tangannya sendiri, "Ini akan menjadi hari terakhirmu hidup, Andreas Hugo!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Penangkaran buaya, tebak saja gedung mengerikan ini milik siapa jika bukan milik Reykhel.


Dia punya hobi yang ekstrim, memelihara buaya.


Buaya-buaya ganas itu berjalan cepat kesana kemari, rasa lapar yang tak bisa membuat mereka diam begitu saja.


"Lepaskan aku, dasar sialan! Kau tidak punya hak untuk memperlakukan ku seperti ini, kau tak mengenal ayahku!"


"Dan, kau tak mengenal Tuan muda ku!" tandas Jackson sembari melempar seekor ayam ke dalam kubangan itu, membuat para buaya berebut saling melukai satu sama lainnya.


Wajah Andreas begitu merah akibat seluruh darahnya tertampung di kepala hingga ke wajah.


Begitu pun juga dengan anak buahnya, "Tu- tuan hebat, tolong lepaskan kami... kami hanya ikut-ikutan saja," seru seseorang yang juga sedang di gantung terbalik.


"Maka ikutlah dengan Tuan mu!" balas Jackson dengan tatapan dingin.


Terdengar suara pintu besar yang terbuka, mereka semua menatap ke arah yang sama, Reykhel baru saja tiba.


"Bagaimana keadaan anak-anakku?" tanya Reykhel kepada sekretarisnya, yang ia maksud sebagai anak adalah para buaya itu, "Kau sudah memberinya pencuci mulut? Maka sekarang waktunya untuk memberikan mereka makanan besar. Anak-anak ku, papa kan memberikan pesta besar untuk kalian... hahahaha..." suara tawanya menggelegar, membuat merinding.


Lalu Reykhel menggerakkan tangannya memberi komando untuk melepaskan satu orang, dan bukan Andreas ke dalam kubangan tersebut.


"Tidak! Ku mohon jangan, Tuan-tuan hebat tolong kasihanilah saya, Aaaaaa!!!"


Bruk!


"OPS! Maaf, anak-anakku lebih berharga dari nyawamu!"


Tubuh pria itu jatuh dan menjadi rebutan para buaya. Sungguh pemandangan yang menjijikkan, lebih baik mati di tembak di bagian kepala mereka dari pada harus menyiksa diri seperti itu meskipun ujung-ujungnya juga akan mati.


"Hentikan, kau tak boleh memperlakukan putra tunggal keluarga Hugo, penerus Hugo Group seperti ini."


"Aku baru saja membeli saham perusahaan Hugo, sekarang aku adalah pemilik perusahaan itu, kau memperlakukan Ariana istriku seperti seorang kupu-kupu malam, lalu mengapa aku tak boleh menyiksamu hidup-hidup?"


Reykhel mendudukkan tubuhnya di kursi sembari melipat satu kakinya, "Mengapa kau melakukan hal itu? Tidak cukupkah Sena bagimu? Kau membuat rekayasa kematiannya agar terlihat nyata, kenapa?" tanya Reykhel dengan nanar mata yang menebarkan hawa dingin.