SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Sekadar Bayangan


Jam pulang kuliah pun akhirnya tiba juga, Gerry sudah menunggu Ariana keluar di pinggir pintu.


Dan saat yang di tunggu pun tiba, lagi-lagi Gerry di buat kesal. Dia melihat Ariana yang berjalan di belakang Sebastian.


Ayolah Gerry, Nona muda mu itu hanya berjalan di belakangnya saja tanpa berbincang.


"Sebastian!" seru Maura yang tengah bersama Natali. Mereka berdua berjalan melewati Ariana begitu saja, lalu Maura dengan percaya dirinya merangkul Sebastian.


Sebastian yang risih pun langsung melepaskan rangkulan tangan Maura, dan tanpa di duga ternyata Sebastian malah menggandeng Ariana.


"Ayo."


Tentu saja hal itu membuat keduanya marah, ditambah lagi Gerry yang benar-benar cemberut. Tak mau menunggu lama akhirnya Gerry pun masuk ke dalam kelas yang sudah tak memiliki dosen dan hanya menyisakan sedikit mahasiswa-mahasiswi.


"Nona, Tuan muda ada di depan!"


Ariana pun langsung melepaskan genggaman tangan Sebastian, "Maaf Bas."


"Ariana, tunggu!"


Gerry malah memasang wajah dengan ekspresi meme menyebalkan untuk Sebastian, dan segera pergi mengikuti langkah kaki Ariana.


Sebastian yang tak mau kalah pun, dia juga menyusulnya membuat Maura dan Natali berdecak kesal.


"Aaaaaa! Sebastian, apa hebatnya sih simpanan lelaki kaya itu?!" pekik Maura.


"Iya, kau belum mengenalnya, kan? Perusahaan papanya bangkrut dan demi mendapatkan kembali kejayaan hidup mereka, Ariana dengan keinginannya sendiri mau menjadi simpanan pria kaya." celetuk Natali semakin membuat Sebastian malas menanggapinya.


"Persetan!" pekik Sebastian yang menghilang keluar dari kelas, dia terus mempercepat langkahnya mengejar Ariana hingga di parkiran kampus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di parkiran mobil, langkah Ariana pun terhenti. Dia baru sadar jika Gerry telah membohonginya.


"Gerry, kau berulah lagi!" seru Ariana yang kesal sembari melayangkan tas ranselnya mengenai tubuh Gerry.


Sementara Gerry hanya terkekeh, "Ayo masuk ke mobil, Nona. Kasihan pak Bram menunggu sejak pagi."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam 14.15 waktu setempat setelah sampai di rumah, Gerry pun turun dari mobil untuk membuka pintu mobil Ariana. Di depan pintu rumah ada dua penjaga yang kelihatannya cukup sangar.


"Selamat siang Nona, selamat datang kembali di rumah." seru si penjaga yang ada di sebelah kanan.


"Siang, kalian jangan lupa istirahat."


"Terimakasih nona, silakan masuk." seru penjaga yang satunya lagi.


Sebelum masuk ke dalam Ariana menyempatkan diri untuk menoleh ke belakang.


Dia melihat Gerry yang tersenyum sembari dadah-dadah melambaikan tangannya.


Gerry sudah masuk kembali ke dalam mobil, "Sampai jumpa besok pagi, Nona."


Ariana tanpa sadar untuk yang kedua kalinya menyunggingkan senyuman manis yang tipis.


"Ya."


Tak lama setelah Ariana masuk, mobil putih itu pun berputar ke garasi. Lah, ngapain Gerry disitu? Dia kan bisa jalan kaki menuju mobilnya sendiri yang ada di garasi, dasar!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siang ini menu makan siang, pun, sudah tersaji di atas meja. Siang hari Tuan muda tidak pulang, biasanya sih seperti itu.


Namun, saat Ariana tengah duduk di kursi meja makan untuk minum segelas air putih dan hendak menyantap makan siang.


"Enak sekali hidupmu!" tandas Reykhel yang berjalan menuju meja makan.


Ariana yang terkejut pun segera mengedarkan pandangan matanya, tapi ternyata itu hanya bayangannya saja.


Terdengar helaan napas lega dari mulutnya, "Haaaah, hanya bayanganku saja, syukurlah..." Ariana segera mengelus dada dan mengusap peluh yang bermunculan di kedua pelipisnya. Dan, segera melanjutkan makan siangnya.