Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Saling butuh waktu untuk berfikir


Kau yakin akan kembali ke Manhattan?"


Farhan bertanya sambil mengerutkan dahinya, menatap Selena beberapa waktu.


Selena terus mengepak barang-barang yang akan dia bawa, jadwal keberangkatan mereka malam ini.


"Aku harus mencari tahu soal Eden, bukankah sebuah kecurigaan besar harus segera dipecahkan?"


ucapnya cepat.


"Murat berkata setelah menghilang beberapa tahun, Eden kembali dengan karakter yang berbeda, dia yakin Eden bukan orang yang sama"


"Kau meragukan identitas nya?"


Edo bertanya sambil menuangkan minuman kedalam gelas nya.


"Sangat, mengingat karakter dia dan Murat begitu bertolak belakang, apa lagi hubungan mereka semakin lama semakin memburuk saja"


Edo menarik pelan nafasnya.


"Jika kecurigaan kami benar, artinya kejadian valentine pasti ada alasan khusus kenapa dia melakukan nya"


"Kau akan pergi dengan siapa?"


Farhan bertanya tiba-tiba.


"Bahrat dan Abigail"


jawab Selena cepat.


"Bahrat?"


jelas saja Farhan sedikit keberatan, dia langsung menaikkan alisnya.


"Aku tidak suka kau terlalu sering pergi dengan dia"


Selena menatap Farhan Beberapa waktu.


"Bukankah kau selalu masa bodoh soal aku pergi dengan siapa sebelumnya?"


Farhan menyeringai.


"Yeah aku tahu"


"Bahkan kau masih terus tidur dengan sembarang perempuan, kenapa harus takut jika aku bersama bahrat"


"Oh ayolah, apa kita harus memperdebatkan soal itu lagi"


Farhan mulai tidak suka.


"Saat laki-laki bebas tidur dengan perempuan manapun, apakah perempuan tidak boleh tidur dengan laki-laki manapun!"


"Selena"


Farhan Mencoba menarik nafasnya berat.


"Hei hei apa kalian harus bertengkar didalam keadaan seserius ini?"


Edo tampak jengah, ini menjadi perdebatan ke berapa mereka selama mereka bersama, bahkan Edo harus banyak-banyak mengelus dada.


jelas-jelas mereka bukan pasanganan yang akur, tapi memaksa diri untuk berjalan sejauh ini.


"Harus"


"Kau tidak seharus nya membatasi pergerakan ku, sedangkan kau sama sekali tidak berubah dengan sifat mu yang selalu berganti perempuan"


"Oh shit Aku fikir kalian memang tidak cocok bersama"


umpat Edo kesal.


"Sebaiknya kalian akhiri hubungan yang semakin memanas ini"


"Tidak akan"


Farhan dan Selena menjawab bersamaan, saling menatap edo dengan perasaan kesal.


"Oh God, kalian saling bertahan dengan pasangan yang salah"


"Apa itu harus jadi masalah untuk mu?"


dengus Farhan.


"Selesaikan permasalahan Al Jaber dan faith Yildiz, aku baru akan memikirkan untuk melepas kan dia"


Farhan bicara lantas membuang pandangannya.


"Farhan"


Selena merasa seperti tercekik.


Ini sudah keberapa kali nya laki-laki itu berkata begitu selama beberapa tahun mereka bersama.


Berapa lama lagi dia sanggup bertahan dengan Farhan? 4 tahun terus berjalan tanpa perubahan.


Bahkan berkali-kali Farhan mengkhianati dia, Selena masih tetap mencoba bertahan.


"Apa kau ingin hubungan ini berakhir?"


bola mata Selena mulai berkaca-kaca.


"Bukankah kau bilang setelah urusan Al Jaber dan faith Yildiz berakhir, aku bisa kembali pada mu?"


"Aku akan memikirkan nya kembali"


Selena terkekeh.


"Kali ini perempuan mana lagi?"


dia tahu, setiap kali pertengkaran terjadi itu artinya Farhan lagi-lagi memiliki mainan baru yang belum dia ketahui.


"Kau akan tahu seiring berjalannya waktu"


Selena menelan salivanya.


Dia fikir apa dia benar-benar harus melepaskan tangan laki-laki ini sekali ini, menerima uluran tangan bahrat untuk memulai semua nya dari awal.


Seharusnya dia tahu, dicintai itu lebih baik dari pada mencintai dan Dipertahankan itu bahkan jauh lebih baik dari pada mempertahankan.


"Mungkin benar, masing-masing dari kita sedang butuh waktu untuk berfikir dan merenung"


ucap Selena cepat, membalikkan tubuhnya sambil berusaha memasukkan semua sisa barang-barang nya kedalam koper.


"Pulanglah, aku akan menghubungi mu saat sudah tiba di Manhattan"


setelah berkata begitu, seketika sesuatu tumpah dari balik bola mata indahnya, rasa sakit di hati nya jelas mendominasi saat ini.