
Arjun pun terkejut saat melihat Reykhel memperlakukan Ariana seperti itu.
"Maaf Tuan, siapa anda mengapa memperlakukan seorang gadis dengan begitu kasar?"
"Diam! jangan ikut campur!" Reykhel kembali menarik tangan Ariana agar menjauh darinya.
"Tuan, tolong anda jangan kasar-kasar seperti itu, anda bukan lelaki."
Guratan kesal nampak terlihat jelas di kening Reykhel, dengan kasar dia mencengkeram kuat kerah kemeja Arjun, "Kau tidak tahu apapun, lebih baik diam saja!"
"Tolong bersikap dewasalah, anda, tuan!"
Cengkeraman tangannya pada kerah kemeja Arjun pun terlepas, Bugh!
Reykhel berhasil meloloskan satu tinjunya di sudut bibir kiri Arjun.
"Tuan!" seru Ariana yang langsung menyambar tangannya, mencoba menenangkannya, dia menggeleng seperti orang yang ketakutan, "Tolong jangan memukulnya... ini hanya kesalahpahaman.".
"Ariana kau jangan khawatir, aku tidak apa-apa."
Napas Reykhel mulai memanas, sebelum emosinya lebih tersulit lagi, Ariana segera membawanya pergi. Ariana menggandeng tangan Reykhel dan kembali masuk ke dalam mobil, tanpa barang belanjaannya.
Setelah Sebastian, dan sekarang muncul lagi pria asing yang berani menyentuh istrinya? Ah, sungguh cemburu bisa membuat orang gila.
Reykhel mengemudikan mobilnya dengan kecepatan maksimal, dia benar-benar marah di buatnya.
Hingga akhirnya sampailah mereka di tepi pantai yang sepi, Ariana sedikit takut saat melihatnya.
Apakah dia mau menenggelamkan ku di pantai ini?
Reykhel masih diam tak berucap sepatah katapun, otaknya masih mengingat jelas apa yang dilakukan Arjun pada Ariana.
"Tu- tuan mengapa kita ke sini?" tanya Ariana dengan ragu-ragu.
"Menenggelamkan mu, puas!" dia pun turun dari mobil, juga memaksa Ariana untuk segera turun, dia menarik tangan gadis itu dengan kasar, "Turun!"
Dia menghempaskan Ariana hingga berjalan cepat melewatinya, pergelangan tangannya memerah.
Ariana takut, dia memundurkan langkah kakinya seiring dengan Reykhel yang memajukan langkahnya. Hingga akhirnya terhenti saat punggung rampingnya membentur pohon yang menjulang tinggi.
Angin di pesisir pantai cukup kuat untuk memainkan rambut Ariana, "Emh..." ada helaian rambut yang menggangu matanya, tapi dia lebih takut lagi pada pria yang tengah berdiri di hadapannya.
Reykhel mempraktikkan apa yang telah ia lihat dari dalam mobil, bagaimana caranya Arjun menyentuh bahu Ariana, begitulah cara Reykhel melakukannya.
Ariana pun spontan melihat kearah bahunya juga, dan, "Aw!"
Jari telunjuk Reykhel menyentil hidungnya, merah, Ariana mengernyit sakit.
Bukan begitu caranya, Tuan muda bodoh! Kak Arjun melakukannya dengan penuh kelembutan, berbeda dengan mu yang serasa seperti sedang membersihkan pantat panci! Keluh Ariana dari dalam hatinya sembari mengusap-ngusap hidungnya.
Setelah menyentil Ariana dengan cara yang unik, Unik menurut si Tuan muda itu sendiri. Reykhel duduk di sebuah pondok yang tak jauh dari pohon kelapa itu.
"Mau sampai kapan kau diam mematung di sana?"
Ariana mengangguk dan segera duduk di dekatnya.
"Ariana?"
"Iya..."
Ekor mata Reykhel sesekali mencuri pandang pada gadis itu, "Sedalam apa hubungan kalian -" ingin bertanya sedalam apa hubungan mereka, tapi tak bisa mengatakannya. Dia sangat kesal, dan juga pastinya gengsi lah.
"Pria ... " saat Ariana mencoba menoleh untuk menatap Reykhel, kepalanya langsung di tahan agar tetap menatap lurus ke depan. Cengkeraman tangan Reykhel di atas kepala Ariana terasa kuat.
"Mau apa lihat-lihat? Kau suka?"
Kepalaku sakit! Bodoh! Geram Ariana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...