
Tak ada cara lain untuk menuruti keinginan tuan muda Reykhel, atau, kampus VN yang elit ini akan segera di tutup jika membangkang.
"Baik Tuan muda, baik, akan kami lakukan." seru Rektor dengan sedikit rambut di kepala mengkilapnya itu.
Yang juga langsung di angguki oleh para dewan lainnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di sebuah ruangan yang kosong, sebut saja aula basket, Jackson dan Sebastian sedang berdiri saling berhadapan satu sama lain.
"Kau mengerti sekarang? Nona Ariana adalah istri dari Tuan muda Reykhel Louis Wilson, putra tunggal penerus Brilian Group, pemegang saham terbesar dan penguasa di kampus ini."
"Cih! Jangan membawa-bawa harta, tahta, dan kedudukan! Memangnya dia pikir hanya dia saja yang memiliki itu semua? Orang tua ku juga memilikinya, perusahaan Taenchi -"
"Oh, Taenchi yang menggelapkan dana ratusan milyar? Hemph!" Jackson terkekeh dan itu membuat Sebastian menatap tak suka padanya.
"Tutup mulutmu, brengsek! Tahu apa kau tentang perusahaan Taenchi, hah?!"
Jackson mengambil langkah untuk mengambil bola basket dan memainkannya dengan dribel.
"Aku lebih mengetahuinya, pria ingusan." balas Jackson, "Aku juga tahu ayahmu yang suka main perempuan, dan menghamili sektretaris nya sendiri."
"Diam! Meskipun itu benar bukan berarti kau punya hak untuk menghakiminya!" pekik Sebastian.
"Kalian yang sudah tak memiliki apapun, lu mengapa kau bisa menimba ilmu di kampus ini? Apakah kau sama sekali tidak penasaran, tuan muda Sebastian?" dia melempar tatapan dingin melalui ekor matanya, lalu fokus dengan bola basket dan pum!
Operan bolanya masuk ke dalam ring dengan mulus.
Sebastian begitu geram mendengarnya, kedua tangannya terkepal erat begitu panas karena masih mencoba sekuat tenaga untuk menahan emosi.
"Dengarkan aku baik-baik," Jackson mendekat dan menepuk pundak Sebastian, lalu menekannya sekuat mungkin sampai membuat dia meringis kesakitan dan berlutut di hadapannya.
"Jauhi Nona Ariana, jangan berusaha mendekatinya, atau pun mencoba untuk mengambil simpatik darinya!"
Bruk!
Satu tangan kekar itu membuatnya berhasil mendudukkan tubuh Sebastian di lantai, bekas tangannya begitu sakit terasa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari panas yang panjang itu pun berlalu dengan kisahnya sendiri, malam pun menjelang.
Atas perintah tuan muda Reykhel, beberapa pelayan wanita baru saja selesai memandikan Ariana dengan sabun cair yang memiliki aroma manis.
Clara memakaikan kimono pink ke tubuh polos.Ariana, wajah gadis itu merah padam. Karena tak seorang pun selain dia, yang pernah melihat seluruh tubuhnya tanpa sehelai benang.
Mereka keluar dari bath room kamar tuan muda.
Sementara Tuan muda itu sendiri sudah duduk di sofa kamarnya, mewah, dan mewah.
(NB : Hanya gambaran saja ya guys, suka-suka aku mau halu seperti apa, 🤫😂)
"Tuan muda, kami sudah selesai memandikan Nona Ariana," seru Clara memberitahukannya.
Mereka mulai berpikiran liar, tapi takut untuk mendeskripsikannya.
"Pergilah, biarkan dia sendiri."
"Baik, Tuan muda... permisi."
Semua pelayan yang membantu Ariana mandi pun sudah keluar dari kamar, Reykhel beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati Ariana yang sudah gugup setengah mati.
Tak satupun dalaman yang ia pakai, selain kain yang di sebut kimono mandi ini, itupun sedikit ketat dan membuatnya seperti sedang memperlihatkan body goalnya.
Aaaaaaa... benar-benar risih, Ariana mulai merinding berada di situasi seperti ini.
Dia ingin segera keluar dari kamar, memakai kembali piyamanya.